
Menginjakkan kaki keluar dari bandara, menarik koper yang dibawanya dia tidak akan menyangka jika dirinya akan kembali ketempat ini. Jakarta? Iya ibu kota Jakarta yang jadi tempat kelahirannya itu pun telah menjadi saksi akan banyaknya masa-masa muda ketika waktu dirinya masih duduk dibangku sekolah menengah atas. Bahkan mencintai seorang wanita pernah dia alami namun setelah lima tahun lamanya apa mungkin seseorang yang ia cintai masih mengingatnya.
Setiba dirinya di Jakarta, tempat pertama kali yang ia datangi ialah Restoran miliknya, dan seseorang yang ia temui yang pertama ialah Clara sahabatnya sedari SMA yang sengaja ia pekerjakan di Restorannya ini.
Menepuk pundak wanita itu, wanita itu yang tadinya sibuk pada urusannya kini fokus sekaligus mata melototnya mengarah kearah Bagas, tak percaya jika bos yang juga temannya telah kembali ketanah kelahirannya yaitu Jakarta.
''Bagas? Ini aku tidak salah lihat kan? Kamu? Kamu kenapa bisa ada disini sejak kapan?"
''Kenapa? memangnya apa salah jika seorang pemilik Restoran pulang dan berkunjung ke Restorannya apa itu salah?"
''Bukan seperti itu, tapi kenapa kamu dadakan seperti ini pulangnya? Pak Arman bukannnya dia orang yang kamu utus untuk memastikan perkembangan usaha kamu ini?"
''Iya memang awalnya aku memutuskan Pak Arman untuk memegang kendali restoran ini, tapi Mama yang masih di Amerika membutuhkan Pak Arman untuk membantunya sedangkan aku sendiri belum terlalu paham soal Perusahaan jadi akhirnya aku memutuskan untuk berpindah kesini termasuk untuk pindah ke Jakarta sekaligus?"
''Jadi itu artinya mulai sekarang kamu yang akan memegang kembali Restoran ini?"
''Iya bisa dibilang seperti itu! Kenapa sih kamu tidak suka? Kok aneh ada pekerja restoran yang tidak suka jika bosnya datang? Mentang-mentang kamu temanku bukan bearti aku harus memprioritaskan dirimu ya?"
''Iya ... iya aku tau! Aku hanya terkejut saja kenapa tiba-tiba kamu memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kamu tidak kenapa-kenapa kan?"
''Tidak aku tidak apa apa kok!"
''Oh iya berhubung kamu kembali ke Jakarta apa kamu tidak kangen dengan Bintang? Aku rasa jika kamu menemuinya dan memberikan dia kejutan dia akan sangat bahagia akan kehadiran mu ini?"
''Tau dari mana kalau dia akan bahagia ketika bertemu denganku? Aku rasa setelah lima tahun tidak bertemu! Aku rasa dia sudah lupa denganku, atau mungkin lebih tepatnya dia sudah tidak mengingatku?"
"Kenapa kamu bicara seperti itu!"
" Baiklah aku mau keruangan dulu!"
Mengalihkan pembicaraan dan beralih dirinya pun masuk kedalam ruangannya seakan-akan malas untuk membahas masalah tersebut.
''Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kamu!"
__ADS_1
''Dia sudah kembali maka itu artinya kemungkinan besar Bintang dan Bagas akan bertemu dalam keadaan tidak sengaja ini? Baguslah kalau gini kan aku tidak perlu cemas dan merasa bersalah! Tapi gimana reaksi keduanya nanti? Apa Bagas akan suka setelah bertemu atau malah sebaliknya?"
Kembali ke Jakarta bukan berarti menginginkan pertemuan itu kembali sadarlah semuanya telah berlalu hubungan kita tidak akan se'harmonis seperti dulu dia sudah berkeluarga jadi tetap yakinlah pada tujuan awal kamu yaitu menjalankan restoran ini, ayolah buang jauh jauh perasaan kamu! Buang jauh-jauh!"
"Dering ponsel yang tiba tiba bergetar ia lantas mengangkatnya melihat nama yang tertera ialah nama Mamanya ia lantas mengangkatnya."
''Iya ada apa Ma?"
''Sayang seperti permintaan kamu kemaren, salah satu teman Mama setuju untuk memperkenalkan Putrinya pada Mama. Kebetulan kamu sudah sampai di Jakarta, Mama dan teman Mama sudah mengatur pertemuan kalian jadi nanti malam kamu datanglah ke kafe Permatasari dia akan menunggumu?"
''Baiklah Ma! Nanti malam Bagas akan temui dia, kalau boleh tau siapa namanya? Kalau Mama berikan aku salah satu foto wanita itu, nanti aku tidak akan keliru mengenali Wanita lain disana!"
''Baik sayang itu ide bagus, Mama akan mengirimkam kamu foto anak teman Mama kamu pasti akan menyukainya?"
''Baik Ma sekali lagi terima kasih!"
''Iya sama-sama sayang, ya sudah Mama tutup sambungan teleponnya ya? Mama akan kirimkan satu foto anak teman Mama?"
''Iya Ma!"
Entah perasaan apa itu? Tapi terlihat dirinya sepenuhnya tidak menginginkan semua ini, beberapa detik Bagas menunggu foto seseorang yang akan dikirimkan mamanya. Dan akhirnya tak menunggu lama bunyi pesan lewat WhatsApp terdengar jelas lan lantang dirinya segera mengecek apa isi pesan tersebut.
