
Sesampainya ia di dapur, mengambil dua gelas yang kemudian ia tuangkan air putih pada kedua gelas itu.
"Hal yang paling aku tidak suka ketika Suami minta jatah kenapa seorang istri harus kebetulan berhalangan gangguin saja, tunggu tapi bukannya dirumah ada ada Anindya kenapa aku harus bingung!"batinnya dengan liciknya.
Menatap balik kearah dua cangkir itu, tanpa sepengetahuan istrinya secara sengaja ia menuangkan bubuk putih yang sengaja ia larutkan pada air tersebut.
"Maafkan Suamimu ini sayang, suami juga butuh belaian maafkan aku!" Lantas ia pun kembali kekamar.
"Sayang ini minumlah mumpung masih dingin?"
"Baiklah akan aku minum, itu aku sudah siapkan semuanya."
"Baiklah terima kasih ya?"
"Iya sama-sama sayang!"
Meminum beberapa cegukan hingga air putih yang ia minum habis tak tersisa ekpresi wajah Bintang seketika berubah.
"Akhirnya!"batinnya.
"Oh iya apa aku boleh minta kamu periksa beberapa lembaran itu sayang ada berkas yang ingin aku cocokkan pada data di laptop ini?"
"Baiklah akan aku periksa tunggu ya?"
Minuman yang ia teguk habis tanpa adanya sisa, matanya mulai berkunang-kunang, sesekali melihat suaminya tapi tak sejelas seperti sedia kala, sesekali memegang kepalanya yang ia rasakan sedikit rasa pusing.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja kok, aku hanya merasa kok kepalaku agak pusing ya?"
"Mungkin kamu kecapean cepat tidurlah! Soal berkas itu biar aku yang mencarinya nanti!"
"Kamu sungguh tidak apa-apa?"
"Iya aku tidak papa kok tidurlah!"
"Baiklah!"
Sekejap ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang, kedua matanya yang tadinya masih sayup-sayup kini dalam hitungan detik kedua kelopak matanya mulai terpejam dengan sangat sempurna. Melihat sang istri sudah tidak menunjukkan akan reaksi, sesekali ia menepuk pipinya tapi hasilnya pun nihil istrinya tidak menunjukkan tanda-tanda akan kesadarannya.
"Cepat sekali obat ini bereaksi, baiklah mari kita lanjutkan!"ucapnya yang kemudian beranjak dari tempat ia tertidur.
" Samudra apa yang kamu lakukan kenapa kamu kemari mana Bintang?"Tanpa menjawab pertanyaannya, Samudra sekejap langsung memeluknya.
"Lepaskan aku! Kamu gila kalau ada yang lihat gimana kamu ingin hubungan ini terbongkar?"
" An! Kamu kenapa harus takut dan siapa yang akan memergoki kita tidak ada lagi!"
"Astaga Sam, kamu lupa selain kita kan disini juga ada Bintang istrimu kamu ingin dia tau hubungan gelap kita?"
"Sudahlah soal itu kamu tenang saja aku pastikan dia tidak bakal tau kok, kan aku sudah memberinya cairan ini? Jika kamu ingin tau reaksinya kamu bisa periksa di kamarnya apa yang dia lakukan?"
__ADS_1
"Apa itu obat tidur? Kamu sudah gila memberikan obat tidur ini untuk istrimu sendiri?"
"Sudahlah lagian ini juga hanya sekali biarkan saja, obat tidur ini juga tidak akan bertahan lama mungkin beberapa jam kemudian dia juga akan bangun jadi santai lagi!"
"Aku tidak percaya aku akan memeriksanya!" Lantas dirinya bergegas memeriksa kamar Bintang, sesampainya ia mendapati Bintang yang sudah tertidur dengan puasnya. Berusaha menepuk pipi bintang namun yang reaksi yang dilakukan Bintang hanya terdiam tanpa menunjukkan akan reaksi kesadarannya.
"Kamu lihat apa dia bangun setelah kamu menepuk pipinya?"
"Dia sungguh tertidur,"balasnya yang tak percaya.
"Istriku sudahlah tidur dengan puasnya, sedangkan sekarang ini hawanya sangatlah panas bisakah kamu memuaskan ku untuk yang terakhir kalinya?"
"Sam, kamu jangan gila! Dia sahabatku mana mungkin aku akan mengkhianati Bintang sampai separah ini tidak! Aku tidak mau!"
"Sungguh kamu tidak mau! Aku tipe orang yang mudah sekali terangsang, bahkan aku akui sebelum menikah dengan Bintang sudah beberapa kali aku mencicipi tubuh Wanita entah itu masih gadis atau pun sudah janda, kamu juga sudah pernah merasakannya apa mungkin kamu sungguh-sungguh tidak mau merasakan kenikmatan itu untuk yang terakhir kalinya?"
" Sam, kamu jangan gila aku sudah katakan aku tidak bisa jadi jangan memaksaku, paham!" Menarik tangan Anidya, keduanya memulai bermain hingga kehilangan kendalinya.
SENSOR
"Sam! Aku mohon hentikan! Jangan bikin tubuhku jadi semakin ter4ngs4ng akibat ulahmu ini, aku mohon hentikan!"
"Anindya kamu kenapa? Kenapa kamu berkata jika kamu ingin mengakhirinya tapi melihat kamu juga nampak menikmatinya aku rasa mulutmu hanya berkata tapi tidak dengan hatimu yang juga menginginkannya kan?"
"Tidak! Siapa yang bilang sudah akan aku mengakhirinya selamat malam!" Pergi dari pandangannya, memungut satu persatu pakaiannya yang berserakan dilantai, melihat tubuh telanjangnya pria itu terus saja memandangnya dengan tatapan nakal, tak menghiraukannya wanita itu bergegas pergi dari pandangan pria gila itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.