
"Mama?"Menghampiri Mama mertuanya yang ternyata telah siaga disini.
"Maaf Bagas jika Mama tidak menuruti apa kemauan mu, Mama sangat merindukannya maafkan Mama jika Mama lebih dulu menemui Bintang, maafkan Mama!"
"Tidak papa kok Ma, Bagas paham terus sekarang dimana Bintang, Ma?"
"Dia ada dikamar kecil, tadi dia bilang perutnya mules nanti juga dia akan kembali!"Beranjak menghampiri depan pintu kamar kecil, mengetuknya beberapa kali.
"Bintang kamu sudah selesai?"tanyanya dengan pelan.
Raut wajah memucat sekejap mata menguasai akan tubuh Bintang. Keringat basah hampir sekujur telah menandakan akan sesuatu yang telah menyiksa Bintang telah membuktikan jika ia sungguhlah tersiksa.
"Iya Kak sebentar lagi!"balasnya yang berusaha menahan rasa sakit yang amat menyerang sekujur tubuh.
Darah segar mengalir dari kedua lubang hidung, mengalir dengan derasnya berbeda dari mimisan yang biasa ia alami selama ini. Tenggorakan serasa gatal beberapa kali ia batuk namun batuk terakhir bersamaan dengan rasa mual telah mengeluarkan banyak darah yang sekejap menajamkan matanya, darah merah segar yang keluar membuatnya terburu-buru membersihkannya.
__ADS_1
Panggilan demi panggilan dari luar ruangan terus menggema, panggilan yang Bagas lontarkan mengagetkan sekaligus membuatnya panik tidak kepayang.
"Tuhan ...aku sudah tidak tahan!"
Tubuhnya seketika tersungkur tak mampu menopangnya lagi, merasa curiga sudah hampir 30 menit Bintang tak kunjung keluar, beberapa kali Bagas mengetuk pintu namun tak ada respon darinya, dirinya yang diselimuti rasa panik seketika mendobrak pintu kamar tersebut.
Pintu yang tadinya tertutup dengan rapat kini terbuka dengan lebar menunjukkan adanya Bintang yang sudah tidak berdaya didalam sana. Darah yang mengalir dari hidung, spontan Bagas mengangkat tubuh sang istri, berteriak sekeras mungkin meminta pertolongan Dokter.
"Gimana Dok? Istri saya tidak kenapa-kenapa kan? Tidak ada hal lain yang terjadi kan?"Menggelengkan kepala, tak memberikan kejelasan telah menyadarkan Bagas apa maksud dari kode yang barusan diberikan Dokter barusan.
"Maaf! Ini sudah jadi kehendak sang maha kuasa, tubuhnya sudah tidak berdaya lagi, otot-ototnya seketika melemah bahkan bisa dibilang istri anda sudah mengalami kelumpuhan secara permanen jadi maaf hanya itu yang bisa saya ucapkan!"
"Apa sekarang tidak ada cara lain yang bisa saya lakukan untuk mengembalikan kondisi istri saya? Misal dengan tindakan operasi atau mungkin kemoterapi dan pengobatan yang lainnya?"
"Jika tanda-tanda sudah mengarah seperti ini sudah tidak ada kemungkinan lagi? Tindakan kemoterapi bahkan pengobatan yang lain sudah tidak akan mampu mengembalikan kondisi yang sudah bisa dikatakan fatal seperti sekarang ini!"
__ADS_1
"Dokter ini Dokter apa'an! Yang namanya Dokter sudah jadi tugas utama menyelematkan nyawa pasien! Tapi kenapa sekarang dokter sudah mengaku kalah dan tidak bisa berbuat apa-apa! Dokter ...
Jantung Bagas seakan berhenti, ia seketika terdiam tanpa berkata apa-apa sama sekali. Dadanya seakan-akan merasa sesak, tangisannya pecah. Bahkan tubuhnya rasanya tidak sanggup lagi untuk berdiri tegap yang seketika tubuh itu pun tersungkur kelantai setelah ia tahu keinginannya untuk menata hidupnya lebih baik lagi dan menjadi seorang Suami yang sempurna nyatanya tidak semudah yang ia bayangkan.
Buliran demi buliran air mata terus menjatuhi pipinya hinga tidak terhitung berapa jumplahnya. Dokter yang merasakan apa yang dirasakannya seketika membangkitkan tubuhnya
Air matanya tumpah serasa tidak berguna terhadap istrinya sendiri, dirinya terus-menerus memukul dirinya sendiri Dokter mau pun Suster berusaha melerainya, namun pria itu layaknya seperti hilang kendali tak perduli akan kondisinya sendiri.
"Anda yang sabar! Ini ujian dari Tuhan, anda harus sabar ingatlah dia sangat membutuhkan dukungan anda! Dia sangat membutuhkan dukungan anda!"
"Aku tidak berguna Dok! Disaat istriku seperti ini aku tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya bisa menangisi penderitaannya, aku sangat tidak berguna! Aku tidak berguna!"
"Ingat! Di-dunia ini tidak ada seseorang yang tidak berguna, anda sudah membuktikan ketulusan anda pada istri anda, disaat dirinya sudah merasa hancur dengan nasib hidupnya andalah yang selalu ada disaat suka mau pun duka, anda Suami yang istimewa jadi jangan pernah menyalahkan diri anda seperti ini, jangan pernah! Bangkitlah! Ayo bangkitlah!"
Membantunya berdiri, disisi lain mamanya Bintang yang hanya bisa menangis tak menyangka nasib putrinya akan separah ini. Bagas yang menghampiri, memberikan pelukan memberikan semangat biarpun pada kenyataannya hatinya sendiri ikut terluka tanpa seseorang yang mampu menjadi menolongnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.