PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 27." Menikmatinya."


__ADS_3

Disalah satu kediaman yang cukup besar seseorang telah siaga menyiapkan beberapa menu makanan kesukaan sang suami tercinta. Beberapa menu yang menurutnya simpel namun memiliki cita rasa yang sulit untuk diartikan, wajah wanita itu tampak sangat bahagia bisa menyiapkan semua menu ini.


"Garang asem, tumis kangkung, sambal semuanya sudah ada aku rasa Samudra akan sangat senang jika setibanya ia pulang ia melihat menu-menu kesukaannya ini?"


Bunyi klakson mobil terdengar dari dalam ruangan, tau siapa yang pulang wajah senyumannya kembali terukir, dirinya bergegas keluar dan dengan setia menunggu kepulangan sang suami tercintanya, mencium telapak tangan suami dan dibalas suami yang mencium kening sang Istri.


"Gimana apa hari ini kamu kerjanya lancar? Sepertinya kamu sangat kecapean?"


"Iya sayang hari ini aku lumayan capek, oh iya tadi aku sempat baca chat kamu tapi belum sempat balas, kamu bilang masak menu kesukaan ku apa itu benar?"


"Untuk suami tercinta ku ini, aku memang sengaja masak menu kesukaan kamu, kamu pasti sangat senang belum lagi biasanya kita beli jadi pastinya rasanya akan sangat berbeda?"


"Iya juga sayang ya sudah kita masuk, aku sudah tidak sabar ingin segera makan!"


Masuk kedalam rumah, melihat menu masakan kesukaannya yaitu, Garang asem, Tumis Kangkung dan sambal yang sangat nikmat yang sekejap itu Samudra tidak bisa jika hanya diam hanya dengan memandang menu semua ini.


"Dari harumnya saja sudah menunjukkan jika ini sangat enak? Aku makan ya?"


"Jangan dulu! Kamu harus mandi tubuhmu bau asem jadi alangkah baiknya kamu mandi setelah itu makan ya?"


"Tidak sayang, jika aku mandi dulu seleraku makanku akan hilang belum lagi aku kalau mandi kan lama jadi bisa kan kalau kita makan dulu?"


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan kamu tidak masalah kamu makanlah!"

__ADS_1


"Terima kasih sayang,"ucapnya yang tak lupa memberikan satu kecupan untuk sang Isteri


Mengambil dua centong nasi, sekaligus kuah dan cah kangkung Samudra dengan lahab memakan semua makanan dengan lahapnya.


"Astaga kamu pelan-pelan kenapa? Nanti kesedak?"


"Ini aku sudah tidak tahan sayang ini rasanya sangatlah nikmat mau aku sua'pin?"tawar sang Suami.


"Tidak! Aku belum lapar nanti kalau aku lapar aku akan makan sendiri!"


"Baiklah!"


Kembali melanjutkan makannya, sang Istri yang hanya setia menunggunya, dirinya merasa bahagia mendapatkan Suami sepengertian dirinya, berselang lama raut wajah Samudra terlihat berbeda.


"Sayang kamu kenapa? Kamu tidak tersedak kan?"


"Kamu tau darimana kalau kak Bagas sudah kembali ke Jakarta? Apa kamu sudah pernah bertemu sebelumnya?"


"Iya kemaren kita memang sudah bertemu, lebih tepatnya dia sendiri yang mendatangi kantorku! Namun hal lain aku merasa jika Bagas telah berubah seratus 80 derajat dari sifat aslinya yang dulu?"


"Berubah? Berubah gimana maksud kamu?"


"Tujuan pertama dia datang bukan untuk berjumpa setelah hubungan kami terpisah setelah dia pergi ke luar negeri, namun kedatangannya dia seperti sedang menyombongkan diri atas kesuksesannya, belum lagi dirinya sempat berkata dan menuduh aku dan Anindya yang katanya ada hubungan spesial lebih dari sekedar rekan kerja hal itulah yang membuatku membencinya, maaf ya jika aku harus memberi tahu soal ini, bukan aku menjelekan nya tapi seperti yang aku ucapkan dari awal tadi dia sudah banyak perubahan sayang?"

