
"Clara ada apa? Apa yang membuatmu datang kemari apa ada masalah dengan pekerjaan kamu?"
"Tidak gas! Aku kemari karena ada sesuatu yang penting yang ingin aku katakan sama kamu?"
"Masalah penting? Masalah penting apa maksud kamu?"
"Ini mengenai Bintang!" balas Clara yang spontan pandangan Bagas beralih dengan tatapan serius.
"Bintang? Ada apa dengannya jika kamu ingin membahasnya lebih baik kamu pergi! Karena aku tidak ingin membahas tentangnya!"
"Aku tau Gas kamu sekarang sedang menghindarinya. Aku ingin mengatakan sesuatu soal ini namun hatiku engan untuk mengatakan karena aku takut kamu akan marah! Tapi semakin aku memendamnya aku malah semakin bingung, jadi akhirnya aku memutuskan untuk mengatakan ini, Bintang ... Bintang bekerja disini!"
Beberapa ucapan yang Clara ucapkan namun ketika mengatakan beberapa kata mengenai dimana Bintang bekerja, tatapan Bagas seketika berubah mencekam, tadinya dia yang duduk di-kursi kuasanya, sekejap mata dirinya pun langsung bangkit.
"Apa maksud kamu dia kerja disini?"
"Iya Gas! Kemaren dia cerita dia sedang butuh lowongan pekerjaan, aku yang sadar jika Restoran ini lagi cari pekerja baru akhirnya aku menyuruh Bintang untuk coba melamar disini dan Alhamdulillah dia keterima! Jadi aku mohon jangan marah plis?"
"Sekarang dimana dia?"
"Kamu ingin menemuinya? Kamu sungguh-sungguh ingin bertemu dengan Bintang dan tidak masalah jika dia bekerja disini?"
"Aku ingin menemuinya karena aku akan memecat dia hari ini juga! Dia istri pengusaha kaya raya yang ada Restoran ini akan kena masalah besar jadi cepat suruh dia menghadap ku!"
"Baiklah aku akan menyuruh dia untuk menghadap! Kamu sungguh sangat keterlaluan Gas! Kamu keterlaluan!"
Keluar dari ruangan ini, setibanya ia keluar sudah ada Bintang yang telah menantinya.
__ADS_1
''Clara ada apa denganmu kenapa wajah kamu jadi memucat?"
''Bin ...aku harus ngomong sama kamu bos ingin kamu menghadapnya?"
''Bos ingin aku menghadapnya tapi kenapa?"
''Aku tidak tau mungkin dia ingin menasehati kamu ingat kamu juga pekerja baru di Restoran ini jadi temui lah dia!"
''Baiklah aku akan temui dia!"
''Jangan berfikiran yang tidak tidak ya?"
''Iya Clara !"
''Bos ingin aku menemuinya tapi ada apa? Apa ini ada hubungannya sama kerjaku yang kurang rajin?"batinnya yang sedikit cemas.
''Maaf Pak ada apa? Apa ada masalah yang saya tidak sengaja saya lakukan selama bekerja disini?"ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
Disisi lain seorang Pria sedang santainya disalah satu ruangan istirahatnya yang lain, memperhatikan wanita cantik telah bertemu dengan seorang Pria, pria yang tak lain ialah Bagas sendiri ekspresinya seketika berubah setelah dirinya melihat penampilan Bintang yang sangat berbeda.
"Apa aku tidak salah lihat orang? Saat ini yang aku lihat ini Bintang kan? Kenapa setelah lima tahun aku pergi dia jadi kurus kaya gini? Suaminya itu bisa gak sih ngurus Istri! Masak istri satu aja tidak dibuat gemuk itu keliatan kurus banget pasti dia tidak dikasih vitamin dasar suami pengusaha pelit!"gerutunya dalam ruangan ini, melihat didalam rekaman cctv wajah gerutunya tak henti-hentinya teralihkan.
"Maaf pak seperti yang saya katakan barusan, apa saya ada salah kenapa saya dipanggil kesini?"
"Suruh dia kembali keluar dan ingat suruh Clara untuk masuk sekarang!"ucapnya dalam suara earphone nya, si pria yang sedang ia tugaskan menjadi dirinya pun mendengarkan ucapan tersebut.
"Maaf saya salah memangil orang, harusnya Clara yang kesini apa anda bisa panggil dia untuk kemari!"balas pria itu yang membuat Bintang tak habis pikir.
__ADS_1
"Baik Tuan saya akan panggil Clara untuk kemari maaf, permisi!"
"Baiklah!"
"Aneh! Sebenarnya yang gagal fokus itu clara atau memang si bos yang sudah pikun itu sih?"gumamnya secara pelan.
Perasaan bercampur aduk jadi satu, Clara yang dipenuhi rasa cemas sesekali ia mengintip bolak-balik kesana kemari untuk memastikan apa yang terjadi didalam ruangan itu.
"Kenapa lama sekali Bintang tidak keluar-keluar? Apa Bagas sungguh-sungguh akan memecatnya?"
Tidak lama suara kenop pintu terbuka, langkah kaki seseorang yang keluar dari dalam ruangan itu sekejap membuat perasaannya pun lega.
"Bintang gimana? Apa kamu sudah bertemu dengannya kamu tidak jadi dipecat kan? Maaf aku tidak bisa berbuat banyak untuk membantu kamu, maafkan aku! Maafkan aku!"ucapnya yang berselimut rasa bersalah.
"Kamu bicara apa sih? Aku baik-baik saja aku juga tidak dipecat kok? Yang aneh malah bos aneh itu yang berbalik menyuruh kamu untuk masuk! Katanya dia salah orang? Itu orang tadi bos kita kan?"
''Apa! Jadi bagas belum menunjukkan siapa dia?''batin Clara.
''Hey aku sedang berbicara denganmu?"
''Baiklah aku akan masuk duluan!"
''Siap aku akan doakan kamu tapi ingat kamu jangan cemas!"
''Iya aku tidak akan cemas!"balasnya. Ada apa ini? Kenapa Bagas tidak berkata jujur padahal Bintang sudah ada dihadapannya bahkan mereka sudah dalam satu ruangan?"batin Clara.
BERSAMBUNG.
__ADS_1