
Berdiri dipinggir jalan sembari menunggu kendaraan umum melintas pandangannya sesekali melirik ke jam tangannya, jarum jam yang sudah menundukkan pukul hampir 7 pagi membuatnya sedikit panik.
"Kenapa tidak ada taksi disini kalau aku telat bisa-bisanya kak Bagas akan marah?"
Belum kunjung rasa paniknya mereda, tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan setelah Bintang yang merasa rasa sakit dibagian kepalanya. Rasa sakit yang amat tak tertahan.
"Aw!"ucapnya spontan bersamaan dengan kedua tangannya yang mulai memegang erat kepalanya.
"Kenapa ini? Kenapa kepalaku jadi sesakit ini? Ini bukan rasa sakit yang biasa aku rasakan ada apa?"
Rasa sakit yang tambah semakin menjadi seketika dirinya pun kehilangan keseimbangan dan sampai roboh, rasa sakit yang sedari tadi amat ia tahan nyatanya telah membuatnya kalah, pandangannya yang mulai buram sekejap mata tubuhnya pun roboh dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Beberapa orang yang kebetulan melintas Mereka segera melarikannya kerumah sakit. Setibanya disana, Dokter bergegas memeriksanya dan tak menunggu waktu lama kesadarannya mulai pulih, Dokter yang masih disampingnya dirinya lantas bertanya.
__ADS_1
"Anda duduklah!"
"Baik Dok, oh iya gimana Dok tentang pemeriksaan saya apa saya baik-baik saja? Tidak ada hal lain yang perlu di khawatirkan kan?"
"Kalau boleh tau gejala apa saja yang kamu rasakan belakangan ini? Apa kamu merasakan rasa sakit pada bagian tempurung otak kamu?"
"Iya Dok belakangan ini saya memang merasakan rasa sakit yang barusan Dokter jelaskan, namun saya tidak menganggapnya serius karena menurut saya itu hanya efek kecapean saya karena seharian kerja jadi benar tidak ada masalah yang serius kan Dok?"
"Jadi anda belum tau tentang kondisi anda?"
"Tanda-tanda sudah kamu rasakan. Dan tadi kami coba memeriksa lewat alat CPR, awalnya saya sendiri kurang percaya dengan penelitian saya ini namun setelah hasilnya keluar dan mendengar penjelasan kamu ini memang sungguh sudah terjadi. Anda? Anda dinyatakan mengidap tumor otak yang bisa dibilang sangat ganas! Tumor ini tidak bisa dianggap remeh karena akibatnya nanti bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani jadi anda harus pikirkan serius langkah selanjutnya apa yang ingin anda ambil?"
Dilain itu Bintang yang masih tak percaya dengan ucapan Dokter ekspresinya menunjukkan tidak kepercayaannya.
__ADS_1
Bagaikan disambar petir disiang bolong, Bintang yang mengetahui fakta ini, ini hanya bisa terdiam tak percaya dengan semua fakta ini.
"Tidak! Ini semua tidak mungkin? Ini tidaklah mungkin?"
"Anda yang sabar ini memang sudah terjadi. Dan saya benar tidak berbohong pada kondisi anda, anda ini memang benar mengidap tumor otak ."
"Kira-kira sampai berapa lama lagi saya bisa menghirup udara segar Dok? Yang saya tau seseorang yang mengidap penyakit ini mau tidak mau dirinya harus berpasrah jika hidupnya tidak akan lama lagi itu benar kan?"ucapnya bersamaan dengan air mata yang berjatuhan.
"Setiap manusia pasti akan ditakdirkan untuk meninggal tak termasuk dengan saya sendiri, biarpun saya Dokter yang biasa menyelamatkan nyawa seseorang tidak ada kata yang mengatakan jika seorang Dokter tidak akan bisa m4ti! Anda yang sabar kami akan semaksimal mungkin mencari pengobatan untuk anda, biarpun tidak tau apa ini akan berhasil kami akan berusaha begitu juga dengan anda, anda harus kuat dan yakin jika anda bisa melewati ini semua yakinlah anda pasti bisa!"
"Sekali lagi terima kasih atas doa dan semangat yang Dokter berikan, saya akan berusaha kuat menjalani kehidupan ini, jika takdir hamba pada akhirnya takdir saya akan terhenti saya akan pasrah! Tuhan lebih tau segalanya jadi saya yakin Tuhan akan membantu hambanya yang lemah ini, sekali lagi terima kasih dok!"
"Iya sama-sama."
__ADS_1
BERSAMBUNG.