PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab." Awal Mula Penderitaan."


__ADS_3

Setelah ditangani oleh Dokter, Samudra pun merasa sangat khawatir bahkan dia belum merasa sangat lega jika belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Anindya.


"Kenapa dokter lama banget sih, Sebenarnya dokter itu lagi memeriksa kondisi Anin atau apa sih?"Kemudian Dokter pun keluar.


"Dokter? Gimana apa yang terjadi dengan dia dok, apa dia terluka atau dia mengalami luka dalam yang serius, katakan dok?"ucap Samudra yang kelihatan begitu sangat khawatir.


"Sudah anda gak perlu sek khawatir itu? Istri bapak dia baik-baik saja? Dia pingsan karena sudah pada umumnya terjadi pada ibu-ibu yang baru mengalami usia kehamilan muda seperti yang dialami istri bapak saat ini?"


"Tunggu maksud dokter dia ... dia hamil?"ucap Samudra yang begitu sangat terkejut setelah mendengar apa yang barusan dikatakan Dokter ini kepada dirinya.


"Iya istri bapak sedang hamil, dan usia kehamilannya sudah memasuki usia 3 minggu selamat ya pak! ya sudah saya tinggal dulu?"


"Silahkan!"

__ADS_1


Setelah perginya dokter. Samudra pun bener-bener tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Seketika dia menjadi lingkung.


Setelah mengetahui semuanya, Samudra yang juga melihat Anindya sudah siuman. Tanpa berfikir lagi Samudra tiba-tiba langsung memeluknya.


"Lepasin! Apa yang kamu lakukan sekarang, mendingan sekarang aku minta kamu pergi dari sini, karena aku gak mau melihatmu berada disini jadi cepat pergilah!"ucap Anindya yang menyuruh Samudra untuk pergi dari sini. Akan tetapi melihat kehadirannya tidak diinginkan oleh Anindya. Tidak membuat Samudra putus asa, malah membuat Samudra tetep tidak mau pergi dari tempat ini walaupun sudah beberapa kali ia mengusirnya.


"Sudahlah? Sudah gak ada gunanya lagi kamu berusaha untuk mengusirku? karena sampai kapanpun. Aku gak akan pernah lagi meningalkan kamu?"jawab Samudra dengan sangat tegas.


"Sebenarnya apa yang kamu mau? Kenapa kamu selalu menggangguku?"


"Aku gak tahu apa maksud dari pertanyaan yang kamu katakan barusan, jadi daripada aku mendengar omong kosong mu. Lebih baik aku pergi saja!" jawab Anindya yang akhirnya berusaha untuk menghindari Samudra. Dan berusaha untuk pergi akan tetapi Samudra yang melihat Anindya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ini. Dia pun akhirnya menekan Anindya dengan memojokkan Anindya disalah satu pojokkan ruangan dan memegang kedua pundak Anindya.


"Aku tanya sekali lagi? Siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini?"tanya Samudra yang dengan tatapan tajamnya. Membuat Anindya pun agak terlihat takut.

__ADS_1


"Apa yang pak Samudra lakukan.Kenapa kamu bersikap seperti ini? Harus bilang berapa kali lagi aku gak ngerti maksud dari ucapan kamu!"


"Oh baiklah jika melihat kamu yang seperti ini, berarti sudah menunjukkan jika memang benar dugaanku selama ini. Kalau aku lah Ayah dari anak yang kamu kandung saat ini kan. Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku! Kenapa kamu gak pernah berkata jujur padaku? Dan mungkin ini alasan kenapa kamu selama ini berusaha untuk menghindari ku? Kenapa kamu diam ayo jawab!"bentak Samudra yang membuat Anindya pun terkejut, akhirnya Anindya pun mengakui semuanya.


"Iya memang kamu Ayah dari anak yang aku kandung saat ini? Terus apa yang inggin kamu lakukan? Apa kamu akan menikahi ku dan mempertanggung jawabkan perbuatan bejat yang sudah kamu lakukan padaku? Sudahlah mendingan kamu lupakan sajalah aku.Dan anggap saja kalau diantara kita gak pernah ada apa-apa? Karena tanpa kamu harus bertanggung jawab, aku akan merawat anak ini dengan penuh kasih sayang. Jadi aku minta mendingan kamu pergi dari kehidupanku saja? Karena dengan kehadiran kamu disini akan malah membuat luka baru didalam hatiku jadi mendingan kamu pergi jauh dari kehidupanku saja, kalau perlu kamu gak usah kembali menampakkan wajah kamu di hadapanku. karena itu yang ada akan membuatku tambah semakin membencimu!"jawab Anindya yang juga memalingkan wajahnya dari samudra. Karena dia sudah gak sanggup lagi untuk melihat wajah orang yang ada dihadapannya itu.


" Tapi jika itu semua tidak aku lakukan apa kamu akan tambah membenciku?" Menarik pergelangan tangan Anindya, mengunci pandangan Anindya agar tidak bisa ia alihkan, sesaat tanpa dugaan samudra memberikan satu kecup4n manis telah ia dapat setelah tanpa aba-aba Samudra dengan sengaja mengecupnya, dengan perasaan tak percaya, Anindya seketika terdiam.


"Lihat? Apa dengan kecupan ini kamu tidak akan percaya jika aku akan mempertanggungjawabkan perbuatan ku? Jujur selama ini, sejak kita duduk dibangku SMA bahkan sebelum aku menikah dengan Bintang aku sudah terlebih dulu mencintai mu, jadi ijinkan aku untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku aku mohon!"


"Apa kamu serius dengan ucapan kamu?"


"Apa dari mataku ini sudah terlihat jelas jika aku tidak lagi sungguh-sungguh?" Memberikan satu pelukan hangat untuknya, Anindya yang tak bisa berkata diselimuti rasa tangisannya ia hanya pasrah ketika tubuhnya mendapatkan dekapan hangat dari seorang pria yang jelas-jelas sudah menjadi suami dari sahabat terbaiknya sendiri.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2