PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 48." Terpaksa Membohongi."


__ADS_3

Masih terbaring dalam kondisi tidak sadarkan diri, wajah pucat terlihat jelas dari wajah cantiknya, seorang pria lantas datang menghampirinya dan memberikan genggaman hangat sekaligus belaian pada pucuk rambut wanita terbaring tersebut. Didampingi dokter wanita disampingnya, Bagas lantas bertanya.


"Apa selain keguguran tidak ada hal serius lagi yang terjadi pada Istri saya dok?"


"Saat ini kami belum menemukan hal serius lagi yang terjadi pada kondisinya, jika nanti dia sadar kita akan melakukan pemeriksaan ulang, namun mendengar kabar jika Janinnya tidak bisa terselamatkan apa mungkin batinnya akan kuat merasakan rasa sakit itu?"


"Saat ini aku punya rencana seolah-olah janin yang ia kandung masih selamat. Jadi dokter bisa kan membantu saya meyakinkan dia jika janin yang ia kandung masih selamat? Aku tidak mau jika nanti ia tau janinnya tidak selamat, aku takut kabar ini akan membuatnya semakin drop jadi Dokter bersedia kan?"


"Baiklah saya tidak keberatan untuk membohongi pasien, saya tau apa tujuan pertama anda jadi saya akan ikut cara anda!"


"Terima kasih Dok."


"Ya sudah kalau gitu saya permisi dulu!"


"Baik Dok!"


"Apa kamu tau Bin melihatmu seperti ini sungguh hatiku sangatlah sakit? Jika saja dulu aku lebih memilih mempertahankan kamu mungkin semua penderitaan ini tidak akan kamu dapatkan. Maafkan aku! Maafkan aku jika aku telah kalah melawan hatiku dan lebih memilih menelantarkan kamu maafkan aku! Maafkan aku!"


Salah satu jari jemarinya perlahan-lahan mulai menunjukkan akan reaksi, bersamaan dengan kelopak mata yang berkedip spontan Bagas berteriak keluar memangil Dok, dokter yang mendengar dengan sigap langsung masuk dan memeriksanya.


"Ada dimana aku ini?"ucapnya selagi Dokter memeriksanya.


"Anda sudah sadar? Anda masih bisa melihat saya kan?"tanya dokter tersebut dan mendapatkan anggukan dari Bintang.

__ADS_1


"Bintang kamu sudah sadar mana yang sakit?"tanya Bagas selanjutnya.


"Kak Bagas? Kenapa kak Bagas bisa ada disini? Tunggu! Aku ingat tadi aku bersama Samudra dia memberikan aku secara paksa ramuan penggugur kandungan janinku aman kan kak? Aku tidak mengalami keguguran anakku masih ada bersamaku kan?"


"Kamu tenang saja Bin! Janin kamu aman, ramuan yang diberikan Samudra tidak terlalu berbahaya jadi kamu atau pun janin kamu aman kamu janganlah cemas ya?"


"Kak Bagas yakin?"


"Iya yang dikatakan pria ini memang benar, janin kamu masih aman jadi anda janganlah cemas!"


"Alhamdulillah aku lega sekarang Dok, aku sempat takut jika aku akan kehilangan anakku belum lagi bermimpi ada suara anak kecil memanggilku dengan sebutan Ibu tapi jaraknya sangatlah jauh aku takut jika itu pertanda jika aku telah kehilangannya tapi aku lega anakku masih ada bersamaku aku sangat lega sekarang kak?"


"Maafkan aku Bin! Maafkan aku karena aku telah membohongi kamu maafkan aku! Aku terpaksa berkata bohong aku tidak ingin kondisimu akan terguncang hanya gara-gara masalah ini, maafkan aku! Maafkan aku!"batinnya yang mencoba menahan kesedihannya.


"Sayang kamu janganlah takut ya selama Mama masih hidup Mama akan terus memperjuangkan kamu, Mama tidak perduli jika pada akhirnya kondisi Mama akan memburuk Mama sudah pasrah dengan keadaan ini. Selain Mama yang menyakitimu Mama tidak akan membiarkan siapa pun orang berhasil menyakiti kamu termasuk itu Papa kamu jadi janganlah takut ya?"


"Kak? Kenapa aku merasakan perutku sama sekali tidak ada pergerakan anakku beneran masih ada kan? Kakak tidak lagi berbohong padaku kan?"


"Iya kakak kamu katakan tidaklah berbohong kok, janin kamu masih aman mungkin kamu saja yang tidak merasakan pergerakan itu akibat rasa sakit yang tadinya menyerang kamu jadi tetap tenanglah!"


"Baik Dok! Mendengar pernyataan Dokter sendiri membuat saya tambah semakin yakin, jadi sekali lagi terima kasih Dok! Terima kasih!"


"Sama-sama ya sudah saya pamit permisi dulu!"

__ADS_1


"Silahkan Dok!"perginya dokter Bagas pun lantas bertanya.


"Apa kamu sekarang baik-baik saja? Maksudnya kamu melihat sendiri Samudra berniat mengugurkan kandungan kamu apa kamu masih akan memberikan kesempatan kedua pada Pria seperti itu?"


"Benar yang kakak katakan Pria seperti itu memang tidak seharusnya aku perjuangkan. Melihat sendiri dia mencoba mengugurkan kandungan ini aku tambah semakin membencinya dan kali ini aku tidak akan memberikan dia kesempatan kedua tidak akan!"


"Terus dengan Anindya? Apa kamu masih akan mengabaikannya, selain kamu aku rasa Anindya sendiri juga korban dari keegoisan Samudra, jadi saran aku kamu maafkan dia karena bagaimana pun dia sahabat kamu, dia sendiri juga berkata jika dia tidak mau menikah dengan Samudra jadi maafkan dia ya?"


"Untuk memaafkan atas kesalahannya aku rasa aku harus berfikir secara matang? Kesalahannya bukanlah masalah kecil jadi ijinkan aku untuk menenangkan diri dulu."


"Baiklah aku tidak akan memaksamu, mau memaafkan atau tidak itu hak kamu sendiri jadi sudah lupakan kamu istirahatlah kamu masih butuh istirahat yang cukup!"


"Apa tidak bisa jika aku pulang saja kak? Aku baik-baik saja. Aku juga bosan disini terus jadi ijinkan aku pulang ya?"


"Bintang jangan membantah! Kamu kekurangan banyak cairan dalam tubuhmu? Kamu juga masih terlihat sangat lemas jadi ikuti saran aku tetap disini ya?"


"Yah ...baiklah jika itu sudah jadi keputusan kak Bagas aku akan tetap disini."


"Ya sudah aku urus biasa administrasi dulu, kamu tetap disini jangan pergi kemana-mana ya?"


"Iya kak aku akan tetap disini kok.


"Ya sudah aku pergi dulu!"

__ADS_1


"Baiklah!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2