PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 56." Nasib Yang Malang."


__ADS_3

Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Wajah Bintang yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.


Bintang yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendorongnya, langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisi yang sudah sangat memperihatinkan, segera ditangani dengan langsung.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Bintang yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.


"Dokter kalau boleh tahu gimana keadaan pasien. Apa Pasien menggalami luka yang serius akibat kecelakaan yang barusan ia alami tadi?"


"Sepertinya ini sungguh terjadi! Suster cepat periksa kembali laporan ini?"


"Baik Dok!"Keluar dari dalam, Samudra yang berada diluar ia sigap menghampirinya.


"Apa operasinya berjalan dengan lancar Dok?"tanya Samudra yang begitu melihat kehadiran Dokter yang baru aja keluar dari ruang operasi.


"Akibat terkena pecahan kaya yang mengenai kedua kornea mata Pasien. Ada kemungkinan jika Pasien akan menggalami kebutaan, tapi itu hanya pemeriksaan awal, jika nanti Pasien sudah sadar kita akan tahu seperti apa kondisi Pasien yang selanjutnya!"balas Dokter yang seketika membuat Samudra pun terkejut, sahutan seseorang ikut menegang setelah mendengar pernyataan tersebut.


"Apa Dok, buta?"timpalnya kemudian seseorang yang tak lain Clara dan Anindya pun ikut menghampirinya.


"Dok! Katakan apa yang barusan kita dengan itu tidaklah benar kan?"timpal Anindya merasa tak percaya dengan semua ini.

__ADS_1


"Yang anda dengan itu sungguhan, Bintang dinyatakan buta baiklah saya permisi dulu!"


"Baik Dok!"


"An? Aku pastinya salah dengar kan? Bintang tidak mungkin buta kan?"tanya Clara berderai air mata.


"Kita berdoa saja semoga dokter keliru, kita berdoa saja?"


"Buta? Apa setelah kita kembali bersatu aku akan sudi merawat orang buta? Belum lagi ditambah penyakitan apa itu mungkin?"batin Samudra dengan menggelengkan kepalanya.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya kembali untuk menyinari seluruh alam semesta ini. Jam yang sudah menunjukkan pukul 18:00 yang lebih tepat dalam ruangan itu hanya terdapat tiga orang yang berada didalam sana, dan orang itu yang tak lain ialah Anindya dan juga Clara yang masih setia menunggu kesadaran Bintang.


Namun keduanya terlihat tertidur pulas, sesaat langkah demi langkah telah seseorang lalui, hingga posisinya yang tepat berada disamping brankar Bintang berada. Seseorang yang tak lain Bagas sendiri ia menatap wajah Bintang, ia pun lantas menggenggam tangan kanan Bintang sambil mengatakan.


Mendengar akan suara tersebut, keduanya lantas terbangun.


"Bagas? Kamu kemari?"tanya Anindya.


"Aku harus pergi!"timpal Bagas yang gelagapan berniat akan pergi.

__ADS_1


Ia pun berniat akan pergi dari ruangan ini, tanpa berkata maupun mengucapkan satu kata lagi, iya yang baru aja mau pergi langkah kaki Bagas pun tiba-tiba terhenti lantaran melihat jari kelingking tangan kanan Bintang yang tiba-tiba bergerak.


Spontan Anindya yang melihat kejadian ini ia pun langsung memencet tombol darurat, dan tak menunggu lama Dokter pun datang


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Dokter yang seketika berlari kearah ruangan ini.


"Ini Dok, Bintang, jari kelingking nya bergerak, apa dia telah tersadar?"


"Coba aku periksa dulu?"


"Baiklah, silahkan!"


"Ini benar-benar mukjizat, dia akhirnya bisa melewati masa kritisnya?" ucap Dokter yang seketika terkejut melihat Bintang yang akhirnya membuka kedua kelopak mata dengan secara perlahan-lahan


"Alhamdulilah!" ucap semua orang.


"Kamu...apa kamu bisa mendengar ku?" tanya Dokter pada Bintang yang masih terlihat sangat lemah, pandangannya Bintang fokus ke semua arah.


"Apa kamu tahu ini berapa?" tanya Dokter sambil menunjukan dua jarinya kearah Bintang.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Dokter, Bintang merasa sangat bingung dengan tatapannya yang berpindah ke semua arah.


BERSAMBUNG.


__ADS_2