
Menginjakkan kakinya disalah satu Restoran milik Bagas, pandangan mata mulai tertuju pada semua arah, mencari sosok yang ia cari namun tak kunjung membuahkan hasil.
"Dimana Kak bagas? Clara bilang dia sudah sampai?"
Baru selangkah dirinya memutuskan akan pergi mencari, namun belum juga ia pergi langkah kakinya seketika terhenti lagi setelah Bintang merasakan ada pelukan seseorang yang memeluk tubuhnya dari belakang. Tanpa berkata dirinya lantas melepaskan pelukan seseorang itu, ketika melihat pandangan Bintang mulai berubah.
"Samudra? Kenapa kamu bisa ada disini?"
"Aku sengaja mempertemukan kalian karena aku ingin kamu bahagia Bin! Sadar cinta tidak mungkin dipaksa jika aslinya kamu masih sangat mencintainya jadi bersatulah kembali!"timpal Bagas sesaat muncul dari belakangnya.
"Tidak! Apa maksud kak Bagas? Kak Bagas sendiri juga tau kalau Samudra telah selingkuh bahkan menjalankan hubungan dengan Anindya sampai hamil, kak Bagas ingin hidupku hancur hanya gara-gara dia?"tegas Bintang yang tak terima.
__ADS_1
"Hanya mulutmu yang mampu berkata seperti itu, tapi aslinya kamu masih sangat mencintainya kan? Katakan sejujurnya jika kamu tidak sungguh-sungguh mencintaiku, kamu terpaksa menerimaku karena kamu tidak ingin aku terluka dan pastinya kamu hanya merasa kasihan kan?"
"Tidak kak! Bukan seperti itu?"
"Kamu bohong Bin! Aku mendengar sendiri kamu berkata jujur soal ini, aku akui aku salah karena terlalu terobsesi untuk memilikimu, tapi sekarang kamu janganlah cemas aku akan mempersatukan kalian dan mulai detik ini aku tidak akan menganggu hubungan kalian?"
"Tidak Kak! Kak Bagas tidak bisa seperti ini, kak Bagas salah faham aku tau aku salah karena tidak berkata sejujurnya tapi aku mohon jangan paksa aku untuk kembali aku mohon?"
"Sekarang aku sudah mempersatukan kalian, aku minta mulai saat ini kamu lebih memprioritaskan Bintang dalam hidupmu, Sam! Aku mungkin belum yakin jika kamu akan berubah seratus persen tapi hanya dengan ini aku mampu melihat Bintang bahagia jadi berbahagialah kalian semua, aku harus pergi!"spontan Bintang mencegah Bagas untuk jangan pergi.
Ocehan yang terus saja menyeringai, seakan-akan tak peduli pria tampan itu lantas pergi hanya memberikan kesempatan pada kedua sejoli, Bintang yang niat akan mengejar sigap Samudra menghalanginya.
__ADS_1
"Sudahlah Bintang kakak kamu sudah merestui hubungan kita kembali, dia sudah sepakat mempersatukan kita jadi terima saja aku masih sangat mencintaimu jadi aku mohon beri aku kesempatan kedua aku mohon?"
"Setelah semua yang kamu lakukan padaku kamu masih berharap aku mau memaafkan kamu? Kamu sudah membunuh anak kita? Darah dagingmu sendiri! Apa pantas kamu berkata seperti itu? Ingatlah lebih baik aku mati ketimbang aku harus memberikan kesempatan kedua pada pria seperti anda! Aku memang sangat mencintai anda tapi itu dulu dan sekarang rasa cinta itu telah berubah jadi benci jadi jangan harap aku akan memberikan kamu kesempatan jangan harap!"
Dengan berlari sangat kencang meninggalkan Samudra seorang diri, ia pun berusaha terus saja menghindari Samudra yang masih tetap mengejar.
Akan tetapi sesampainya Bintang di jalanan bukan kelegaan dan pertolongan yang akan ia dapatkan, melainkan sebuah hantaman sangat keras yang tepat mengenai tubuhnya.
Setelah ada sebuah mobil avanza hitam yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi yang akhirnya telah menabrak dirinya, dan membuat tubuhnya pun terpental jauh hingga beberapa kilo meter.
Darah pun mengalir dengan sangat deras di bagian mata, kepala belakang Bintang , kuping dan juga hidungnya setelah menghantam kaca depan tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dan terjatuh pingsan dengan kondisi sudah berlumuran darah.
__ADS_1
"Bintang ...."
BERSAMBUNG.