PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bonus Bab


__ADS_3

"Oh iya ponsel kita tertukar sekarang mana ponselku?"Lantas Bagas memberikan ponselnya.


"Sekarang mana ponselku?"timpal balik Bagas secara menagih.


"Santai om! Aku bakal berikan ponsel Om tapi tidak semudah menepuk jidat? Aku bakal berikan asal Om beri aku uang saku 100 ribu apa Om bersedia?"


"Apa kamu sedang berlatih jadi gadis matre?"


"Sudahlah sayang kamu berikan saja lagian hanya 100 ribu kan?"sahut Mamanya yang nampak mendukung.


"Baiklah ambil ini!" Mengeluarkan dompet, mengambil satu lembar uang merah.


"Ambillah!"


"Terima kasih, akhirnya dapat uang jajan?"ucapnya dengan tersenyum.


"Kamu tidak seharusnya minta pada Abang kamu? Papa juga bisa memberikan sendiri ke kamu sayang?"


"Sekali-kalilah Pa, aku minta pada saudaraku ini mengecek apa dia ini orang pelit atau tidak tapi ternyata tidak!""


"Sayang ayo bangun ini udah siang nanti kalau kamu telat gimana?" ucap Papanya sembari mencoba membangunkan Putrinya.


"Ah..Papa, Salsa kan masih ngantuk jadi nanti aja ya," jawabnya sedikit merengkek.


"Sayang ini udah jam setengah enam pagi. Apa kamu gak akan sekolah? Apa kamu lupa hari ini hari guru galak yang kamu takutkan yang akan mengajar? Apa kamu mau dapat omelan dari guru kamu itu?" ucap Papanya yang kemudian membuat Salsa seketika langsung terperanjat kaget dan membuka kedua matanya secara lebar setelah sadar apa perkataan mamanya.


"Astaga Mak lampir galak, mati aku, aku telat!" ucap Salsa yang seketika langsung loncat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Papanya yang melihat tingkah Putrinya dia pun terheran.


"Astaga sayang apa kamu harus pake acara loncat segala?" tanya Papanya tapi Putri masih fokus dikamar mandi.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menittan, akhirnya Salsa selesei mandi juga. Seusai mandi ia pun bergegas keluar dari kamar yang kemudian ia menuju ruang makan.


Karena waktu yang sangatlah mepet jadi Salsa gak bisa menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu.


"Ya udah Pa, Salsa berangkat sekarang ya. Karena Salsa sudah telat banget sekarang. Jadi Salsa harus berangkat sekarang!"


"Apa kamu gak sarapan dulu sayang?" tanya Papanya.


"Maaf Pa, Salsa gak bisa! Salsa bener-bener sudah telat sekarang jadi Salsa pamit ya?"


"Baiklah jika itu memang keputusan kamu, berhati-hatilah!"

__ADS_1


"Baik Pa, ya sudah Salsa berangkat dulu ya? Assalamualaikum!"


"Wassalamu'alaikum!"


Dalam perjalanan yang sama, David atau geng kampret nya yang juga sedang mengendarai kendaraan melewati jalanan ini, fokus mereka hilang lantaran bercanda disaat sedang menyetir.


"Woi kamu tuh bisa diam gak sih budek nih kuping denger suara kamu yang hancur banget!"gertak Verrel yang mulai menganggu konsentrasinya.


"Ya elah Ver, bilang aja klu lo tuh iri kan sama suara emas gue makanya lo sewot kaya gini?"balas Gibran dengan pedenya.


"Beh suara emas dari hongkong!"balas Verrel yang menimpalinya.


"Ya ngeledek lagi emang bener kok kalau suara aku tuh bagus banget mirip sama suaranya justin bieber ya kan Verrel ?"tanyanya dengan wajah pede.


"Terserah lah aku gak ikut-ikutan,"balas David yang nampak lesu.


"Ya elah justin Bieber lagi, klu kamu itu mah bukan justin Bieber tapi justin mleber,"balas Verrel dengan cekikikan, David yang mendengar ia hanya menertawakannya secara diam-diam.


"Ya parah Ver lo ngatain gue lagi?"


"Ya elah anak Mami ngambek lagi?"kesel Verrel.


"Ya elah Gibran gitu aja ngambek kamu tuh kayak anak kecil aja sih,"celetuk David ikut menimpali.


"Astaga mati aku! Aku menabrak seseorang?"


"Astaga David kamu itu parah banget sih, itu orang bukan pohon kenapa kamu asal tabrak aja?"celetuk Verrel.


"Iah kamu sendiri yang berisik kenapa malah nyalahin aku sih salahkan si Gibran tuh yang dari tadi bikin kerusuhan, kita harus keluar mengecek kondisinya ayo!"


