
Jika disuruh percaya hidupku akan lama rasanya aku tidak percaya dengan kata-kata itu lagi. Seseorang yang mengidap penyakit ini maka hal satu-satunya yang harus ia lakukan dia harus menerima kenyataan pahit ini, seseorang yang mengidap penyakit ini tidak akan tidak mungkin jika pada akhirnya dia akan tetap ma*i.
Tuhan hamba tau di-dunia ini banyak kesalahan yang tanpa sengaja telah hamba perbuat. Jika takdir kehidupan hamba hanya sampai disini hamba ikhlas! Hamba ikhlas jika hamba akan kalah melawan penyakit ini, namun permintaan hamba, hamba minta jaga orang-orang yang hamba sayangi jaga mereka.
Jam yang sudah menunjukkan pukul 7 lebih yang artinya dirinya sudah dikata telat hingga 30 menit lamanya. Berani menginjakkan kakinya di depan Restoran semua pandangan mata tertuju padanya tak terkecuali pada Pria Tampan bernama Putra Bagaskara Verlano tersebut.
Sorot matanya seakan-akan menunjukkan jika seseorang itu ingin menelannya namun wanita yang ia tatap hanya mampu menundukkan kepalanya.
"Anda ini niat kerja atau tidak? Lihat ini jam berapa jika anda hanya kerja untuk main-main lebih baik anda berhenti paham!"
"Bagas kamu tidak bisa jika jangan berkata se'kasar itu sama Bintang? Dia hanya telat 30 menit, memang itu waktu cukup lama tapi setidaknya kamu lihat dan sadar jika Bintang ini teman kamu apa pantas kamu berkata seperti itu?"
"Tidak apa-apa Clara, aku sadar semua ini aku yang salah! Kak Bagas tidak salah apa yang dia ucapkan memang benar jadi sudah!"
"Lihat dia saja tidak keberatan jika aku memarahinya! Cepat masuk dan kerja!"
"Baik tuan!"
Menjalankan tugasnya kembali melayani beberapa pelanggan yang sudah memesan menu makanan, Bintang yang saat itu menghampiri salah satu pelanggan untuk mengantarkan hidangan, siapa sangka darah kental keluar dari hidung dan tanpa sengaja menetes diatas nasi goreng yang hendak diberikannya pada pelanggan tersebut.
"Hay kamu itu bisa becus atau tidak kerjanya! Kamu itu kalau penyakitan tidak usah kerja duduk saja di Rumah dasar wanita penyakitan!"
__ADS_1
"Maaf buk saya yang salah sekali lagi maafkan saya! Maafkan saya!"
"Kamu pikir dengan kata maaf kamu mampu mengembalikan nafsu makan saya? Siapa yang sudi makan-makanan bertumpah darah seperti ini! Makanya kalau penyakitan itu tidur jangan kerja bikin masalah aja!"
"Maaf buk saya akui dia salah! Tapi teman saya tidak sengaja mimisan? Lagian darah mimisan yang jatuh ke makanan ibu bisa kami ganti menu yang lain jadi harusnya Ibu paham! Kejadian ini juga terjadi begitu cepat Ibu harus memaklumi kesalahannya?"
"Hay kamu itu sudah tau teman salah masih saja dibelain, mana! Mana pimpinan kalian biar aku yang protes mana!"
"Aku disini!"
Mendatangi kerumuman orang yang pada memperdebatkan masalah sepele, pelanggan itu lantas menghampiri Bagas dan tak lupa pelanggan itu mendorong tubuh Bintang hingga tersungkur tepat dibawah pandangannya .
Melihat Bintang serasa dipermalukan dihadapan banyak orang, belum lagi darah mimisan yang ia tahan sejak sedari tadi agar tidak keluar dari hidungnya. Melihatnya serasa sengaja dipermalukan amarahnya mulai memuncak dengan menggenggam tangannya ia mencoba tenang agar sandiwaranya yang hanya berpura-pura marah pada Bintang tidak diketahui olehnya.
"Harusnya anda pecat wanita penyakitan ini! Dia sudah membuat selera makan saya hilang akibat darah mimisan jatuh di hidangan saya, jika anda bos profesional pecat saja wanita ini daripada bikin buntung usaha anda!
