PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 3." Awal Penghianatan."


__ADS_3

Disisi lain Anindya Camelia teman sejak sedari kecil Bintang, Anindya serasa hancur, mencintai pria yang jelas-jelas tidak menyukainya, melainkan mencintai wanita yang juga menjadi sahabat terbaiknya membuat dirinya serasa hancur bak seperti terkena tusukan bertubi-tubi. Serasa tidak percaya dengan siapa pun lagi, ia memutuskan pergi kesebuah klub malam menikmati setiap cegukan minuman alcohol yang secara perlahan kesadarannya mulai hilang.


"Seperti inikah rasanya sakit hati ketika orang yang sangat kita kagumi secara diam-diam ternyata lebih mencintai wanita lain? Dan yang lebih menyakitkan lagi ternyata wanita itu adalah sahabat terbaik kita yang dimana kita sudah menganggapnya sudah seperti saudara kandung sendiri? Aku sadar akulah yang sedang bermimpi tapi aku harap apa yang aku lihat ini sungguh-sungguh mimpi iya sungguh-sungguh mimpi!"


"Dunia ini tidak adil! Kenapa aku harus merasakan kehidupan yang penuh dengan sandiwara dan paksaan seperti ini, kenapa! Aku sangat mencintai mu Samudra aku sangat mencintaimu tapi kenapa kamu malah dengan teganya menikah dengan Bintang yang tak lain sahabat terbaikku kenapa!" ucap Anindya yang sembari meminum-minuman itu.


Berjalan dengan sempoyongan Anindya terlihat hilang kendali akan minuman beralkohol tersebut. Bahkan dirinya yang hendak ingin masuk kedalam mobilnya terlihat kebingungan lan kesusahan. Tak lama hadirnya Pria yang tidak ia kenal mulai menghampirinya.


"Astaga anda tidak apa-apa? Apa anda butuh bantuan?"


" Samudra! Kamu kenapa ada disini siapa yang telah memanggilmu kemari siapa? Kamu jahat Samudra, kamu sangat jahat!"ucapnya yang secara ngigo.


"Gadis ini kelihatan sangat mabuk berat aku bisa manfaatkan kesempatan ini?"batin Pria itu dengan senyum licik.


"Anda butuh istirahat jadi mari aku antar anda!" Merangkul pundak Anindya disaat kesadarannya mulai hilang.


Entah suatu kebetulan, Samudra yang sedang berjalan kaki sehabis membeli sesuatu dari Alfamart atas permintaan Bintang, pandangannya dikejutkan dengan tanpa sengaja melirik kearah sesosok perempuan yang sedang bersama seorang pria tak ia kenal.


"Itu kan Anindya? Apa yang dia lakukan? Laki-laki itu apa yang ingin dia lakukan?"gumamnya yang langsung mengikutinya.


Pria itu mulai memasukkan Anindya kedalam mobil pria itu sendiri. Tak lama Pria itu akhirnya melajukan laju kendaraannya dengan wajah seringainya.


Sedangkan Samudra yang diselimuti rasa cemasnya tak ingin kalah ia segera melajukan kendaraannya cukup tinggi untuk mengejar mobil yang ditumpangi pria asing tersebut.

__ADS_1


"Panas ...kenapa disini sangat panas sekali aku ingin mandi ... Aku ingin mandi," ucap Anindya dengan matanya yang masih terpejam.


"Iya cantik kamu tenang saja tidak akan lama aku kita akan melakukannya jadi kamu yang sabar ya," balas pria asing yang membelai rambut Anindya Sedangkan Anindya terlihat keringatnya mulai keluar dari wajahnya.


Pria itu yang melihat Anindya masih memakai pakaian seksl, dengan beraninya ia mencium pipi Anindya dengan lancang.


Belum puas pria itu yang melihat bibir mungil merah jambu yang Anindya miliki membuat gairahnya semakin memanas. Sekejap ia ingin melu*at bibir manis yang dimiliki Anindya itu, tiba-tiba mobil langsung menghadang tepat dihadapannya dan mengakibatkan mobil keduanya tak bisa mengendalikan yang akhirnya benturan cukup keras yang membuat depan mobil sedikit ringsek.


