PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 13." Kapan mereka bertemu."


__ADS_3

Setiap orang pasti punya keinginan masing-masing untuk mencapai apa yang diinginkannya termasuk itu keinginan ku sendiri. Aku tidak pernah menyesal karena aku hanya lulusan SMA. Aku hanya manusia biasa yang terlahir dari keluarga kurang mampu dan pastinya banyak dosa yang sudah aku perbuat selama ini.


Terlahir dari golongan keluarga tidak mampu tidak cukup mengharuskan aku untuk memiliki ego yang tinggi menginginkan apapun yang diinginkannya hanya dengan cara meminta kepada orang tua mau pun pada suami kita sendiri, sadar itu juga sudah jadi kewajibannya tapi setidaknya kita juga sadar harus memiliki pendapatan sendiri dari kerja keras yang kita lakukan itu, dengan berusaha mencapai keinginan kita aku rasa itu akan tambah semakin baik pada seorang wanita menjadikan awal dari pernikahan mereka.


Gadis cantik lan manis itu terlihat sangat bahagia, biarpun pekerjannya hanya menjadi pelayan restoran. Yang paling penting ada niat dari seseorang itu sendiri tidak memungkinkan apa yang ia inginkan akan menjadi kenyataan dan nyata. Terbiasa mandiri setiap menginginkan apa yang ia inginkan membuat gadis bernama Bintang itu dengan santai, sigap dan cekat dalam setiap melakukan apapun pekerjannya yang hendak dilakukannya.


Teriknya sinar matahari yang seharian bersinar terang kini sedikit berawan hitam tebal yang menunjukkan akan adanya hujan yang turun, ikut serta hadir dalam suasana sunyi lan sejuk pada sore yang sudah menyambut akan datangnya malam tiba nanti.


Bintang bersama teman kerjanya menaiki angkutan umum, keduanya sangat bahagia memberikan senyuman satu sama lain yang sama-sama ikut merekah.


"Bintang?"tanya Clara.


"Iya, ada apa?"tanya balik Bintang.


"Aku sangat bahagia persahabatan kita yang kita jalani sejak kita masih duduk dibangku SMA mampu kita pertahankan hingga sekarang ini. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dirimu Bin?"

__ADS_1


"Sama halnya seperti dirimu, aku juga sangat bahagia persahabatan yang kita jalani dari dulu sampai sekarang masih baik terjalin seperti sekarang ini, tanpa adanya hubungan saling tikung menikung. Belum lagi aku juga sangat bahagia memiliki sahabat seperti Anindya yang baiknya seperti saudara kandung kita, bagiku ini seperti mimpi, aku sangat bersyukur di-dunia ini aku dikelilingi banyak orang yang peduli dan sayang sama aku tak terkecuali itu juga dirimu Clar?"Mendengar ungkapan Bintang yang Clara lakukan hanya tersenyum malu.


"Oh iya Bin, selain itu ada juga yang ingin aku tanyakan mengenai hubungan kamu dengan Bagas? Aku tau seperti apa hubungan kalian dulu jadi pertanyaan ku apa kalian sampai saat ini masih saling memberikan kabar ke satu sama lain?"tanya Clara yang tanpa sengaja malah membuatnya bersedih akan pertanyannya barusan.


" Jika ditanya soal itu, hal itulah yang membuatku sedih, sejak aku menikah dengan Samudra, Bagas menjauhiku. Bahkan bisa dibilang dia sudah melupakan aku, tidak menganggapku sebagai adik kesayangannya lagi!"timpal Bintang yang tidak menahan rasa sedihnya. Sedangkan Clara yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Jadi sampai detik ini Bintang sungguh-sungguh tidak tau kalau Bagas sudah kembali ke Jakarta? Bahkan melihat kesedihannya aku bisa melihat jelas jika Bintang mau pun Bagas memang sudah sama-sama saling berjauhan. Jika dia tau restoran ini milik Bagas, tapi dia tidak menyadarinya apa yang akan terjadi selanjutnya apa dia akan marah atau malah sebaliknya?"batin Clara yang merasa bingung apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Berbalik terdiam tak berkutik Bintang yang sadar ia lantas menyadarkan lamunan Clara.


Lamunannya akhirnya ikut serta, melihat teman disampingnya hanya melamunkan sesuatu, lantas Bintang pun menepuk pundaknya.


" Aku sebenarnya ...hal inilah yang ingin aku katakan sama kamu Bin, aku juga bisa dibilang tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Aku kira hanya aku saja yang dia lupakan, bahkan teman paling dekat yang sudah ia anggap adik kesayangannya pun juga dia abaikan dan tidak dipedulikan seperti ini, Bagas sungguh sangat keterlaluan!"


"Ya begitulah tapi kita tidak bisa egois, dia juga memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang pengusaha, jadi sebagai teman harusnya kita ikut mendukungnya?"


"Iya Bin yang kamu katakan memang benar!"

__ADS_1


"Kayaknya aku memang harus menyembunyikan keberadaan Bagas jika dia sudah kembali ke Jakarta, sadar Bintang sudah bersuami bahkan aku rasa Bagas juga tidak lagi sendiri jadi mungkin dengan cara seperti ini masalah tidak akan terjadi, sadar juga Samudra orangnya gampang posesif aku tidak mau gara-gara ini dia akan berfikir yang tidak-tidak mengenai Bintang mau pun Bagas jadi dengan merahasiakannya ini akan lebih baik! Maafkan aku Bin karena aku tidak berkata jujur sama kamu maafkan aku!"


Angkutan yang ditumpanginya pun akhirnya terhenti, sadar dirinya sudah sampai ia lantas keluar terlebih dulu.


"Clara aku pulang dulu jaga diri kamu ya?"


"Iya Bin, ya sudah aku lanjut lagi ya sampai ketemu besok!"


"Iya Clar berhati-hatilah!"


"Iya Bin!"


Selangkah Bintang akan memasuki kediamannya, langkahnya tiba-tiba terhenti setelah dirinya yang merasakan rasa sakit pada kepalanya, bersamaan dengan pandangannya yang mulai buram.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2