
Berada dalam ruangan seorang diri dengan lamunan yang menyertai pria itu tatapan pria itu tampak linglung, berkas-berkas yang lumayan berantakan terlihat seperti tidak terurus olehnya. Mengingat bayang-bayang ucapan dokter waktu itu semakin menambah beban pikirannya, ingin sekali bersikap biasa seolah-olah tidak perduli namun dirinya tak bisa untuk melakukan itu.
"Masuk stadium dua belum lagi dalam kondisi mengandung maka itu artinya rasa sakit yang akan ia derita akan bertambah berkali-kali lipat dari rasa sakit sebelumnya, apa mungkin Bintang akan sanggup menahan rasa sakit itu seorang diri?"gumam Bagas yang terus menyertai pikirannya.
Beranjak pergi dari tempat ia terduduk santai, setibanya keluar dari restoran dirinya memasuki mobil dan segera menjalankan laju kendaraannya. Tak membutuhkan waktu lama Bagas telah sampai disalah satu Perusahaan besar megah lan mewah. Tanpa berfikir ia lantas masuk.
"Bagas kenapa kamu kemari?"
Seseorang bertanya melihat kehadirannya yang amat mendadak, beralih menghampiri wanita itu.
"Mana Samudra aku ingin bertemu dengannya?"timpal Bagas ketika Anindya bertanya padanya.
"Apalagi yang ingin kamu katakan apa kamu berniat ingin mencari masalah lagi? Ataukah kamu mencoba mencari bukti jika kami memang berselingkuh?"
"Tujuan pertamaku kemari tidak untuk membahas soal itu! Katakan dimana Samudra sekarang aku ingin menemuinya ini hal penting jadi katakan dimana dia!"
"Apa ini soal Bintang?"tanyanya lagi.
"Iya! Ini soal Bintang, jadi katakan dimana dia?"
"Dia tidak ada disini jadi percuma jika kamu mencarinya, berhubung kamu kemari ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu ayo ikutlah denganku!"
"Kemana?"
"Nanti kamu juga akan tau!"
"
"
"
"Apa maksud kamu membawaku ketempat ini? Kenapa juga disini sepi tidak ada orang sekalipun?"
"Katakan apa sebenarnya yang ingin kamu katakan? Mengenai soal Bintang apa yang terjadi dengannya?"
"Sekarang kita berhadapan, sadarlah tindakan kalian tidak akan membuat kalian bahagia? Menjadi seorang pelakor itu tindakan yang lebih buruk yang harus kamu sadari An! Bintang sahabat kamu jangan bikin persahabatan kalian akan hancur hanya gara-gara laki-laki pengecut seperti Samudra, jadi aku mohon tinggalkan Samudra tinggalkan dia!"
"Kamu tau apa soal kebahagiaanku? Katakan saja jika hubungan Samudra dan Bintang tidak akur kamu juga pastinya sudah menantikan kesempatan ini kan?"
__ADS_1
"Apa maksudmu aku tidak mengerti?"
"Katakan saja jika hubungan mereka memudar kamu juga pastinya akan bahagia karena dengan cara ini kamu mampu mendapatkan kembali cintanya Bintang? Mungkin dengan perpisahan mereka hal inilah yang kamu tunggu-tunggu ya kan?"
"Jangan berbicara seolah-olah omongan kamu benar! Aku sama sekali tidak ada niatan untuk merencanakan rencana segila itu? Berpisah itu sungguh hubungan yang sangat tidak inginkan setiap wanita belum lagi jika pria itu pria yang sangat dicintainya jadi jaga bicara kamu!"
"Terus jika kamu sama sekali tidak ada tindakan seperti itu? Apa mungkin kamu sungguh-sungguh akan rela wanita yang sangat kamu cintai mengetahui fakta jika pria yang sangat dicintai ternyata sudah mengkhianati dirinya? Bahkan menahan rasa sakit hatinya nanti apa kamu rela melihat semua itu terjadi pada Bintang?"