"Maaf saya tau semua ini jelas kesalahan pelayanan saya, dia memang teledor dan banyak melakukan kesalahan maafkan saya! Maafkan saya!"
"Bagas apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu malah berkata-kata seperti itu? Bintang tidak salah! Ini semua terjadi karena tidak kesengajaan kenapa kamu malah memperbelit keadaan?"
"Sudahlah anda inginkan hanya pelayan! Biarpun dia teman anda harusnya anda malah membimbing dan ikut menegurnya bukan malah membelanya! Dan kamu? Cepat kamu minta maaf pada pelanggan kita! Bahkan kalau perlu kamu cium kakinya!"bentak Bagas sekejap mata memalingkan pandangan Bintang darinya, seseorang yang dulunya menjadi pelindungnya kini nyatanya berpindah balik dari sikap keperduliannya yang dulu!"
__ADS_1
"Baiklah aku akui aku yang salah! Aku memang manusia tidak berguna yang hanya bisa membuat masalah! Jadi maafkan saya! Maafkan saya buk!"ucap Bintang dengan menundukkan kepalanya.
"Hanya dengan kata maaf tidak akan menyelesaikan masalah ini! Aku ingin anda mencium kakiku barulah aku akan memaafkan mu ayo cium kakiku!"
"Maaf saya memang salah karena saya sudah ceroboh dan teledor dalam menjalankan tugas! Tapi kesalahan saya tidak sepenuhnya kesalahan saya yang sengaja aku perbuat, jika anda menyuruh meminta maaf saya akan lakukan bahkan seribu kali pun aku akan melakukannya, namun jika mencium kaki anda maaf! Maaf saya tidak bisa karena saya lebih memilih mempertahankan harga diriku ketimbang mengalah ketika kalian mempermalukan aku seperti ini!"
Berlari kedapur dengan perasaan bercampur aduk yang sulit untuk diartikan. Air matanya tumpah tidak menyangka akan seperti ini. Orang yang selama ini ia anggap baik bahkan sudah ia anggap sudah seperti kakak kandungnya sendiri nyatanya telah berhasil menabur luka separah ini setelah sifatnya yang berubah angkuh lan sombong ini.
"Aku tidak tau apa yang membuatmu jadi sombong seperti ini? Bahkan tidak perduli denganku aku sudah tidak menyangka jika hubungan kita akan semakin jauh, aku kira dengan cepat berjalannya waktu kamu akan berubah namun nyatanya semua sia-sia kamu tambah semakin menunjukkan sifat arogan dan kesombongan kamu? Apa yang membuatmu berubah! Apa?"
Seseorang datang dan memeluknya, sadar temannya lagi butuh teman untuk ia rangkul, dengan siap dan siaga Clara hadir dan memberikan pelukan hangatnya itu, Bintang yang sedari tadi tidak mampu membendung air matanya air matanya terus saja tumpah bersamaan dengan Clara yang ikut merangkul dirinya dan membekap tubuh Bintang dalam pelukannya.
"Bintang jangan nangis! Ada aku disini kamu jangan nangis plis!"
"Kali ini yang membuatku sedih bukan soal ucapan wanita itu? Tapi yang membuatku sedih kenapa kak Bagas sudah sangat berubah! Dia sungguh sangat berbeda dengan Kak Bagas yang dulu? Dia sudah sangat berubah! Apa kesalahanku? Apa kesalahanku sebenarnya Clara?"
"Bintang lihatlah aku! Kamu jangan pernah menangisi perubahan Pria bernama Bagas itu? Dia berubah karena dia sudah berhasil berkuasa, dia sudah berhasil memiliki semua apapun yang ia inginkan? Dia berubah karena dia lupa dengan siapa dia? Ingat dia berubah kesemua orang bukan hanya kamu! Kamu jangan bersedih! Kamu jangan bersedih ya?"
"Terima kasih Clara beruntung aku mempunyai sahabat seperti dirimu terima kasih!"
"Kamu sahabatku jadi sudah sepantasnya aku melakukan ini semua sama kamu, baiklah kita lanjut kerja takutnya pria gila itu mulai kambuh lagi?"Mendengar ledekan temannya mampu membuat dirinya kembali tersenyum.
__ADS_1
BERSAMBUNG.