PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 47." Tidak Mau Menyerah."


__ADS_3

"Kenapa perasaan aku jadi tidak enak gini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa Bintang apa dia baik-baik saja?"


Menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya, Bagas yang berniat akan menghubungi seseorang itu terlebih dulu mendahuluinya.


"Bintang? Syukurlah dia meneleponku?"tanpa berkata ia lantas mengangkatnya.


"Bintang ada apa? Kamu baik-baik saja kan?"


"Maaf apa ini benar dengan saudara Bagas kakak dari saudari Bintang!"


"Siapa ini? Kenapa handphone adik saya bisa ada dianda siapa anda! Mana Bintang sekarang?"


"Maaf kami dari Rumah sakit Medika hanya ingin menyampaikan jika saudari Bintang telah dirawat disini, anda cepat kemari lah kondisinya memburuk!"


Rasa cemas berpadu jadi satu, mendengar kondisi Bintang memburuk dengan seketika langkahnya yang tadinya duduk di-kursi kuasanya seketika beranjak pergi dari ruangan pribadi. Keluar dari ruangannya, berpapasan dengan Clara, Clara lantas ikut.


Keduanya telah sampai dirumah sakit yang ditujukan oleh sang penelefon tersebut. Menghampiri bagian administrasi, bertanya padanya keduanya beranjak pergi setelah tau Bintang dirawat diruangan kamar 6. Sesampainya keduanya berpapasan dengan Samudra yang saat ini juga masih setia didepan ruangan tersebut.


Mencengkram kera kemeja Samudra, hampir beradu otot dengan sigap Clara menghalangi keduanya untuk jangan berkelahi ditempat umum.


"Anda? Kenapa anda bisa ada disini?"


"Pria ini pria yang telah membawa pasien kemari!"timpal salah satu Suster.


"Anda yang membawanya kemari itu artinya anda tau kan apa yang sebenarnya terjadi dengannya?"tegas Bagas.


"Stop! Bintang sedang sakit apa kalian tidak bisa menahan emosi kalian?"tegas Clara yang akhirnya mampu melerai keduanya.


Lantas Dokter yang memeriksanya pun keluar, Clara, Bagas, Samudra lantas menghampirinya.

__ADS_1


"Dokter gimana keadaan Istri saya? Dia tidak kenapa-kenapa kan?"tanya Samudra spontan.


"Baiklah saya inggin mengatakan operasinya berjalan dengan sangat lancar. Akan tetapi Pasien kondisinya masih sangat memprihatinkan, akibat ramuan penggugur kandungan yang ia minum, kami tidak mampu untuk menyelamatkan janin yang ia kandung, maafkan kami! Maafkan kami!"balas Dokter yang seketika membuat mereka pun terkejut.


"Pe ... penggugur kandungan tapi bagaimana bisa?"timpal Bagas yang masih terheran dengan ucapan Dokter.


"Iya yang dikatakan teman saya benar? Untuk apa pasien meminum ramuan penggugur kandungan jika dirinya sangat menantikan momen untuk menjadi seorang Ibu!"timpal Clara balik.


"Astaga ...tapi sekarang kondisinya sudah membaik kan Dok?"tanya Samudra beralih tatapan Bagas mau Cakra berpaling darinya.


"Iya untuk saat ini kita masih memantau kondisi Pasien lebih lanjut, dan lewat pemeriksaan nanti kita lihat kondisi selanjutnya Pasien jika cukup membaik dan dia berhasil melewati masa kritisnya. Dan soal ramuan itu saya tidak tau apa dia sengaja meminum tapi dalam tubuhnya memang terdapat ramuan ganas yang mampu mengugurkan kandungan dalam sekejap mata. Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu karena masih ada tugas yang lain yang harus saya periksa!"ucap Dokter.


"Baiklah Dok mari silahkan!"balas Samudra.


"Bagas, kasihan sekali nasib Bintang, belum juga ia keluar dari masalahnya yang kemarin sekarang dia sudah mendapatkan ujian yang sangat berat ini. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa reaksi dia kalau dia tahu jika kandungan yang sangat ia nantikan sudah keguguran. Aku tidak bisa bayangkan semua itu?"ucap Clara yang kemudian Bagas pun menimpalinya.