__ADS_1


"Aku kira kak Bagas hanya berubah padaku? Namun nyatanya dia juga berubah sama kalian? Dia memang berubah dan itu tidaklah bohong aku percaya sama semua perkataan kamu, soal ucapannya yang bilang jika kalian ada hubungan spesial aku rasa itu sungguh keterlaluan. Aku sungguh tidak mengerti lagi apa maksud dia jadi seperti ini, bahkan apa kesalahanku sampai-sampai dia sudah lupa dengan siapa aku? Tapi selain itu aku juga ingin mengasih tau kamu kalau aku juga kerja di Restoran Kak Bagas sayang, awalnya aku tidak tau kalau itu Restoran kak Bagas karena Clara tidak ngomong padaku tapi melihatnya sudah sangat berubah dan menganggap kita orang asing untuk apa aku harus tetap kerja disana, aku akan memutuskan keluar dari Restoran itu, itu mungkin cara yang tepat!"


Keduanya sedang ngobrol, lantas seseorang dengan lantang menimpali pembicaraannya, melihat siapa yang datang pandangan Bintang mau pun Samudra sendiri terfokus pada seseorang itu. Belum ucapannya yang sempat ia ucapkan menambah keheranan dua seseorang itu.


"Jangan! Jangan apa maksud kamu?"tanya Bintang ketika sadar Anindya lah yang hadir diantara pembicaraan keduanya.


"Maaf aku datang secara tiba-tiba dan menimpali pembicaraan kalian, seperti yang aku katakan tadi, jangan! Jangan kamu keluar dari Restoran milik Bagas itu?"


"Kenapa?"


"Gini Bin! Untuk kali ini aku rasa Bagas sama sekali tidak berubah! Dia hanya mencari cara untuk melihat apa kamu sudah berubah atau tidak ketika bertemu dengannya? Dia bersikap seperti ini dia hanya ingin tau apa kamu nyaman kerja disana, belum lagi kalian sudah berpisah hampir 6 tahun lamanya apa mungkin kalian tidak akan canggung sadar kalian dulunya sangatlah akrab?"


"Tapi jika dia hanya ingin memastikan aku betah atau tidak kenapa juga dia ucapannya seperti sedang membenciku? Aku tau kamu yang biasa menasehati ku, namun untuk masalah ini maaf! Maaf aku tidak bisa ikuti saran kamu, aku tidak bisa jika setiap hari aku harus melihat seseorang yang dulunya sangat peduli dan menganggap ku Adik namun kini sudah dia sudah berubah aku tidak bisa! Aku tidak bisa!"


"Bintang aku tau kamu memang harus mencari mendapatkan sendiri, tapi sadarlah dia sama sekali tidak ada sikap berbeda, aku sangat yakin dia berubah seperti ini karena suatu hal, mungkin saja dia masih sangat canggung untuk berbicara empat mata, belum lagi kamu dan Samudra kan sudah menikah jadi mungkin dengan cara inilah dia bisa menjaga jarak darimu kalian dia sangat tidak ingin hubungan kalian akan terganggu jadi paham lah!"


"Sayang aku rasa apa yang dikatakan Anindya ada benarnya juga, dia sudah lama menetap di Amerika jadi setibanya ia dijakarta aku rasa ada rasa canggung besar yang dia rasakan setelah bertemu denganmu, aku rasa sifatnya yang arogan cara agar dia tau seperti apa sifat dari Seseorang yang akan ia temuinya, enam tahun lamanya dia pergi tanpa kabar mungkin saja ada masalah yang pernah terjadi didalam dirinya makanya dia jadi berubah seperti ini jadi janganlah kamu keluar ya?"


"Lihatlah Suami kamu saja paham apa maksudku masak kamu sendiri tidak paham sih?"


"Baiklah kali ini aku akan tahan! Aku akan mengikuti saran kalian, tapi jika dia masih tidak ada perubahan jangan salahkan aku kalau aku langsung akan pergi!"


"Itu hak kamu An! Kamu bebas untuk memilih!"

__ADS_1


"Aku tau maksud Anindya melarang keras Bintang untuk jangan keluar! Tapi maaf untuk kali ini aku memilih mempertahankan hubunganku dengan Bintang karena aku tidak mau laki-laki itu akan merebut Bintang dariku! Biarpun kamu sendiri berusaha untuk mendekatkan keduanya tapi maaf! Maaf kali ini aku tidak mendukungmu!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2