Pria itu yang tadinya ingin melakukan niat bejatnya. Seketika pandangannya teralihkan dan langsung keluar dari mobilnya. Kedua keluar pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.


"Ais berani sekali anda memukul-ku!" gertak balik pria itu. Sedetik ia berniat ingin memukulnya tangannya terhalangi lantaran Samudra yang dengan sigap langsung mencengkram tangannya dari hadapan itu juga.


"Itu akibat karena dengan beraninya anda berani mencium Wanita-ku apa anda paham!"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu pukulan lagi tepat mengenai tubuh pria tersebut.


"Lepaskan aku. Kamu? Untuk apa kamu datang kesini dan menjemput-ku kamu itu bukanlah suamiku, iya kamu bukanlah suamiku lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini karena aku tidak akan membiarkan bajingan ini sampai menodai-mu," ucapnya yang tidak mau melepaskan gendongnya.


"Lepaskan aku! lepaskan aku! Kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku," ucapnya yang terus memberontak tapi Samudra tidak menggubrisnya langsung memasukannya kedalam mobil dan menghiraukan pria itu yang terdiam tak berkutik.


Melihat mobil yang ditumpangi Samudra kembali melajukan laju kendaraannya, pria itu nampak kesal .


"Sial gara-gara Laki-laki itu aku gagal mendapatkannya ah!" ucapnya yang langsung menendang sesuatu.

__ADS_1


"Kamu mau bawa aku kemana lepaskan aku! Lepaskan aku!"ucap Anindya yang terus terucap biar pun pandangannya masih terpejam.


Sesampainya mereka disalah satu hotel, Samudra yang memesan satu kamar keduanya lantas masuk, berlalu Samudra merebahkan tubuh Anindya diatas ranjang tersebut.


"Apa yang membuatmu jadi bertindak seperti ini? Kamu seorang wanita tapi kenapa mudah sekali bagimu bermabuk-mabuk'an seperti ini?"


Niatnya yang hendak akan pergi dari ruangan kamar hotel ini. Selangkah ia akan pergi, tangan mungil Anindya mulai meraih tangan Samudra dengan paksa. Akibat tarikan yang kencang keduanya tak bisa terhindar dan sama-sama terjatuh diatas r4nj4ng bermotif putih itu.


"An! Sadarlah kamu sedang mabuk! Kamu sedang mabuk! Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Gak aku akan pernah lepasin kamu Sam! Selama ini aku sudah sangat menyesal melepaskan kamu hanya untuk sahabat terbaikku sendiri. Aku sangat mencintai kamu, aku tidak akan pernah melepaskan kamu yang kedua kalinya tidak! Aku mohon jangan pergi! Jangan pergi!"jawab Anindya yang dalam kesadaran agak berkurang.


"Sadarlah Anindya kamu sedang mabuk! Kamu sedang mabuk!"


Berselimut hawa panas lan g4ir4h yang seketika menyerang pria itu, tatapan licik terus ia layangkan ingin menghindari pandangan indah itu namun lirikannya sulit untuk ia hindarkan. Keduanya yang tak perduli akan hubungan gelap yang tidak seharusnya mereka lakukan.


"Maafkan aku Anindya, maafkan aku!"


SENSOR


Mulai melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan. Keduanya menikmati hawa panas yang seketika menyerang akan keduanya. Si wanita yang terbawa minuman alcohol yang membuatnya tak sadar atas tindakan yang dilakukannya.


Sedangkan si Pria yang tanpa bersalah pada Istrinya, dirinya terus saja melakukan tindakan itu hingga membuat si Wanita yang sedang ia tindih mengerang kenikmatan. Menjambak rambut si Pria yang membuat g4ir4h pria itu semakin menjadi hingga tidak menghentikan akan tindakan brutal keduanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2