
"Kamu jahat Kak! Kamu jahat aku benci kamu! Aku sangat benci kamu!"
FLASHBACK
"Kamu sudah tidak perlu lagi menangisi Bagas, dia sudah bahagia buktinya selama lima tahun ini apa dia mengingat kamu apalagi sampai memberikan kabar tidak kan? Jadi sudah saran aku lupakan dia, lupakan dia ya?"
"Baiklah itu mungkin cara yang tepat untuk aku ambil, dia memang kelihatannya sudah lupa sama aku, sadar aku juga bukan siapa-siapanya jadi tidak ada alasan baginya untuk melupakanku, sekali lagi terima kasih ya sayang."
"Iya sama-sama ya sudah kamu istirahatlah aku mau menyelesaikan tugas kantor!"
"Baiklah aku tunggu kamu dikamar ya?
"Baiklah ya sudah istirahatlah!"
"Baiklah!"
Dirinya yang lantas merebahkan tubuhnya diatas ranjang, memandang suaminya yang terlihat masih sibuk bergelut dengan kegiatan pekerjaan kantornya, memperhatikannya secara cermat tiba-tiba terlintas dalam pikirannya yang merasakan kasihan pada sang suami lantaran seharian sibuk kerja sedangkan dirinya enak-enakan di-rumah.
Usiaku masih muda jika aku hanya bergantungan pada suamiku dan tidak mandiri karena jika ingin apa-apa aku hanya minta pada suamiku itu sama aja aku menambah bebannya.
Bukannya tidak bersyukur ini memang sudah jadi tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi istrinya, tapi dijaman modern seperti sekarang ini sudah saatnya kita punya pendapatan sendiri entah itu gaji kecil yang terpenting kita punya pegangan sendiri melihat yang namanya hidup pasti bakal ada nganggur nanti.
__ADS_1
Belum lagi nanti jika aku hamil dan punya anak, semua beban akan bertambah seiringnya berjalannya waktu jadi aku tidak bisa hanya berdiam diri aku harus mencari pekerjaan entah keterima jadi apa yang jelas aku harus kerja iya aku harus kerja!"batin Bintang yang mulai bangkit dari atas ranjangnya.
Menghampiri suami yang lagi sibuk pada urusan pekerjannya dirinya lalu berdiri disamping sang suami.
"Sayang kamu belum tidur?"
"Nanti aja aku belum ngantuk soalnya, oh iya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu?"tanyanya.
"Tanyakan mengenai apa?"
"Kita kan sudah menikah dan menjadi sepasang suami-istri jadi apapun yang aku lakukan sudah sepantasnya aku berkata jujur sama kamu. Jadi sekarang aku mau ijin untuk kerja apa kamu mengijinkannya? Pekerjaan ini tidak terlalu repot mungkin aku hanya akan jadi pelayan di Restoran saja jadi apa kamu mengijinkan?"
"Sayang kenapa kamu harus kerja juga? Memangnya penghasilan yang aku kasih ke kamu tidak cukup?"
"Tapi ada baiknya juga dia bekerja, setelah kehamilan Anindya aku juga harus memenuhi kebutuhannya termasuk membelikan kebutuhan dia sehari-hari, oke juga tuh?"batinnya secara licik.
"Sayang gimana apa kamu mengijinkan?"tanya Bintang lagi.
"Baiklah jika itu sudah jadi keinginan kamu aku akan mengijinkannya. Aku juga tidak akan memaksa kamu untuk bekerja jadi jika merasa berat dengan pekerjaan kamu, kamu langsung keluar saja daripada kamu nanti akan sakit karena kecapean dan satu lagi berkata jujurlah ketika ada apa-apa kamu jangan menyembunyikan apa-apa dariku paham sayang?"
"Iya sayang aku paham kok sekali lagi terima kasih!"
__ADS_1
"Satu lagi jangan pernah kamu sampai tergoda sama pemilik restoran itu, kamu cantik dan hanya Samudra laki-laki yang hanya akan jadi milikmu jadi jika dia merayumu sadarlah kamu punyaku paham!"
"Iya sayang aku paham, Bintang hanya milik Samudra itu kan mau kamu?"ucapnya dengan tersenyum.
"Baiklah itu kamu paham, baiklah kapan kamu akan mulai kerja?"
"Insyaallah besok aku sudah mulai kerja, aku minta bantuan Clara dan dia bilang restoran tempat kerjanya juga lagi butuh seseorang jadi aku rasa itu tempat yang cocok aku aku gunakan belum lagi pemilik restoran itu juga jarang berkunjung ke restoran itu karena sudah mempercayakan pada salah satu asistennya jadi aku rasa akan aman sayang?"
"Baiklah dari penjelasan kamu kayaknya kamu bakal betah, ingat selalu jaga kesehatan dan ingat jangan lupa banyak istirahat ya?"
"Iya sayang, beruntungnya aku memilih suami pengertian seperti Samudra, ini tidak pernah aku lupakan terima kasih Tuhan! Terima kasih engkau telah mengirimkan seseorang seperti dia terima kasih!"batinnya yang tak henti-hentinya memandang Samudra.
"Maaf ya Bintang hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku tidak tau dengan cara apa meminta maaf karena memasukkan kamu kerja direstoran seperti ini, kamu istri dari pengusaha bukan maksud aku untuk menjelekkan harga diri kamu jadi maaf ya?"
"Clara kamu tidak perlu tidak enak seperti itu, bagiku bantuan yang kamu berikan sudah lebih dari kata cukup! Bahkan aku sangat bahagia dan bersyukur atas bantuan kamu ini, sadar aku juga hanya lulusan SMA yang bergelar pengusaha hanyalah suamiku jadi untuk apa aku harus berbangga diri menyombongkan nya inilah diriku aku tidak mau merepotkan banyak orang, dengan bantuan masuk kesini saja ini sudah lebih dari cukup dan bahagia Baiklah kita masuk nanti bos besar akan marah?"
"Baiklah Bintang kita kalau gitu, kamu sungguh-sungguh tidak apa-apa kan?"
"Iya Clara aku tidak apa-apa kok!"
"Baiklah kalau gitu!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.