PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 28." Kanker otak."


__ADS_3

Pagi dengan cepatnya telah berganti menjadi malam, bintang-bintang yang biasanya bersinar terang kini nampak gelap gurita yang dipenuhi akan gumpalan awan mendung.


Sesosok wanita cantik dengan siaga berdiri dipinggir jalan menunggu akan kendaraan umum yang lewat. Kesendirian yang dialami tak menimbulkan rasa kekhawatiran yang takut akan adanya sesuatu yang tidak diinginkannya. Menunggu dan terus menunggu namun apa yang ia harapkan nyatanya tidak menunjukkan hasil yang ia dapat.


Sesekali melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 21:00 malam, kekhawatirannya mulai muncul setelah dari arah timur melihat dua orang yang sedang mabuk melirik dirinya dengan tatapan mencurigakan, tak ingin sesuatu terjadi ia lantas mencoba untuk lari namun lagi-lagi kesempatan tak berpihak padanya hendak akan lari namun sesuatu telah terlebih dulu menyerangnya.


"Astaga kenapa rasa sakit ini harus kambuh disaat seperti ini?"


"Lihat dia, dia kenapa?"


"Hey cantik kamu kenapa apa kamu butuh pijatan dariku?"


"Aku minta kalian pergi aku mohon!"


Tubuhnya yang lalu tersungkur jatuh terkapar diatas dengan keadaan tak sadarkan diri, kedua pria yang sudah terpengaruh alcohol keduanya hendak akan membawanya namun belum sempat menyentuh tendangan kasar akhirnya seseorang layangkan dan sekejap kedua pria itu pun berbalik tersungkur bergelimpangan.


"Siapa anda? Berani sekali anda menganggu kita?"


"Aku minta kalian sekarang pergilah jika tidak ingin aku memberikan pelajaran ke kalian, pergi!"tegas Pria itu yang tak lain ialah Bagas.


"Sudahlah kita pergi kepalaku lumayan sakit nih?"ucap temannya.

__ADS_1


"Baiklah!"balasnya yang lalu mengikuti langkah temannya.


Kedua makhluk itu mulai pergi dari hadapan Bagas, melihat Bintang yang masih tak sadarkan diri dia lantas membopong dan memasukkan kedalam mobil.


Melihat darah kental dengan derasnya mengalir dari sudut hidung Bintang sesekali Bagas mengusapnya dengan tisu.


Dokter yang memeriksanya, sedangkan Bagas yang dengan setia dan rasa kekhawatiran dirinya menunggu akan hasil pemeriksaan Dokter didalam sana. Tak menunggu lama Dokter itu pun keluar segera menghampiri Pria yang nampak cemas tidak karuan itu.


"Maaf kalau boleh tau siapa anda? Apa anda kenal dekat dengan Pasienku?"


"Iya Dok! Saya kebetulan sahabat pasien, tadi saya tidak sengaja melihatnya jatuh pingsan makanya saya larikan dia kerumah sakit, tapi sebelum itu saya ingin tanya mengenai kondisi sahabat saya ini, dia sering mimisan apa dia sangat kecapean makanya imbasnya daya tahan tubuhnya jadi tidak normal seperti ini?"


"Jadi anda belum tau kondisi apa yang terjadi pada teman anda ini?"


"Saya sangat bersyukur akhirnya menemukan keluarga dari pasien saya ini, dia sangat butuh seseorang dan dengan bertemu dengan anda saya sangat bersyukur!"


"Kenapa Dok? Jika ada apa-apa katakan apa yang terjadi jika teman saya hanya mengalami kecapean untuk apa dia harus didukung harusnya dia hanya perlu banyak istirahat?"


"Tapi masalahnya saat ini bukan itu? Ini bisa dibilang lebih parah dari dugaan anda, teman anda dinyatakan mengidap kanker otak yang dikatakan penyakit ini sangatlah sulit untuk disembuhkan. Bahkan 50 persen orang-orang yang menderita penyakit ini harus terima kekalahan jika penyakit yang telah menguasainya ini?"


"Apa! Ka ...kanker otak? Tidak! Katakan sekali lagi apa yang Dokter katakan tadi tidaklah benar kan?"

__ADS_1


"Saya tidak bisa bercanda dalam urusan penyakit? Apa yang saya ucapkan ini fakta! Teman anda dinyatakan mengidap kanker sekaligus tumor otak yang kapan saja penyakit ini mampu menyiksa penderitanya dengan siksaan yang amat menyakitkan. Bahkan bisa dibilang rasa sakit ini 100 banding dengan tusukan yang menimpa si penderita jadi sebagai teman, anda harus anda mendukung dan memberikan dia support untuknya karena dia sangat butuh dukungan saat ini?"


"Kira-kira dengan cara apa kita mampu memperlambat penjalaran sel-selnya? Yang saya ketahui seseorang yang mengidap penyakit ini cepat sekali merambat dan kira-kira kanker ini sudah masuk ke stadium berapa?"


"Dalam pemeriksaan ini saya akui penjalarannya memang sangatlah cepat! Sekarang kanker ini masuk ke stadium 2!"


"Apa teman saya ini sudah tau akan kondisinya? Kira-kira apa yang dilakukannya untuk mencegah penyakit ini apa dia sudah melakukan cuci darah misalnya?"


"Sampai saat ini pasien belum bertindak apa-apa, yang saya lihat teman anda sudah pasrah akan keadaannya ini. Bahkan saya rasa selain anda yang tau kondisinya ini dia sepertinya tidak memberitahukan kondisinya pada orang lain termasuk pada keluarganya sendiri?"


" Dia anak yang keras kepala, terima kasih atas penjelasan Dokter, dengan bantuan Dokter memberitahu saya kondisinya ini saya bisa memberikan dukungan lebih padanya, tapi selain itu bisakah anda berbohong padanya dan jangan bilang jika ada orang yang sudah tau kondisinya ini? Saya tidak ingin ketika dia melihat saya mengetahui kondisinya ini dia akan menghindari saya?"


"Soal itu anda tenang saja saya akan merahasiakan masalah ini!"


"Terima kasih Dok, sekalian nanti jika dia sadar jangan bilang kalau saya yang membawanya kemari


"Baiklah saya akan mengabulkan permintaan anda!"


"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya?"


"Sama-sama ya sudah mari saya tinggal dulu!"

__ADS_1


"Baik Dok!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2