Memeriksa isi pesan tersebut terlihat satu foto yang akhirnya ia tekan menampilkan sesosok wanita cantik bergaun merah dengan pakaian yang terlihat sangat seksi.
Tidak menunjukkan akan reaksi Bagas seperti sedang terpukau akan kecantikan yang dimiliki wanita itu, wanita cantik lan seksy yang biasa banyak digandrungi para kaum lelaki hidung belang, namun yang ditunjukkan Bagas hanyalah reaksi biasa yang tak nampak bersinar bahagia dari wajahnya itu.
''Dia memang aku akui cantik? Tapi kenapa juga dia harus menonton kan tubuhnya seperti ini? Aku yang meminta Mama untuk mencarikan calon jodoh jadi aku coba dulu saja untuk menemuinya?"
Malam yang bertabur Bintang dengan sangat terangnya, sunyi nampak mendukung akan niat yang hendak dilakukan Bagas pada malam hari ini. Berpakaian rapi mengenakan jas putih telah layak ia dapatkan jika dirinya pantas untuk diberikan gelar dengan sebutan CEO tampan.
Pandangannya yang mengarah kesemua penjuru arah, memperhatikan setiap gerak gerik seseorang yang ingin ia temui namun nyatanya semua nihil yang ia cari tidak menunjukkan akan tanda-tanda akan adanya seseorang itu.
"Apa Mama tidak salah memberikan alamat ini? Kenapa aku tidak menemukan seseorang yang ada di foto ini?"
__ADS_1
Baru selangkah dirinya memutuskan akan pergi, namun belum juga ia pergi langkah kakinya seketika terhenti lagi setelah dirinya merasakan akan pelukan seseorang yang melilit tubuhnya dari belakang. Adanya seseorang yang tiba-tiba memeluk dari belakang dirinya pun terkejut tanpa berkata dirinya lantas melepaskan pelukan seseorang itu, ketika melihat wajah wanita itu pandangan Bagas mulai berubah.
"Kamu? Kamu bukannya Masayu kan?"
"Iya aku Masayu, kamu Bagas kan?"tanya balik wanita itu.
"Iya aku Bagas, mari duduklah!"pintanya.
" Ternyata Mama tidak salah mengenalkan aku dengan pria tampan ini? Bahkan ketampananmu kalah jauh sama foto asli yang Mama berikan? Kamu sungguh tipeku Bagas, aku harus mendapatkan kamu entah cara apa yang harus aku tempuh?"batinnya dengan pandangan berkaca-kaca.
Memutuskan duduk, memesan menu makanan tatapan Masayu tak henti-hentinya memandang Bagas, memberikan tatapan seperti sedang menggoda tidak membangkitkan perilaku Bagas layaknya seperti pria yang sedang kasmaran mau pun kesepian.
Masayu yang memberikan tatapan itu sesekali menelan S4liva nya, Masayu lantas melepaskan jaket yang ia kenakan, alhasil dirinya yang hanya mengenakan gaun ketat malah mengalihkan konsentrasi semua pengunjung laki-laki yang berada di restoran ini.
Pandangan lelaki sekelilingnya pun berbalik hanya fokus menatapnya, sedangkan Bagas yang secara diam-diam dia malah merasa risih ketika bertemu dengan wanita seperti ini yang suka memamerkan auratnya dan merasa sangat bangga ketika mendapatkan perhatian dari lawan jenis.
"Harusnya aku ikuti kata hatiku untuk jangan kesini?"batinnya yang serasa ingin pergi.
"Hey tampan kenapa kamu hanya diam?''beralih tatapan Bagas mengarah kearahnya.
"Aku baru ingat kalau aku hari ini aku ada acara dadakan, kamu tidak apa-apa kan kalau aku tingal duluan?"
"Bagas kita bahkan belum berkata apa-apa, apa kamu setega ini akan langsung pergi meninggalkan aku?"
"Maaf Masayu aku mungkin sangat keterlaluan tapi aku tidak ada pilihan lain lagi, pekerjaan ku juga sangat penting jika aku mengundur jadwal besok masalahnya akan tambah belibet nanti? Kapan-kapan kalau aku ada waktu aku bakal ajak kamu ketemuan lagi gimana?"
" Baiklah kalau ini sudah jadi keputusan kamu!"
Melihat langkah yang tergesa-gesa meninggalkan tempat ini, tanpa rasa bersalah satu lirikan tak juga Bagas berikan pada wanita yang sudah berdandan dengan seksinya ini.
"Sial! Rupanya susah ya menggoda lelaki seperti Bagas? Coba saja kalau dia pikirannya mesum seperti lelaki yang lain mungkin aku sudah berhasil mendapatkannya? Dia lelaki yang sangat tampan dan ketampanannya itulah yang membuatku sangat terobsesi untuk bisa memiliki pria seperti dia, belum lagi kekayaannya? Pokoknya aku memang harus berhasil mendapatkan cinta pria itu entah gimana caranya nanti!"
"Gila! Itu cewek kepedean banget sih! Dia kira aku bakal tergoda apa jika melihat dirinya berpakaian menjijikkan seperti itu yang ada aku malah jijik kali melihat wanita penampilannya bertelanjang seperti itu?"gerutunya didalam mobil.
__ADS_1
BERSAMBUNG