PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 53." Air Mata Seorang Ibu."


__ADS_3

"Anda yang sabar mendingan sekarang anda banyaklah berdoa agar Putri anda bisa melewati masa sulitnya ini. Karena tindakan medis tidak mampu lagi untuk menyelamatkan putri anda jika kondisinya nanti sudah sangat memburuk . Kalau pun dengan tindakan operasi mau kemoterapi semua itu sudahlah percuma karena kanker otak yang diderita oleh putri anda sudah melewati batas dan sudah sangat parah. Bahkan sekarang kornea mata sudah memiliki tanda akan terkontaminasi tak lama mungkin menjalar ke organ jantung, ginjal mau pun hati perlahan-lahan juga mulai akan terkontaminasi jadi bersabarlah dan ikhlaskan untuk menerima kepergiannya nanti,"ucap Dokter yang memberikan kejelasannya.


Tubuhnya seketika tersungkur jatuh kebawah dan tidak mampu lagi untuk menopangnya.


"Ya sudah saya permisi dulu."


"Baik Dok,"balas Bagas setelah perginya Dokter, Bagas ikut bersimpuh ia menyuruhnya untuk berdiri tapi Bagas menolaknya.


Dan akhirnya membuat Bagas ikut bersimpuh duduk dilantai disampingnya.


"Saya tahu pasti Mama sangat bersedih untuk mengikhlaskan kepergiannya. Tapi sadarlah setiap manusia pada akhirnya kita juga akan mati sama halnya seperti kita, jadi bersabarlah Mam! Ikhlaskan Bintang ikhlaskan dia."


"Apa saya boleh bertanya sesuatu pada Mama?"tanya balik Bagas.


"Silahkan tanyakanlah?"balas Mamanya.


"Apa Mama percaya jika orang yang sudah mati mereka bisa berkumpul di Surga nanti? Apa setiap pasangan yang saling mencintai dan tidak ditakdirkan berjodoh di dunia. Akan kembali bersatu di Surga nanti?"

__ADS_1


"Kenapa pertanyaan kamu sangatlah sulit. Setiap orang ditakdirkan untuk mengenal apa itu cinta. Bahkan cinta, kita tidak tahu kapan dan dengan siapa cinta itu bisa hadir dan berlabuh dalam hati kita. Karena Tuhan sudah mengatur jodoh kita masing-masing. Biar pun di dunia kita ditakdirkan bersama dan berkeluarga dengannya, belum tentu di Surga mereka akan bersatu. Sama halnya dengan jodoh Bintang, jika dia benar-benar jodoh kamu yakinlah jika nanti ia akan terus menunggumu di pintu Surga. Jadi bersemangat lah!"


"


"


"


Mata hitam nan pekat itu mulai perlahan terbuka, mata indahnya mulai melirik ke segala penjuru arah. Langkahnya yang tadinya berhenti kini ia pun mulai bangkit dan bergegas ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan Bintang dimana ia terbaring diatas sana .


Tertidur bersebelahan disamping Bintang, dan menggenggam erat tangannya tak lama Bintang terlihat mulai membuka kedua kelopak matanya. Membuka perlahan-lahan matanya ia merasakan jika ada sentuhan kedua tangan mungil yang melingkari lengan tangannya.


Menyadari dan mengingat aroma parfum, Wanita tersebut ia tahu siapa seseorang yang berani memeluk lengannya.


"Kak Bagas? Apa ini kamu?" tanyanya yang kemudian Bagas pun terbangun.


"Bintang kamu sudah sadar? Kamu bagaimana bisa tau kalau ini aku?"ucapnya yang bisa merasa sangat lega.

__ADS_1


"Aku bahagia Bin. Aku sangat bahagia akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum seperti ini. Tuhan apa kamu benar-benar tega kepada hamba dan tega memisahkan kami berdua dengan cara seperti ini hingga yang kedua kalinya. Hamba akui kita masih sangatlah punya banyak dosa bahkan sangat sulit untuk dimaafkan kan. Tapi hamba mohon sebelum dia pergi meninggalkan hamba, hamba mohon tolong berilah dia kesempatan yang kedua kalinya hamba mohon!"


Batin yang terus berkata tanpa henti. Menatap wajahnya secara diam-diam hinga jatuhlah air mata yang sedari tadi telah ia tahan. Tanpa dasar buliran air mata itu tepat mengenai telapak tangan Bagas.


"Kak Bagas kenapa menangis? Apa kakak sedang menangis melihat kondisiku yang menyedihkan ini. Aku tahu kenyataan ini sangatlah pahit tapi sadarlah biar pun kakak menangis itu yang ada akan tambah membuatmu terluka. Jadi usap lah air mata kakak, hidupku sudah tidak lama lagi bahkan kapan dan dimana aja Tuhan bisa mengambil nyawaku dan sebelum semua itu terjadi aku ingin mulai sekarang hari-hari ku dipenuhi dengan kebahagiaan jadi bisakah kak Bagas kabulkan permintaan aku ini. Bisakah kak Bagas membantuku untuk janganlah menangis karena aku tidak mau diantara kita ada yang menangis lagi jadi kak Bagas bersedia kan?"


"Iya aku bersedia mengabulkan permintaan kamu, sebelum itu aku ada urusan sebentar kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal sebentar?"


"Iya kak gak papa kok, kak Bagas juga ada kerjaan penting lagi jadi silahkan kak."


"Kamu janganlah cemas! Biarpun aku tidak bisa menjagamu aku akan memangil Clara untuk menemanimu sekarang!"


"Ya sudah sebentar lagi Clara akan datang, aku pamit pergi dulu cepat hubungi aku jika kamu ada masalah!"


"Iya kak, kakak tenang saja aku baik-baik saja kok, belum lagi ada Clara yang menjagaku aku yakin seratus persen aku akan aman!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2