PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 54." Kesalahpahaman Bagas."


__ADS_3

"Apa kamu sudah kenyang?"tanya Clara sembari menyuapi bubur.


"Iya aku cukup kenyang sekarang, terima kasih ya?"


"Bintang kamu itu jangan seperti itu, aku sahabat kamu bahkan aku sudah anggap kamu seperti saudara kandungku sendiri?"


"Baiklah kamu memang sahabat terbaikku?"


"Oh iya Bin ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu?"


"Soal apa?"timpal Bintang.


"Aku tau jelas siapa kamu? Bahkan hubungan kamu dengan Samudra aku tau jelas kamu sangat mencintainya jadi katakan kamu tidak lagi mencoba menyakiti perasaan kamu jika aslinya kamu tidak sungguh-sungguh membuka hati untuk Bagas kan?"


"Jujur, sebenarnya aku melakukan semua ini hanya atas dasar kasihan?"balas Bintang yang spontan membuat Clara pun terkejut. Sedangkan Bagas sendiri yang tadinya hendak akan masuk, kini langkah itu sigap terhenti akibat mendengar ucapan itu.


"Kasihan? Apa maksud Bintang bilang kasihan kepadaku?"batinnya yang tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini, lantas ia sengaja menguping dari balik luar pintu.


"Kasihan gimana maksud kamu?"tanya Clara yang ikut penasaran dengan ucapan temannya barusan.


"Aku merasa kasihan karena selama ini Kak Bagas hidupnya sudah sangat menderita akibat mencintai ku. Aku tahu mungkin apa yang aku lakukan ini sangatlah salah karena aku tidak seharusnya melakukan semua ini padanya, tapi setelah aku lihat dia cukup bahagia mendengar jika ada seseorang yang sungguh-sungguh mencintainya dengan tulus jadi itulah alasan pertamaku kenapa aku begitu mencintainya?"


Wajah kecewakannya terlihat jelas, mulutnya seketika bungkam mendengar sendiri kejujuran yang dikatakan Bintang.

__ADS_1


"Sekarang kamu sudah tau yang sebenarnya dan aku minta kamu jangan pernah kasih tau kak Bagas aku mohon?"


"Kamu tenang saja aku tidak akan mengatakan ini pada siapa-siapa termasuk pada Bagas sendiri, tapi saran aku jika kamu tidak mencintainya alangkah baiknya kamu berkata dengan jujur pada Bagas, jika kamu bersikap seperti ini kami malah menyiksa diri


kamu sendiri, belum lagi jika Bagas sudah tahu apa yang akan dipikirkan olehnya, dia pasti sangat kecewa?"


"Saat ini aku tidak bisa memikirkan sampai sejauh ini. Dia teman terbaikku bahkan aku sudah menganggapnya sudah seperti abang aku sendiri, melihatnya menangung semua penderitaan aku rasa hanya dengan jalan ini aku bisa membantu dan membuktikan jika ketulusan seorang sahabat akan muncul jika sahabatnya sedang lagi membutuhkan bantuan."


"Terus perasaan kamu terhadap Samudra apa kamu masih sangat mencintainya?"


"Bohong jika berkata aku tidak mencintainya, sejujurnya aku juga masih sangat mencintai Samudra, tapi apa gunanya cinta jika pada akhirnya cinta itu berbalik malah menusukku?"


"Sebagai sahabat aku hanya bisa mendoakan kamu Bin!"


Melihat Clara keluar dari pintu ruangan Bintang, hati Bagas serasa hancur berkeping-keping, ia pun kembali pergi dengan membawa bekal yang tadinya sudah ia bawa.


"Kamu sangat bodoh Gas! Kamu sangat bodoh harusnya kamu tidak usah terlalu berharap kamu akan mampu dicintai seorang wanita karena itu tidak akan pernah terjadi! Kamu hanyalah seorang malang yang terlalu mengharapkan yang tidak mungkin kamu dapatkan kamu sangat bodoh!"


Seorang wanita berada di taman dan hanya bisa merasakan terpaan angin sepoi-sepoi yang seperti menyentuh wajahnya. Pandangan Wanita itu yang hanya fokus melihat kesemua arah dan lirikan mata yang tanpa henti memandangnya.


"Bintang kenapa kamu masih disini? Disini sangat dingin masuklah!"pinta Clara.


"Tidak Clar, aku lebih senang disini karena mungkin hanya saat ini waktuku untuk bisa memandangi bintang-bintang yang indah di langit sana?"

__ADS_1


"Kamu kenapa berkata seperti itu? Apa sekarang kamu sudah mulai menyerah?"


"Clar tanpa aku perjelas kamu juga pastinya tau jika tidak akan lama aku juga akan m4ti! Bahkan tanpa dugaan kita, aku bisa saja mati sekarang atau tidak gitu ya besok jadi kamu jangan bersikap seolah-olah kamu tidak tau?"


"Kenapa Bin? Kenapa semudah ini kamu putus asa! Semua manusia bahkan aku sendiri juga pastinya akan m4ti tapi kenapa kamu berkata seolah-olah jika kamu sangat senang pergi meninggalkan aku! Jika kamu nanti pergi siapa yang akan mendengar curhatan aku siapa? Kamu sahabatku aku tidak ingin kamu terus-menerus berkata seolah-olah kamu lemah dan menyerah aku tidak mau!"air matanya yang terjatuh tak mampu membendung akan kesedihannya ini.


"Maafkan aku Clar? Maafkan aku jika aku sudah bikin aku menangis maafkan aku?" Memeluknya dengan erat, Bintang kemudian menyudahi pelukannya ketika ingat Bagas tak kunjung kembali.


"Iya Clar. Apa kamu tau dimana Kak Bagas sekarang? Kenapa dia tidak kembali lagi bukankah tadi siang dia bilang hanya sebentar dan tidak sampai semalam ini?"


"Iya Bin, Bagas sepertinya ada kerjaan dadakan, dia hanya memberiku pesan untuk mengasih tau kamu kalau malam ini dia tidak bisa menemanimu. Entah kesibukan apa mungkin ini kerjaan dadakan?"


"Baiklah tidak masalah, kak Bagas juga punya kesibukan lain jadi tidak apa-apa."


"Satu lagi selain itu, besok dia memintamu untuk datang ke Restoran sepertinya dia ada kejutan untukmu?"


"Kejutan?"


"Iya! Sepertinya kejutan, dia hanya berpesan seperti itu?"


"Baiklah besok aku akan datang kesana."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2