PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 25." Berani Berbuat."


__ADS_3

Berada dalam mobil bayang-bayang kedekatan Samudra dan Anindya membuat Pria yang dulunya pernah perhatian namun telah kandas, kini rasa perhatian itu mulai muncul lagi, bukan pada keduanya namun pada Istri dari Samudra yang selama ini sudah dia anggap sudah seperti sahabat terbaik sekaligus Adik kandungnya sendiri.


"Berjalan bersama apa mungkin hubungan mereka hanya berstatus rekan kerja? Sepertinya ini tidaklah mungkin! Baiklah sepertinya aku harus cari tau tentang masalah ini!" Mengambil ponsel dan menghubungi nomor Clara, tak berselang lama Clara mengangkatnya.


"Iya ada apa?"balasnya dengan nada jutek.


"Sudah katakan kamu pastinya tau kan dimana lokasi perusahaan milik Samudra?"tanyanya dengan nada memaksa.


"Untuk apa kamu menanyakan soal itu? Jika kamu ingin tanya apa kamu tidak bisa dengan nada santai jangan seperti ingin memalak?"balasnya dengan tegas.


"Aku hanya bertanya apa susahnya tingal jawab!"


"Baiklah aku bakal kasih tau kalau perusahaan itu ada di Blok A jalan Permata. Nama perusahaannya itu PT. Antariksa kenapa?"


"Itu sudah cukup!"


Tanpa membalas pertanyaan Clara barusan dirinya bergegas memutus sambungan teleponnya, Clara yang malah semakin terheran dengan orang ini yang sama sekali tidak ada ucapan terima kasih yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Astaga ini laki-laki jujur menyebalkan sekali? Apa tidak ada tuh kata terima kasih ya atau apa kek dasar!"gerutu Clara dengan kesalnya.


"PT Antariksa? Baiklah tunggu aku!"


Ditempat lain seorang lagi sibuk dengan tugasnya. Seseorang wanita masih sibuk dengan tugasnya yang menumpuk dan mengabaikan Pria yang ada didepan matanya. Pria yang sedari tadi telah menatapnya dengan tatapan fokus, merasa dirinya sedang diabaikan pria itu lantas mendekatinya tak hanya itu tangan mulai melilit tubuh si Wanita hingga wanita itu pun tersadar.


"Sam! Kamu tidak lihat aku masih sibuk?"


"Katakan! Kamu mengabaikan aku karena kamu masih marah kan sama aku? Gara-gara kita gagal untuk menghabiskan waktu bersama kemaren? Harusnya kamu sadar hubungan kita terjalin secara diam-diam dan Bintang juga tidak mungkin aku abaikan jadi harusnya kamu paham sayang?"


"Aku tau dan bukan karena hal itu aku mengabaikan kamu seperti ini?"


"Apa kamu tau siapa seseorang yang aku temui kemaren?"


"Siapa?"


"Bagas! Aku bertemu dengannya dan aku rasa seseorang yang memberikan balon buat Bintang itu aslinya adalah dia!"

__ADS_1


"Bagas kembali? Jadi maksud kamu dia kembali ke Jakarta apa kamu sangat yakin?"


"Iya aku sangat yakin! Bahkan dia sempat mengancam dan berkata jika kita ada hubungan entah apa maksudnya itu aku takut kalau Bagas akan membongkar hubungan gelap kita pada Bintang?"


"Dia kembali apa itu artinya dia berencana akan merebut Bintang dariku? Setelah dulu aku memisahkan keduanya dia kembali karena dia sudah sukses?"batinnya dengan rasa penasarannya.


Melihat Samudra yang tiba-tiba melamun lantas ia pun mengagetkannya.


"Sam! Kamu kenapa? Apa kamu memikirkan Bagas sekarang kamu tidak lagi takut kan jika Bagas berniat akan merebut Bintang darimu?"


"Astaga kenapa pikiran kamu jadi menjalar kesitu? Aku melamun bukan karena itu tapi aku hanya takut jika sewaktu-waktu dia akan membongkar hubungan kita?"


"Makanya itu kita tidak bisa mengabaikan masalah ini, kamu harus tau dimana Bagas berada dengan begitu kamu akan bisa cari tau apa tujuan pertama dia kembali.


"Iya An aku memang berniat seperti itu tapi sebelum aku melakukan itu bisa kan kalau hari ini kita ...."


"Kita apa?"tanya Anindya dengan ekpresi tak peka.

__ADS_1


Samudra yang lantas mengangkat tubuh Anindya dan membaringkan diatas sofa putih yang telah tersedia. Samudra yang lantas menlndlhnya ekpresi takut lan canggung mulai dirasa wanita cantik berambut panjang tersebut.


BERSAMBUNG.


__ADS_2