PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 4." Pemikiran yang licik."


__ADS_3

Kini malam berselimut awan mendung mendukung akan suasana gelap gurita lan sejuk ini akan tindakan keduanya. Masih sama-sama terbaring tergeletak tidak sadarkan diri, gerakan jari tangan dari seseorang itu perlahan-lahan mulai akan menyadarkan akan dirinya.


Matanya yang perlahan-lahan terbuka dengan pelan telah menunjukkan jika dirinya akhirnya tersadar setelah beberapa beberapa jam terbaring di ranjang, ditemani sesosok laki-laki yang ia kenal, melihat tubuh keduanya bug1l tanpa adanya sehelai pakaian yang tertempel membuat wanita itu tak percaya atas apa yang barusan ia lakukan pada pria yang jelas-jelas suami dari sahabat terbaiknya sendiri.


"Ti ...tidak! Ini tidak mungkin? Aku ...aku tidak mungkin melakukannya tidak! Tidak!"


Terdengar suara tangisan yang mengema disampingnya. Pria yang tadinya tertidur pulas kini kedua kelopak matanya terbuka dengan lebarnya, melihat wanita yang ia kenal menangis disampingnya dirinya seketika bangkit.


" Anindya Kamu? Maaf! Aku ...aku!"


"Jahat! Kenapa kamu sejahat ini sama aku! Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menodai ku, kenapa? Belum puas kamu membuat hatiku hancur akibat pernikahan kalian kenapa kamu malah menodai ku, kenapa?"


"Anindya Maafkan aku! Maafkan aku! Aku terlalu gegabah melakukannya? Aku terlalu terbawa suasana tadi maafkan aku jika aku telah menodai mu maafkan aku! Maafkan aku!"


"Maaf! Apa kamu pikir dengan kata maaf kamu mampu membalikkan keadaan? Aku sudah tidak suci jika tiba-tiba aku hamil tanpa suami apa mendapat orang mengenai diriku, kamu jahat Sam! Kamu jahat!"

__ADS_1


"Aku mohon maafkan aku! Maafkan aku! Aku janji aku akan bertanggung jawab aku janji! Aku janji!"


"Bertanggung jawab? Jika kamu akan bertanggung jawab gimana dengan nasib Bintang? Kamu pikir hatinya terbuat dari batu yang dengan gampangnya menerima semua ini? Dia sahabatku tidak ada sahabat yang mau membagi hati suaminya tidak ada!"


"Terus apa yang ingin kamu lakukan apa kamu akan membiarkan calon janin itu tumbuh tanpa adanya seorang ayah?"


"Biarkan aku sendiri! Pergi!"


Berlari menghindarinya, menjauh Samudra yang akan tambah membuatnya sakit.


Berbeda dikediaman Bintang, jam yang sudah menunjukkan pukul 21:00, tapi hampir selarut itu dirinya dengan setia menunggu akan kehadiran Suami yang tak kunjung pulang.


Terdengar suara mesin mobil yang sudah parkir dihalaman rumahnya. Tau siapa pemilik mobil itu ia lantas keluar, dan benar saja jika seseorang itu adalah suaminya.


"Mas Sam, kamu darimana aja kok kamu bisa pulang sampai selarut ini kamu tidak terkena masalah kan?"

__ADS_1


"Tidak kok sayang, tadi di kantor ada meeting dadakan, ponselku baterainya habis dan disana juga tidak ada cas, aku yang lupa membawanya dari rumah maaf jika aku sudah membuatmu panik maaf ya? Dan ini pesanan kamu maaf aku lama ya?"


"Kamu tidak bohong kan?"


"Apa dari wajahku ini sangat kelihatan jika aku berbohong?"


"Tidak! Aku tidak melihat ekspresi mencurigakan yang aku lihat aku melihat kamu seperti sangatlah kelelahan, kamu pasti sangat kecapean seharian jadi sudah mendingan kamu cepat mandi dan beristirahatlah kamu kelihatan sangat capek cepat mandi!"


"Baiklah terima kasih sayang kamu masih mau percaya dan tanpa mencurigai ku ya sudah aku pamit mandi dulu, kamu juga istirahatlah kamu juga kelihatan sangatlah mengantuk!"


"Iya sayang!"


"Ayolah Bintang kenapa otakmu ini terus saja berfikir yang tidak-tidak mengenai Suamimu, dia itu sudah keliatan sangat kelelahan jadi janganlah banyak berkata atau pun banyak mencurigainya yang tidak-tidak!"


Memasuki kamar mandi, melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya, nampak beberapa tanda merah yang terdapat pada dada bidangnya telah menandakan jika kejadian tadi sungguhlah tidak bermimpi.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Samudra? Apa kamu sudah gila! Apa kamu segila ini menodai teman yang sudah istrimu anggap seperti saudara kandungnya sendiri? Apa kamu sudah gila! Maafkan aku Anindya gara-gara adanya penyakit kejantanan ini aku harus merelakan kamu yang harus jadi korbannya. Maafkan aku juga Bintang mungkin setelah kamu tau perbuatan Suamimu ini kamu mungkin akan menceraikan ku, tapi aku tidak bisa jika hubungan kita akan secepat itu kandas, aku sangat mencintaimu jadi mana mungkin aku akan rela jika hubungan rumah tangga ini hancur dengan begitu saja, sama halnya seperti Anindya aku juga pernah mencintainya sadar kita dulu pernah satu SMA jadi aku tidak bisa jika harus memilih diantara kalian aku tidak bisa! Maafkan aku! Maafkanlah aku!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2