PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 37." Penghianatan Terbongkar."


__ADS_3

"Kak bagas apa yang ingin kamu lakukan? Lepaskan aku! Biarkan aku pergi lepaskan aku!"


"Aku baru akan melepaskan kamu kalau kamu ikut aku!"


"Ikut? Ikut kemana?"


"Nanti kamu juga akan tau!"


Memasukannya kedalam mobil dan sengaja memasang sabuk pengaman untuk Bintang, Bintang yang berusaha melepaskan sorotan mata Bagas membuatnya terhenti dari tindakan pemberontakannya tersebut.


Dilain tempat Anindya yang sudah mengatur rencana, dirinya menunggu kehadiran Samudra untuk bertemu disalah satu restoran khusus, menunggunya beberapa menit tak berselang lama seseorang yang ia tunggu akhirnya muncul.


"Anindya ada apa?"ucap Samudra ketika tiba menghampirinya.


"Duduklah!"pinta Anindya beralih Samudra pun duduk.


"Aku ingin kamu menikahiku! Melihat janin yang aku kandung perlahan-lahan sudah mulai membesar aku tidak bisa membiarkannya seperti ini terus, jadi bisa kan kamu menikahiku secepatnya?"


"An! Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menikahi kamu kalau anak kita sudah lahir apa kamu lupa? Kamu jangan cuma bisa memaksaku terus bisa gak sih?"

__ADS_1


"Kamu bilang aku memaksa kamu? Terus kamu melakukan tindakan malam itu apa aku memaksamu juga? Bukankah karena n4fsu bej4t kamu sendirilah yang mendorongmu tapi kenapa sekarang kamu malah tidak mau tangung jawab?"


"An! Bukannya aku tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatanku tapi kamu juga harus sadar aku itu suami orang dimana reaksi Bintang nanti? Kalau dia tau dan semua orang tau yang ada orang-orang akan membicarakan ku yang tidak-tidak. Dan bisa-bisa namaku yang akan hancur jadi harusnya kamu paham?"


"Kamu menyuruhku untuk paham pada dirimu tapi kamu sendirilah yang tidak paham jika aku sedang mengandung anak kamu? Kamu selalu meminta aku untuk memahamimu tapi apa kamu juga pernah memahami diriku? Jika orang-orang tau aku belum menikah tapi sudah hamil? Apa kamu tau gimana sakitnya itu?"


"Kenapa kamu malah memperbelit keadaan ini? Jika kamu hanya terus memaksaku lebih baik kamu gugurin saja anak kamu! Aku bersedia mempertanggung jawabkan perbuatanku tapi kamu sendirilah yang menyuruhku untuk bertindak cepat jadi sudah aku tidak masalah jika kamu akan mengugurkan janin kamu ini kan yang kamu inginkan?"


"Apa semudah itu kamu berbicara?"


Sahutan seseorang yang menimpali pembicaraan keduanya. Muncul seorang wanita dari arah samping mengejutkan pria itu dalam sekejab mata, ekspresinya seketika berubah, wajah memerah bersamaan dengan kecemasannya yang amat menjadi, seorang wanita beserta satu pria perlahan mulai menghampiri keduanya.


"Katakan apa maksud dari ucapan Anidya barusan? Dia hamil anak kamu apa itu benar?"tanyanya dengan ekspresi menegang.


"Tidak! Kamu jangan percaya dengan perkataan dia, dia bohong mana mungkin aku menghamili dia yang jelas-jelas dia itu sahabat kamu tidak! Jangan percaya dia bohong? Dia bohong?"


"Bohong kamu bilang? Setelah tubuhku sudah kamu rasakan, dengan mudah yang bilang bohong dan menyuruhku untuk mengugurkan janin ini, keterlaluan sekali kamu Sam! Kamu keterlaluan?"


"Aku tidak menyangka kamu sungguh-sungguh sangat berbeda dari dugaan-ku sebelumnya? Aku selama ini mengganggap kamu pria baik, tulus penyayang dan akan selalu ada untuk istrinya tapi ... tapi kenapa kamu malah mematahkan kepercayaanku?" Air matanya yang akhirnya terjatuh.

__ADS_1


"Aku bilang ini semua salah faham! Ini semua salah faham dia hanya menjebakku agar aku mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia mungkin saja menjadi wanita ****** kamu harus percaya! Kamu harus percaya Bintang!"


"Aku tidak menyangka kamu akan berubah seratus persen seperti ini? Kamu sendiri yang melakukannya dan kenapa dengan gampang kamu menuduhku kalau aku wanita ******? Punya bukti apa kamu berani berkata seperti itu?"


"Sekarang ini aku ada dipihak Anindya, dia sendiri yang sudah cerita awal mula hubungan haram itu terjadi, berani berbuat maka kamu sudah seharusnya mempertanggung jawabkan perbuatan kamu! Jika kamu laki-laki jangan hanya pintar ngomong tapi aslinya anda pengecut! Buktikan saja jika kami hanya bersandiwara buktikan saja?"tegas Bagas yang membuat suasana semakin memanas.


"Sayang aku tau kamu sangat sayang sama aku? Aku juga tau kamu rela melakukan apapun itu hanya untukku jadi aku mohon! Aku mohon percaya padaku kalau ini semua hanya salah faham! Percaya padaku aku mohon! Aku mohon!"


"Apa gunanya aku percaya dan apa gunanya juga aku memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan jika semua bukti sudah sangatlah jelas! Beri aku waktu untuk sendiri!"


"Tidak Bintang aku tidak akan pernah membiarkannya!"


"Tapi kali ini aku minta beri dia waktu!"


"Baiklah kali ini aku mengalah tapi lihatlah bukan Samudra namanya jika dia tidak berani bertindak! Sekarang kamu berani meninggalkan aku tapi aku pastikan kamu sendirilah yang akan menyesal Bin! Kamu akan sangat menyesal?"


"Terserah kamu ingin mengatakan apa!"


Pergi tanpa memperdulikan laki-laki itu, air matanya mengalir dengan derasnya bermimpi bahagia hidup bersama namun nyatanya semua hanya jadi bayang-bayang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2