
Seseorang berjalan dengan santainya, menghampiri salah satu meja karyawan dirinya lantas bertanya pada wanita yang menjadi karyawan disalah satu Perusahaan yang ia injak ini.
"Apa tuan Samudra ada di kantor?"tanya seseorang itu yang tak lain ialah Bagas sendiri.
"Apa Tuan sudah buat janji pada tuan Samudra?"tanya balik wanita itu.
"Berhubung saya teman semasa SMA, dan kita terpisah karena aku pindah ke Amerika akhirnya hubungan kami mulai terpisah setelah aku kehilangan nomor ponselnya, tujuanku kemari hanya untuk menemuinya tapi jika tidak boleh baiklah tidak apa-apa." Dirinya yang pasrah dan berniat akan pergi namun wanita itu menghalanginya.
"Baiklah karena anda teman terdekatnya saya akan mengijinkan anda untuk ketemu, tunggulah aku akan mengantar anda keruangan pak Samudra?"
"Baiklah!"
Setibanya didepan ruang atasan seseorang itu memencet tombol masuk, sepasang manusia yang sedang bermain dengan leluasa diatas sofa itu, kini mereka kalang kabut buru-buru merapikan pakaiannya kembali, melihat dilayar pengintai dirinya lantas bertanya.
"Ada apa? Apa ada masalah?"
"Bukan tuan! Tujuan saya memangil anda ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda?"
"Siapa?"tanya balik Samudra.
"Katanya dia teman anda?"
__ADS_1
"Baiklah suruh dia masuk!"
"Baik Tuan!"
"Aneh! Sejak kapan ruangan kerja seorang CEO ada kode rahasianya seperti ini?"gumamnya dengan menggelengkan kepalanya.
Pria berjas hitam itu lantas masuk, setibanya dirinya masuk keruangan itu pandangan Anindya mau pun Samudra keduanya tidak percaya dengan siapa mereka berhadapan saat ini. Tatapan satu sama lain mulai bertarung dengan melotot tajam, keduanya yang hanya terfokus pada tatapan mereka Anindya mulai angkat bicara.
"Kamu? Apa tujuan kamu kemari?"tanya Samudra.
"Harusnya aku yang tanya tindakan apa yang barusan kalian lakukan diruangan ini?"
"Sudahlah langsung saja! Apa tujuan kamu datang kemari? Apa tujuanmu kemari anda hanya ingin memamerkan kesusksesan anda ini? Ternyata sedari dulu anda tidak berubah ya?"
"Apa maksudmu? Jika kehadiranmu hanya ingin menunjukkan kesombongan anda langsung perjelas jangan setengah-setengah!"
"Astaga kamu masih bisa untuk menyangkal! Katakan saja kalian ini sebenarnya ada hubungan yang serius kan?"
"Sekarang aku tau apa tujuanmu kemari hanya ingin memamerkan keberhasilan kamu sekaligus mulai ingin merebut Bintang dariku kan?"
"Tidak penting apa tujuanku kemari! Kembali ke Jakarta yang jelas aku punya tujuan awal tapi tidak bersangkutan dengan Bintang! Tapi jika dugaan-ku benar jika kalian ada hubungan maka jangan salahkan aku kalau aku akan melakukan tindakan yang semestinya harus aku lakukan! Baiklah tujuanku kemari aku hanya ingin melihat-lihat saja, datang kemari aku sudah mulai mendapatkan petunjuk terang, ini sudah membuatku tambah semakin yakin, baiklah tidak ada alasan aku untuk tetap disini!"
__ADS_1
Langkahnya kembali menuju keluar dari ruangan ini, kedua manusia itu seketika bertanya-tanya apa maksud dari ucapannya tersebut.
"Sebenarnya apa maksud dia? Dia datang seolah-olah ingin menghakimi kita apa dia tidak sadar dengan siapa dirinya berhadapan saat ini?"
"Tapi Itulah yang sesungguhnya terjadi! Bagas bukan hanya berkata omong kosong tapi ucapannya memangnya benar jadi apa yang perlu disalahkan?"timpal Anindya secara langsung.
"Kamu ngomong apa barusan? Aku tidak salah dengar kan?"
"Sam! Aku rasa dengan kembalinya Bagas itu akan memberikan pengaruh baik pada kita?"
"Pengaruh baik gimana maksud kamu?"
"Sam! Biarkan Bintang bersama dengan Bagas? Aku tau Bagas sangat mencintainya dan ijinkan mereka untuk bersama agar hubungan kita tidak ada penghalang lagi?"
"Kamu pikir ada seorang Suami yang akan rela jika Istrinya akan direbut oleh Pria lain?"
"Terus apa bedanya sama kamu? Kamu sendiri juga telah tega mengkhianatinya jadi untuk apa kamu harus memikirkan kebahagiaan Bintang jika pada akhirnya kamu sendiri yang menjatuhkannya kedasar jurang?"
"Kamu tidak paham An! Jadi percuma jika kita bicara panjang lebar! Aku harus pergi!"
"Sam! Kamu mau kemana kita belum selesai ngomong! Sam!"
__ADS_1
Memangilnya beberapa kali namun teriakannya hanya dianggap angin yang lalu.
BERSAMBUNG.