PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 42." Keperdulian Bagas."


__ADS_3

Langkahnya yang perlahan mulai menjauhi Bintang, tapi tiba-tiba perasaan aneh pun terjadi pada Bagas. Sesekali ia memandang balik kearah Bintang biar Bintang tidak menyadarinya.


"Kenapa lagi-lagi perasaan ini jadi merasa lega setiap kali aku ada didekatnya. Apa ini tanda jika aku telah gagal melupakannya? Jika perasaan ini semakin bertambah apa mungkin perasaanku akan mampu terbalas sadar jika wanita yang aku cintai telah jadi milik orang lain?" Kembali berjalan dan tidak menggubris akan perasannya saat ini.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya. Bintang yang sudah sangat bersemangat ia pun terduduk disalah satu cermin riasnya sembari menyisir rambutnya secara perlahan. Akan tetapi belum juga ia selesai menyisir pandangannya dibuat terkejut setelah ia menyadari jika rambutnya mengalami kerontokan yang cukup parah.


"Perlahan-lahan semua telah meningalkan aku mulai dari Papa dan sekarang rambutku jujur aku takut jika waktunya tiba nanti. Rumah besar dan megah yang jadi tempat tinggal ku akan berubah menjadi tanah yang berwarna cokelat yang dimana akan jadi tempat tingalku selanjutnya. Sedangkan pakaian yang rapi, bagus dan berharga sangat tinggi akan berubah menjadi kain berwarna putih yang nantinya akan menyelimuti tubuhku, Tuhan aku mohon tolong kasih aku waktu untuk membahagiakan orang yang sangat aku cintai..dan beri waktu aku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari sekarang. Karena hambamu ini hanyalah manusia lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa terkecuali hanya bisa meminta pertolongan kepadamu..hamba mohon.."


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu telah terdengar, dirinya lantas keluar melihat Bagas sudah ada didepan pintu.


"Ada apa kak?"tanya Bintang.


"Sekarang waktunya sarapan pagi mari makanlah!"


"Baiklah!"


"Aku tunggu ya?"


"Iya kak." Beranjak pergi dari kamarnya, dirinya lantas menghampiri meja makan yang sudah tersedia menu nasi goreng khas buatan Bagas sendiri, sesekali ia melirik Bagas namun yang Bagas lakukan seperti tersipu malu.

__ADS_1


"Kak? Ini semua kak Bagas yang menyiapkan sekaligus memasak?"tanya Bintang tidak percaya.


"Iya, aku sengaja bangun lumayan pagi agar kamu tidak telat untuk sarapan, tadi malam aku tau kamu belum makan apa-apa dan aku juga merasa tadi malam kamu juga tidurnya kurang nyaman, jadi mungkin jika kamu cepat sarapan cacing yang ada diperut mu tidak akan mengamuk, ya sudah cepat sarapan lah!


"Maaf ya kak akibat kehadiran ku disini aku malah membuat kak Bagas repot, ini sudah seharusnya jadi tangung jawab seorang Istri biarpun pernikahan kita hanya atas dasar salah faham sudah seharusnya aku membuatkan sarapan untuk kakak?"


"Kamu jangan pernah sungkan? Aku melakukan ini semua atas niatku sendiri jadi sudah jangan banyak tanya cepat kita makanlah!"


"Baik kak!"


Tinggal hanya berdua keduanya mulai menikmati nasi goreng tersebut, sesekali Bintang lagi-lagi menatap Bagas yang dirinya juga ikut lahap menikmati nasi goreng yang barusan dibuatnya sendiri. Beralih tatapan Bagas melirik Bintang yang juga mencoba berpaling darinya.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka dengan nasi goreng buatanku?"tanya Bagas berhenti sejenak memakannya.


"Bukan kak, aku hanya merasa apa yang kak Bagas lakukan terlalu berlebihan? Jika kak Bagas seperti ini aku yang malah tidak enak sama Kak Bagas?"


"Baik kak aku tidak akan pernah menghindar lagi dari kak Bagas. Bahkan mengijinkan ku tingal disini kebaikan apalagi yang sudah seharusnya aku balas untuk kak Bagas?"


Tatapan keduanya yang fokus pada arah pandangan satu sama lain, menatap sedikit lama bersamaan dengan lamunannya ketukan pintu lagi-lagi terdengar spontan menyadarkan lamunan akan keduanya.


"Ada tamu pagi-pagi gini? Kira-kira itu siapa apa itu Samudra?"


"Tidak! Kamu tenang saja Samudra tidak akan tau kalau kamu ada disini, itu pasti Bibik Ira?"


"Bibik Ira? Siapa dia?"

__ADS_1


"Aku sengaja memangil asisten rumah tangga karena aku rasa aku sangat membutuhkannya, belum lagi kamu sendirian disini aku tidak akan mungkin tega jika tidak ada seseorang yang akan menjaga kamu nanti!"


"Kak Bagas jangan seperti itu, aku hanya sakit biasa penyakitku ini juga masih mampu untuk aku gunakan melakukan tindakan yang lain, jadi tidak seharusnya kak Bagas mencarikan asisten untukku juga?"


"Tidak apa-apa Bin, ini demi kebaikanku juga jika kamu aman dirumah aku juga akan tenang untuk kembali bekerja, ya sudah sekarang sudah waktunya aku untuk berangkat aku pergi dulu ya?"


"Iya kak berhati-hatilah!"


"Kamu juga berhati-hatilah jika ada tamu yang tidak kamu kenal jangan dibuka. Dan ingat selalu waspada untuk mementingkan keselamatan kamu sendiri ya?"


"Iya kak aku akan pegang omongan kak Bagas, ya sudah berhati-hatilah!"


"Bik, aku titip Adikku ya?"


"Iya tuan, tuan tenanglah saya akan menjaga Nyonya Bintang tuan tidak perlu cemaskan soal itu,"ucap Bibik balik.


"Ya sudah saya tingal dulu?"


"Baik tuan!"


"Jaga diri kamu baik-baik bin?"


"Iya kak Bintang akan jaga diri Bintang baik-baik, kak Bagas juga hati-hati ingat jangan ngebut?"


"Oke paham anak manis!"balasnya sembari membelai pipi mungil Bintang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2