
Selama ini niatku aku hanya ingin kamu membenciku namun setelah semuanya terjadi apa mungkin aku akan tega bersikap arogan seperti ini lagi?
Mata cantiknya mulai terbuka dengan lebar, melihat sekeliling tampak tak asing dirinya mulai beranjak, dokter yang melihat lalu menghentikannya.
"Anda sudah sadar? Anda jangan banyak bergerak beristirahatlah dulu!"
"Dok apa yang terjadi dengan saya? Kenapa saya bisa ada disini? Siapa yang membawa saya kemari?"
"Tadi ada seseorang yang melihat anda tergeletak dijalan, takut jika anda mengalami korban begal akhirnya dia melarikannya ke Rumah sakit gimana? Apa yang anda rasakan saat ini?"
"Entahlah Dok, saya merasa apa yang saya rasakan saat ini sudah melebihi dari rasa sakit awal pertama aku mengetahui penyakitku? Kira-kira setelah Dokter memeriksanya apa yang terjadi Dok apa penyakit saya ini tambah semakin parah?"
"Saya sebenarnya tidak ingin memberitahu masalah ini pada anda, tapi ini penyakit anda? Anda juga yang merasakannya jika aku tidak memberitahunya takutnya anda akan menganggap masalah ini tambah sepele, maaf! Saya harus ucapkan jika penyakit yang anda derita sudah masuk ke stadium 2, seperti yang anda ketahui penjalaran penyakit ini akan tambah semakin merambat jika anda hanya berdiam diri tanpa berbuat sesuatu lakukanlah operasi pencangkokan tumor itu dengan begitu kondisi anda akan mulai angsur-angsur membaik?"
__ADS_1
"Dokter bohong! Dengan melakukan tindakan operasi itu sama saja aku melakukan tindakan bunuh diri. Aku tau orang yang memutuskan operasi pada kenyatannya hidupnya akan cepat tiada dan aku tidak ingin itu semua terjadi padaku aku tidak ingin?"
"Anda harus paham kondisi yang anda alami ini bukan lagi masalah sepele! Ini masalah nyawa jika anda terus membiarkan tumor itu yang ada rasa sakit yang amat menyakitkan akan anda derita disetiap harinya? Apa anda ingin hidup anda setiap harinya akan seperti ini? Yakinlah rasa sakit yang nantinya akan anda rasakan akan berkali lipat dengan rasa sakit yang anda rasakan saat ini apa anda mau terus menderita? Tapi sebelum itu saya juga harus katakan jika selain penyakit anda masuk ke stadium 2 anda juga dinyatakan hamil 1 bulan selamat ya?"
Mengetahui fakta jika penyakit yang ia derita tambah semakin parah hatinya terasa hancur berkeping-keping, namun setelah mendengar sendiri ucapan Dokter soal kehamilannya wajahnya kembali berbinar-binar, air matanya terjatuh namun bukan air mata kesedihan yang ia rasakan melainkan air mata keberhasilan yang akhirnya ia capai setelah sekian lama menunggu.
"Katakan dokter tidak bohong kan dengan ucapan Dokter tadi!"
"Ini sungguh-sungguh sangat membahagiakan untuk Mama sayang, inilah yang Mama inginkan terima kasih! Terima kasih kamu sudah hadir dalam kehidupan Mama terima kasih!"
"Tapi saran saya anda jangan dulu senang dengan kabar ini? Anda memang hamil dan itu menjadikan hal yang paling istimewa untuk seorang Ibu tapi anda juga harus tau dengan kehadiran calon bayi anda itu akan memberikan pengaruh buruk pada kondisi anda nanti, jadi segera gugurkan lah!"
"Hanya ibu b0d0hlah yang akan mengugurkan janin yang tidak berdosa ini, ini keinginanku sejak sedari dulu menjadi seorang Ibu dan mendapatkan panggilan ibu dari bayi mungilku ini inilah keinginanku, sampai mati pun aku tidak akan pernah menggugurkannya biarpun aku sendiri yang harus menderita setiap saat, setiap detik bahkan menit aku tidak peduli aku akan tetap mempertahankan anak ini entah gimana pun caranya nanti aku akan tetap mempertahankannya?"
__ADS_1
"Anda jangan gila! Itu salah satu kesalahan fatal jika anda melakukannya, kondisi anda akan tambah semakin buruk jika anda mempertahankannya jadi saya mohon gugurkan lah janin ini saya mohon!"
"Saya tau dokter selama ini sudah banyak membantu dan mendukung saya namun ini bukan soal kebaikan namun ini soal cita-cita yang mungkin semua wanita juga mengimpikannya, saya tau ini kedengarannya gila tapi ini pilihanku jadi saya mohon jangan paksa saya untuk mengugurkan darah dagingku sendiri, saya mohon!"
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan terbesar anda saya bisa apa?"
"Ya sudah Dok sekarang saya harus pergi sekali lagi terima kasih!"
"Iya sama-sama, berhati-hatilah!"
"Baik Dok!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1