
Setelah perginya Bagas, Bintang yang hendak akan pergi kekamar mandi tiba-tiba tubuhnya serasa sangat berat dan hampir saja Bintang terjatuh lantaran tubuhnya tiba-tiba melemah.
Bahkan darah segar tiba-tiba keluar dari lubang hidungnya sesekali ia mengusapnya dengan tissue, tapi darah terus keluar hingga membutuhkan banyak tissue untuk ia gunakan.
"Hampir setiap hari aku mimisan, jadi sekarang sudah tidak ada waktu bagiku untuk bersenang-senang cepat atau lambat aku harus segera melakukan terapi agar penyebarannya melambat, tapi bagaimana caranya aku untuk melakukan terapi jika aku memutuskan untuk keluar? Bahkan dengan keputusanku meninggalkan Rumah itu aku rasa dia tidak akan pernah mau memberiku uang, jadi secepatnya aku harus mencari pekerjaan karena hanya itu jalan satu-satunya bagiku untuk bertahan hidup," ucapnya yang kemudian seseorang pun mengetok pintunya.
Tok...Tok...Tok...
"Siapa itu?" tanya Bintang yang kemudian seseorang itu pun membalasnya.
"Ini aku Bagas," balasnya yang kemudian Bintang pun segera keluar kembali.
"Ada apa kak? Apa ada yang tertinggal?"
__ADS_1
"Ini," balas Bagas dengan menunjukkan sebuah ponsel yang tertinggal didalam mobilnya.
"Astaga itu kan ponselku? Sekali lagi terima kasih ya, terima kasih atas semua bantuan yang kakak berikan ke aku?"
"Iya sama-sama sudahlah kamu tidak perlu sungkan, anggap saja kita ini sahabatan yang akan selalu menolong disaat sudah mau pun duka."
Melihat Bagas yang begitu sangat baik dan perhatian akan dirinya, tiba-tiba ia pun teringat akan sosok Samudra yang memiliki sifat sangatlah berbeda dengan sikap perduli yang dimiliki oleh Bagas.
"Coba saja Samudra itu sebaik seperti kak Bagas pasti aku akan sangat bahagia memiliki suami seperti dia," batinnya yang kemudian Bagas pun bertanya.
"Tidak, aku tidak ada apa-apa kok aku hanya saja lagi memikirkan sesuatu," balasnya yang kemudian Bagas lagi-lagi menimpali pembicaraannya.
"Memikirkan sesuatu apa? Apa kamu masih kepikiran soal Samudra?"
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak memikirkan soal dia!"
"Mulutmu bisa berbohong tapi tidak dengan hatimu Bin? Aku tau kamu sampai saat ini masih memikirkannya kan?"
"Aku sudah ngantuk maaf aku harus pergi!"
"Baiklah aku
Sedangkan disalah satu kediaman yang cukup besar dan mewah terdapat seseorang yang baru saja turun dari mobil mewahnya. Dan berlalu seseorang itu pun memasuki kediaman Rumah mewah tersebut. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Samudra.
Malam yang sunyi entah apa yang ada dipikiran Samudra saat ini setelah ia pulang kerja tubuhnya merasa menyuruhnya untuk pulang. Dan sesampainya ia di Rumah ia hanya bisa meratapi Rumahnya yang kotor lantaran tidak ada orang yang membersihkannya. Bahkan lantai terlihat banyak debu ditambah lagi pakaian yang pada tergeletak kesemua sudut arah. Membuatnya tak nyaman ia lantas memungutnya satu persatu.
Setelah rasa telah sudah mulai menyerang ototnya, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak disalah satu sofa ruang tamu. Dengan merebahkan tubuhnya pandangnya akhirnya tertuju pada salah satu arah yaitu kamar pribadinya.
__ADS_1
"Bintang? Dimanakah kamu sekarang apa kamu sungguh-sungguh memutuskan akan pergi dariku? Tidak! Bukan Samudra namanya jika aku tidak bisa berbuat yang nekat! Ingat Bin, kamu sendiri yang menginginkannya jadi jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar sekarang?"
BERSAMBUNG.