" Iya aku juga tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti jika dia tahu semua kenyataan pahit ini. Tapi sekarang pertanyaan ku tertuju padanya apa anda tau penyebab Bintang meminum ramuan itu?"tegas Bagas dengan pandangan tajam yang mengarah pada Samudra yang sedari tadi tampak biasa saja.


"Brengsek! Apa anda sudah gila bisa-bisanya anda membunuh anak kandung anda sendiri apa anda sudah kehilangan akal?"


"Sudahlah anda tidak perlu banyak drama lagi! Katakan saja anak itu anak kamu kan? Pernikahan kalian terjadi juga karena adanya anak itu kan makanya anda sangat bersikeras merebut dia dariku?"


"Jika membunuh tidak akan berdosa mungkin anda saat ini sudah mati di tanganku! Apa pemikiran anda sebodoh itu sampai-sampai anda tidak percaya jika anak yang istrimu kandung adalah anak kamu? Tapi sudahlah berkatmu Bintang kali ini tidak akan menderita lagi dengan adanya'anak itu, bukannya aku tidak menginginkannya tapi akibat janin yang ia kandung itu akan mempengaruhi kondisi buruknya nanti jadi saat ini aku ucapkan selamat! Selamat anda sudah melepaskan beban Bintang terima kasih!"


"Apa maksudmu berkata seperti itu memangnya Bintang kenapa?"


"Bintang mengidap kanker otak?"


Seseorang datang menimpali pembicaraannya, menghampiri ketiganya tatapan Samudra beralih fokus pada wanita itu.

__ADS_1


"Anindya? Kamu kenapa bisa ada disini?"tanya Samudra namun Anindya mengalihkan pembicaraan lain.


" Selama ini aku berfikir kenapa aku bisa sebodoh ini percaya sama tipuan bodoh anda! Anda memang ayah dari anak yang aku kandung, tapi melihat perlakuan anda yang sebenarnya aku semakin yakin lebih baik aku menghidupi anak ini sendiri ketimbang aku harus menikah dengan anda!"


"Apa maksudmu And! Kamu sendiri yang bilang jika kamu ingin sekali aku menikahimu tapi kenapa sekarang kamu berubah? Kamu ingin anak yang kamu kandung terlahir tanpa ayah kamu mau?"


"Itu hanya pemikiran bodoh dan ego kamu! Kamu selalu berfikir hidup tidak adil tapi disisi lain kamu mengorbankan Anindya dan juga Bintang dalam keegoisan kamu, kamu salah besar Sam! Kamu salah besar!"timpal Clara yang ikut menimpali pembicaraannya.


"Aku tidak ada urusan dengan anda!"


"Anda berkata Clara tidak ada urusan denganmu tapi perbuatan yang anda lakukan apa mampu kita sebagai sahabat Bintang akan diam begitu saja?"timpal balik Bagas.


"Ingat Sam! Kamu sudah menghancurkan persahabatan aku dan juga Bintang jadi sekarang jangan salahkan aku kalau kita juga mampu menghancurkan kamu! Jangan salahkan kita?"


"Tempat ini tidak cocok untuk anda jadi cepat pergi dari sini?"


"Anda berani mengusirku?"


"Anda lebih memilih pergi sendiri atau ingin kita yang menyeret anda sendiri keluar dari rumah sakit ini?"


"Kau berani mengancamku?"


"Di-dunia ini tidak ada yang tidak mungkin apalagi hanya berani mengusir pria bajingan seperti anda! Saya katakan cepat anda pergi jika anda tidak mau kita bertiga sendirilah yang akan menyeret anda pergi!"


"Kali ini aku akui aku kalah! Tapi lihatlah nanti, bukan Samudra sudah sepantasnya menang! Jika kali ini anda berhasil mengusirku maka bersiaplah tidak akan lama anda sendirilah yang akan terusir dari hati Bintang karena selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan anda atau pun siapa pun orang sampai memiliki Bintang paham!"


"Aku menganggap jika seseorang yang barusan mengancamku tadi hanyalah pria pengecut jadi untuk apa aku harus takut! Cepat pergilah!"


"Kau akan menyesal Gas! Kau akan sangat menyesal!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2