
Keduanya berada dalam mobil perjalanan hendak akan pulang, namun ditengah-tengah perjalanan hujan tambah semakin lebat belum lagi adanya pohon yang tumbang membuat mobil yang ditumpanginya mau tidak mau harus putar arah.
"Kak kenapa?"
"Itu Bin! Ada pohon yang tumbang, mungkin jika kita paksakan kita sendiri yang akan jadi korban karena yang aku tau pohon di wilayah ini kondisinya sudah sangat memungkinkan untuk tidak dilewati jadi gimana? Jika kita putar balik kira-kira perjalanan yang harus kita tempuh akan membutuhkan sekiranya 1 jam setengah lagi?"
"Menurutku waktu segitu tidak terlalu lama untuk kita tempuh namun dijalan perbatasan sana juga banyak pohon yang kondisinya sama seperti ini jadi jika kita lewat sana seumpama ada yang pohon tumbang gimana?"
"Itu dia permasalahannya, tapi seingat ku disana ada rumah kosong mungkin kita bisa tempati untuk beberapa jam sampai menunggu situasi aman?"
"Itu lebih baik aku tidak masalah!"
"Baiklah kalau gitu!"
"Hujan tambah semakin lebat. Ini juga sudah hampir pukul 9 malam apa mungkin aku harus bermalam dengan seorang Wanita yang jelas-jelas bukanlah Istri-ku sendiri?" batinnya yang merasa tambah semakin bingung, beberapa kali ia mencoba menelfon Samudra tapi apa daya dirinya tidak mengangkatnya.
"Kak hujannya tambah semakin lebat gimana ini?"
"Kamu jangan cemas ada aku! Kamu butuh istirahat jadi beristirahatlah nanti kalau hujan sudah reda aku akan membangunkan mu!"
"Kamu sungguh tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa tidurlah! Tapi akan lebih baik aku pergi saja. Kamu sudah bersuami apalagi suami kamu adalah temanku juga, jadi aku tidak mau ada kesalahpahaman diantara kita jadi untuk menghindarinya akan lebih baik kita saling berjauhan saja! Kamu disinilah biar aku diluar untuk memastikan suasana aman!"
"Baiklah aku tahu maksud apa maksud kamu Kak?"
"Ya sudah mendingan kamu tidur disini apalagi kamu sedang hamil jadi kamu juga harus jaga-jaga baik kondisi janin kamu ini?"
"Baiklah berhati-hatilah!"
" Aku akan tidur di-luar jadi jika apa-apa kamu berteriak lah agar aku bisa mendengar suara kamu?"
"Baiklah.
"Iya Kak!"
"Beruntung wanita yang akan memiliki Suami seperti kak Bagas sudah tampan dia juga sangat pengertian. Astaga Bintang apa yang sedang kamu pikirkan jangan berfikir yang aneh-aneh apa kamu mengerti?"batinnya.
"Sudah jam segini tapi kenapa hujan tak kunjung reda, jika sampai larut malam aku takut Samudra akan berfikir yang tidak-tidak mengenai Bintang, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang. Jika aku memaksakan diri untuk menerobos hujan lebat ini kasihan juga Bintang apalagi dia sedang hamil dan kondisinya yang seperti ini aku tidak mungkin aku akan memaksanya seperti itu.
Langkah seseorang terlihat mulai mendekatinya. Tanpa disadari olehnya pukulan dari balok kayu telah tepat mendarat tepat pada punggungnya yang akhirnya spontan membuat Bagas jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Mendengar ada suara jatuhan Bintang yang mendengarnya ia memutuskan untuk melihat ke-depan. Akan tetapi belum juga ia berhasil mencapai ditempat yang ingin ia tuju sebuah pukulan lagi-lagi tepat mendarat mengenai punggungnya yang akhirnya membuat Bintang ikut jatuh pingsan. Dan beruntungnya seseorang itu langsung menangkapnya hinga Bintang tidak harus mengalami benturan pada perutnya.
__ADS_1
"Bos sekarang apa yang harus kita lakukan. Apa kita perlu memberikan pelajaran sekarang?" tanya salah satu anak buahnya pada salah seorang didalam teleponnya.
"Jangan! Aku masih membutuhkannya, jadi cepat sekarang kamu angkat dan bawa dia ke kamar karena masih ada tugas satu lagi yang belum aku selesaikan, sekalian jangan lupa suntikkan obat bius kepadanya karena aku tidak inggin dia akan sadar sebelum rencana ku berhasil," ucap seseorang itu lagi.
"Baiklah Bos kita akan membawanya," balasnya yang tanpa berkata, mereka pun langsung membopong tubuh Bintang dan dengan segera mereka pun membawanya pergi.
Dalam keadaan sama yang sudah sama-sama tidak sadarkan diri, pria itu pun bergegas membopong tubuh Bagas yang kemudian ia pun melepaskan pakaian yang dikenakan bagas tersebut.
Sama halnya dengan apa yang dilakukan pria tadi, salah seorang wanita itu pun melepaskan pakaian luar yang dikenakan oleh Bintang, dan kemudian ia pun membaringkan tubuh Bintang tepat di samping Bagas yang juga sama-sama tidak sadarkan diri.
"Ini uang yang saya janjikan tadi!"
"Baiklah lain kali jika anda butuh bantuan hubungi lah saya!"
"Baiklah!"
Memandang keduanya yang sudah berada diatas ranjang, Wanita yang telah merencanakan ini semua dirinya yang tak lain adalah Anindya.
"Maafkan aku! Maafkan aku karena aku telah egois menjebak kalian seperti ini maafkan aku! Maafkan aku!" dirinya lantas pergi dan membiarkan keduanya terbaring diatas ranjang.
BERSAMBUNG.
__ADS_1