"Aku malah tidak ikhlas jika Bintang nantinya akan pergi disaat dirinya mengetahui fakta penghianatan ini semua terjadi akibat ulah dari sahabatnya sendiri?"
"Apa maksudmu?"
"Mungkin ini saatnya aku memberitahumu jika nyawa Bintang tidak akan lama lagi? Mungkin sekarang kalian masih bisa terdiam seolah-olah tidak ada hal yang terjadi, namun jika suatu saat nanti Bintang pergi disaat ia mengetahui fakta pembohongan ini, kalian akan merasakan gimana rasanya penyesalan terbesar ketika tau orang yang kalian khianati sudah pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya, kalian akan menyesal!"
"Kamu berkata panjang lebar, tapi tidak langsung ke titik terangnya apa maksud kamu bilang nyawa Bintang tidak lama lagi memangnya dia kenapa? Katakan padaku!"
"Sekarang Bintang mengidap kanker otak! Kamu pastinya tau sendiri kan apa akibatnya jika seseorang mengidap penyakit ini?"
"Tidak! Kamu bohong! Bintang tidak mungkin mengidap penyakit mematikan itu? Tidak! Kamu bohong katakan apa yang kamu katakan itu tidaklah benar kan?"
"Untuk apa aku berbohong? Untuk apa juga aku bercanda dalam hal penyakit? Apa yang aku katakan itu sungguhlah benar! Bintang diagnosa mengidap kanker otak dan sekarang sudah memasuki stadium 2. Kali ini aku memaksa kamu untuk meninggalkan Samudra karena hanya dengan cara ini kalian menghindari kekacauan ini. Bintang nyawanya tidak akan lama jika dia meninggal kamu bisa kembali lagi padanya asal untuk waktu sedikit ini ijinkan Bintang untuk merasakan kebahagiaan yang sempurna tanpa adanya penghalang dalam rumah tangganya, belum lagi janin yang ia kandung ijinkan dia untuk bahagia kali ini saja aku mohon! Aku mohon ijinkan dia!"
"Kali ini bukan hanya kamu yang tidak percaya dengan ini semua aku sendiri juga awalnya tidak percaya jika dirinya mengidap penyakit ini namun semua tanda-tanda sudah ditunjukkan Bintang jadi sekali lagi aku mohon! Aku mohon tinggalkan Samudra aku mohon?"
"Tapi aku tidak bisa! Aku tidak bisa meninggalkan dia disaat aku juga sedang mengandung calon anaknya tidak bisa!"
"Apa maksud kamu? Kamu ...kamu hamil anak Samudra bagaimana bisa? Apa kamu sungguh-sungguh ingin menghancurkan kebahagiaan Bintang sampai-sampai kalian berani pakai cara haram seperti ini?'
"Semua ini terjadi tanpa aku sadari Gas! Waktu itu aku sedang mabuk dan entah apa yang terjadi Samudra waktu itu sudah membawaku didalam salah satu hotel, hubungan ini terjadi murni bukan keinginanku! Jika aku pergi dalam kondisi hamil bagaimana tanggapan orang-orang? Namaku akan hancur tanpa diriku melakukannya dengan sengaja aku tidak bisa! Aku tidak bisa!"
"Baiklah masalah ini benar-benar menjadi kacau akibat hadirnya janin ini? Aku tidak bisa menyalahkan janin tidak berdosa ini karena dirinya sama sekali tidak bersalah! Tapi kalian? Kalian lah yang bersalah dalam masalah ini kalian?"
"Terus sekarang apa yang akan kita lakukan? Dengan mengugurkan janin ini aku tidak bisa! Aku tidak bisa!"
"Biar aku yang menganggap jika anak yang kamu kandung adalah anakku! Aku tidak masalah jika harus mengakui janin ini adalah anakku asal kamu meninggalkan Samudra dan membiarkan Samudra hidup bahagia dengan Bintang aku tidak masalah!"