"Gak! Aku gak mau kalau itu orang ma*i gimana? Aku masih muda banget bahkan aku belum pernah merasakan ci*man jadi aku gak mau dipenjara gak mau!"


"Astaga dalam masalah seperti ini kamu bisa-bisanya bahas soal ci*man, ini nyawa orang ayo kita turun,"ajaknya yang tanpa berkata lagi David langsung turun menghampirinya, keduanya yang melihat David turun mereka lantas langsung menyusulnya.


Bersimpuh diaspal, seseorang yang tak sengaja tertabrak seseorang itu ialah Salsa.


" Astaga kenapa apes banget sih sudah telat sekarang malah tertabrak mobil lagi sial! Sial!"batinnya dengan kesal.


"Maaf-maaf Mbak aku tidak sengaja telah menabrak anda, soalnya tadi didalam mobil ada tikus makanya kami tidak fokus maafkan kami! Maafkan kami!"


"Idih ini orang bener-bener ya ngatain kita tikus lagi parah banget,"gerutu

__ADS_1


"Kamu gak papa kan? Tubuh kamu gak remuk kan?"tanyanya dengan wajah panik.


Sedari tadi Salsa yang tidak memalingkan wajahnya pada pandangan mereka, akhirnya dirinya menatap ke'depan menatap ketiga Pria yang masih dihadapannya dengan terpaan angin yang membuat rambut Salsa yang terurai pun pada beterbangan, kecantikan yang dia hasilkan dengan seketika si trio kampret pun terpesona melihatnya.


"Astaga ini cewek cantik banget,"gumam David yang tidak berkedip sekali pun, kedua sahabatnya yang memandangnya dirinya juga nampak terpesona dibuatnya.


"Astaga mimpi apa ya aku tadi malem kok pagi-pagi gini sudah ada bidadari secantik ini?"celetuk Revan lagi.


"Astaga dia bener-bener cantik banget seperti bidadari yang baru aja turun dari pohon,"balas Gibran yang ngawur.


"Pe*k! Kalau itu mah bukan cewek cantik tapi kuntilanak kampret dasar!"timpal Verrel yang langsung menjitak kepala temannya.


"Suka-suka aku lah mulut-mulut aku kenapa kamu yang sewot sih."


Sedangkan Salsa yang dibuat bingung sama kelakuan mereka akhirnya Salsa pun langsung pergi dan ninggalin mereka tanpa sepatah kata yang ia ucapkan.


"Astaga aku udah kesiangan mendingan aku pergi aja,"batin Salsa yang langsung bangkit dari tempat ia bersimpuh, melihat angkutan umum yang lewat dirinya langsung masuk kedalam.


"Siapa cewek itu cantik banget ya?"gumam David yang tak henti-hentinya berhenti tersenyum.


"Hah mana tuh cewek kok ilang gitu aja kan gue belum kenalan sama dia!" ucap Gibran beralih ia lihat David melamun terus sambil senyum-senyum


"Lah ini orang malah melamun lagi woiii jangan melamun?"


"Eh kamu tuh apa-apaan sih budek nih kuping?"


"Lagian kamu sendiri siapa yang suruh malah melamun gitu udah-udah kita mendingan cepat berangkat ke sekolah udah siang nih!"


Kembali melanjutkan lagi laju kendaraannya, tak membutuhkan waktu yang lama ketiganya akhirnya sampai disalah satu sekolah yang cukup keren dijunjung banyaknya pelajar dari kalangan kaya raya.


David, Verrel dan juga Gibran yang melintasi koridor kampus, mereka dibuat terpana setelah melihat tatapan semua cewek-cewek cakep pada melihatnya dengan tatapan tersipu malu.


" Gila cewek-cewek pada lihatin kita berarti itu artinya kegantengan kita tuh sudah kelewatan batas ya?"celetuk Verrel dengan pedenya.


" Gila beruntung banget ya gue punya wajah setampan ini?"timpal Gibran yang ikut-ikutan.


" Astaga kalian tuh kenapa sih pada pede banget kalau kalian tuh tampan? Jika kalian memang benar-benar sangat tampan kenapa sampai sekarang kalian masih juga jomblo?"balas David yang membuyarkan kepedean kedua temannya.


"Terus apa bedanya sama kamu apa? Kamu sendiri juga masih jomblo sampai sekarang?"balas Gibran yang menyindirnya.


"Tingal bilang senasib gitu aja gampang kan?"balas Gibran.

__ADS_1


"Sudah kita masuk ke kelas sekarang!"



__ADS_2