
Bersandar di bahu Samudra dengan sangat romantis, dirinya memeluk lengan suaminya dan henti-hentinya menunjukkan wajah senyuman pada sang suami tercinta.
"Sayang?"ucap Bintang lalu Samudra membalasnya.
"Iya ada apa?"balas Samudra dengan menatapnya.
"Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?"tanya balik Bintang.
"Tanya soal apa katakan saja?"
"Jika seumpama kita ditakdirkan untuk tidak selalu bersama. Aku ditakdirkan menjadi wanita penyakitan apa kamu akan tetap setia bersama denganku dan mendampingiku hinga ajal menjemput ku nanti? Apa kamu bersedia mengasuhku dan tetap mencintai ku biarpun kondisiku tidak lagi sempurna seperti dulu?"tanyanya, beralih Samudra kembali menatapnya.
"Kamu ngomong apa? Kenapa dari pertanyaan kamu, kamu berkata seolah-olah jika kamu sakit? Kamu baik-baik saja kan?"tanya balik Samudra dengan membelai wajah istrinya.
"Aku baik-baik saja kok, aku hanya penasaran saja aku takut jika hubungan kita yang se'harmonis ini nantinya kamu akan melupakan aku? Aku lihat banyak di tv suami hanya menyayangi Wanitanya ketika wanita memberikan kepuasan yang lebih. Bahkan kecantikan tidak sepenuhnya seorang suami banggakan, jadi kamu sungguh akan tetap bersamaku ataukah kamu akan pergi dan mencari wanita pendamping baru?"
__ADS_1
"Sungguh pertanyaan kamu sangatlah sulit untuk aku jawab? Namun hanya pria bodoh lah yang akan melepaskan wanita seperti dirimu. Aku sudah sangat terobsesi untuk memiliki kamu jadi mana mungkin aku akan meninggalkan permata sekaligus berlian yang sangat berharga untukku. Dan lebih memilih emas muda yang harganya sangatlah murah dan tidak berguna! Kamulah wanitaku Bintang jadi jangan berkata jika seolah-olah kamu akan aku tinggalkan karena itu semua tidak akan terjadi paham kan?"
"Iya aku paham kok, aku bersyukur memiliki pahlawan sekaligus pangeran seperti dirimu? Namun jika seumpama aku yang berkhianat dan mencintai laki-laki lain apa tanggapan kamu? Apa kamu akan tetap bersamaku ataukah kamu akan meninggalkan aku sadar wanita seperti itu sudah tidak bisa dipertahankan lagi apalagi dalam menjalankan hubungan rumah tangga?"
"Jika kamu berani berkhianat aku sendiri yang akan memberikan perhitungan sama kamu? Jika kamu masih memilih pria itu aku sendiri yang akan melenyapkannya karena kamu hanya untukku jadi selain aku? Aku pastikan tidak akan ada orang lain lagi yang akan merebut kamu dariku!"
"Ucapan kamu sangat membuatku takut?"
"Maaf jika aku terlalu jujur tapi itulah sifatku aku tidak akan mungkin melepaskan apa yang seharusnya jadi milikku, jika dia sudah berada digenggaman ku aku pastikan tidak akan ada orang lain lagi yang berhasil untuk mendapatkan kamu?"
"Tidak masalah kamu istriku jadi sudah sepantasnya kamu bertanya seperti itu kok? Oh iya ngomong-ngomong ada apa? Kenapa aku perhatikan kamu juga senyum-senyum sendiri?"
"Baiklah karena kamu sudah mulai curiga aku akan memberitahu kamu sekarang, kamu juga akan kasih tau apa penyebab kenapa aku bisa senyum-senyum sendiri?"
"Ya sudah katakan apa yang membuat kamu jadi terlihat sebahagia ini, katakan?"
__ADS_1
"Ini ambil dan lihatlah!"
Mengenggamkan sesuatu pada tangan kekar suaminya, sang suami yang merasa ada sesuatu disembunyikan oleh istrinya itu ia mulai melihat balik apa sesuatu yang telah diberikannya. Menunjukkan satu tespek yang bertanda positif lirikan matanya memandang balik kearah sang Istri.
"Sayang ini? Ini kenapa ada tespek yang menunjukkan jika ada tanda positif, kamu hamil? Kamu tidak lagi bergurau denganku kan?"ucapnya yang tak percaya.
"Aku tidak mungkin bergurau dalam hal seperti ini? Apa yang aku katakan ini sungguh-sungguh terjadi, aku! Aku benar-benar hamil anak kamu sayang aku hamil?"
"Aku harap ini mimpi? Kamu bisakah membuktikan jika apa yang aku lihat ini sungguh-sungguh terjadi?"
"Harus dengan cara apa aku membuktikannya sayang? Ini sungguh-sungguh terjadi kamu tidak lagi bermimpi aku hamil? Aku hamil anak kamu dan sebentar lagi kita akan dipanggil Papa dan Mama, aku hamil sayang?"
Membekap tubuh istrinya, Bintang yang penuh derai air matanya ia terus menangis dalam suka cita dan dalam pelukan sang suami.
BERSAMBUNG.
__ADS_1