"Kamu jangan gila! Kamu jangan gila berfikir sampai sejauh ini hanya untuk kebahagiaan orang lain? Kamu juga butuh kebahagiaan mana mungkin aku akan membiarkan kamu merelakan semuanya hanya untuk orang yang kamu cintai tidak! Itu tidak akan mungkin pernah terjadi aku tidak akan pernah membiarkannya!"
"Terus rencana kamu selanjutnya apa? Jika Bintang tau anak yang kamu kandung adalah anak dari suaminya gimana reaksi Bintang? Mengetahui fakta ini sama saja kalian membunuhnya secara perlahan?"
__ADS_1
"Baiklah kali ini aku akan menyetujui permintaan kamu! Aku akan meninggalkan Samudra. Aku akan menerima permintaan bodoh kamu jika kamu bersedia mengakui anak yang aku kandung adalah anak kamu aku bersedia."
"Baiklah kamu bersedia itu sudah membuatku lega, terima kasih! Terima kasih kamu sudah menyetujui permintaanku, terima kasih!"
"Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu sudah bersedia menganggap anak ini anak kamu terima kasih!"
"Oh iya selain itu aku ada satu permintaan lagi?"
"Permintaan apa itu?"
"Hubunganku dengan Bintang belakangan ini semakin memburuk karena aku sudah berperilaku kurang baik padanya, jadi aku minta tolong sama kamu, kamu bisa kan membantu aku mempertemukan kita? Aku ingin meminta maaf dengannya jadi mungkin dengan cara memancingnya agar dia keluar kita mampu berbicara empat mata jadi gimana kamu keberatan?"
"Baiklah itu masalah mudah! Aku bakal membantu kamu agar hubungan kalian kembali membaik. Aku ada rencana bagus nanti aku bakal beritahu kamu, kalau bisa nanti malam aku bakal jalankan rencana ini kamu bersedia?"
"Itu lebih baik, aku tidak masalah!"
"Baiklah nanti kamu tinggal tunggu tahap rencana yang akan aku buat jadi tunggulah nanti!"
"Baiklah aku akan menunggumu!"
"Alhamdulillah pekerjaan ku sebentar lagi akan selesai aku sudah tidak sabar untuk istirahat nanti?"
ucapan dari wanita cantik yang penuh kebahagiaan ketika pekerjannya selesai lebih cepat, dering ponselnya yang tiba-tiba berbunyi dirinya lantas mengangkatnya.
"Anindya? Ada apa dengan dia kenapa dia meneleponku?" gumam Bintang yang merasa penasaran, tanpa menunggu lagi dia pun akhirnya langsung mengangkat telfon tersebut.
"Iya An! Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menelfon ku?"tanya Bintang .
"Bintang ...tolong aku ...tolong aku," teriak Anindya yang terlihat sangat ketakutan sekaligus cemas.
"Anindya ada apa? Kenapa kamu terdengar lagi ketakutan seperti itu ada apa? Apa yang terjadi?" jawab Bintang yang mulai ikut panik.
"Bin aku takut! Aku takut ada seseorang yang terus mengejar ku, dia berniat ingin meminta kenalan tapi aku menolak karena dia bukan pria baik, aku mohon tolong aku!"
"Dimana kamu sekarang?"tanya Bintang balik.
"Aku sekarang sembunyikan disalah satu taman indah jaya, aku sengaja sembunyi disini supaya aku terhindar dari Pria itu?"
"Baik aku akan segera datang kesana, kamu berhati-hati dan sembunyikan ditempat yang aman aku tidak ada setengah jam lagi akan segera sampai kamu berhati-hatilah." Segera tanpa berkata lagi Bintang langsung mengambil jaketnya dan bergegas pergi tanpa berpamit pada siapapun.
__ADS_1
BERSAMBUNG.