PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 7." Jangan Mudah Tepercaya."


__ADS_3

Jam yang sudah menunjukkan pukul 21:00 malam, sama seperti biasanya jam sudah selarut ini tak memunculkan akan batang hidung dari suaminya untuk berpulang cepat, wanita cantik lan angun itu hanya mampu bolak-balik kesana kemari menunggu akan kepulangan suaminya.


Hingga tidak membutuhkan lama, knop pintu terbuka sedikit lebar, hadirnya suaminya yang datang mampu membuat wajah cerianya kembali terlihat. Namun sesaat kemudian dirinya serasa ingin bertanya-tanya setelah hadirnya wanita cantik yang juga sangat ia kenal pulang bersama dengan suaminya di jam selarut ini. Namun amarahnya tak mampu ia keluarkan melihat setelah sadar jika wajah pucat yang dimiliki sang wanita spontan membuatnya panik tidak karuan bak kesetanan.


" Anindya kamu kenapa? Kenapa wajah kamu pucat sekali kamu baik-baik saja kan!"


"Iya aku baik-baik saja kok Bin, tadi aku hanya kecapean makanya aku sampai jatuh pingsan dan untungnya ada samudra yang langsung menolongku tadi!"


"Samudra? Kamu yang menolongnya? Terima kasih ya, terima kasih!"


"Iya sama-sama sayang tadi disaat dalam perjalanan pulang aku tidak sengaja melihat yang tiba-tiba jatuh pingsan dipinggir jalan. Setelah aku menghampirinya aku juga sangat tidak menduga jika itu adalah Anindya, aku tidak tau alamat rumahnya makanya aku terpaksa membawanya kemari kamu tidak masalah kan!"


"Kamu berkata apa? Melihat kamu membawa Anindya kesini dalam keadaan Anindya yang amat memprihatinkan seperti ini aku malah sangat bersyukur, coba saja jika orang jahat yang melihat dan melukainya aku malah tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jadi sekali lagi terima kasih sayang terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah dia kelihatannya butuh istirahat cepat kamu antar ke kamar!"


"Baiklah aku akan antar kekamar!"


"Enak juga ya tingal satu rumah bersama dengan kedua wanita yang sama-sama sangat aku cintai?"batinnya dengan tersenyum licik.


"Kamu kenapa? Jika kamu ada masalah cerita-lah kepadaku tidak usah sungkan kita ini sahabat jadi harusnya kamu itu berkata jujur jangan suka menyimpan masalah sendiri seperti ini ada apa? Apa kamu ada masalah besar yang sedang kamu hadapi katakan? Katakanlah apa masalahmu?"


"Hubungan kita sudah terjalin seperti layaknya saudara kandung pada umumnya. Aku malu selama ini aku sudah banyak merepotkan kamu, aku memutuskan untuk bungkam karena aku tidak mau kamu akan terluka dan juga memikirkan masalah ku ini?"


"An! Selama ini kita tidak pernah menyembunyikan sedikit pun rahasia diantara kita. Aku akui sejak aku menikah kamu seperti sedang menghindari ku entah itu apa alasannya tapi aku tidak ingin kamu melakukan hal itu algi, kita sudah layaknya saudara yang tidak terpisahkan jadi aku mohon jangan pernah jauhi aku, aku mohon jangan pernah!"

__ADS_1


"Aku sengaja menjauhi kamu karena kalian sudah menikah, tidak baik hubungan persahabatan kembali akur jika salah satunya sudah berumah tangga. Dulu kita masih remaja jadi sudah sepantasnya jika kita tingal satu rumah tanpa rasa canggung tapi sejak menikah kita berbeda kita sangatlah berbeda, kamu sudah memiliki suami dan aku tidak mau hanya gara-gara kedekatan kita fitnah akan terus berdatangan menyerang ku aku tidak mau!"


"Anindya Lihatlah aku! Ayo lihatlah aku, di-dunia ini tidak ada seorang pun yang akan tega jika sahabat karibnya terkena masalah, kamu kelihatan sangat membutuhkanku jadi aku tidak masalah jika kamu akan tinggal bersama kami aku sungguh tidak masalah!"


"Tapi dengan Samudra sendiri?"


"Sama seperti yang Bintang katakan aku juga tidak masalah jika kamu akan tinggal bersama kami, dirumah ini hanya ada kita berdua rumah semewah ini tanpa adanya asisten rumah tangga untuk menjaga Bintang sungguh membuatku merasa tak tenang jika setiap hari aku pergi kekantor, jadi aku rasa setelah kamu tingal disini Bintang tidak akan kesepian lagi dan dia juga pastinya tidak akan kesepian karena sahabat yang sudah ia anggap kakak kandungnya hadir untuk menghiburnya jadi aku mohon terimalah tawaran kita aku mohon!"


"Baiklah aku akan menerima tawaran kalian sekali lagi terima kasih kalian memang teman terbaikku terima kasih!"


"Sama-sama An! Kita sudah jadi sahabat bahkan aku sudah menganggap kamu sudah seperti saudara kandungku sendiri jadi mana mungkin aku akan diam ketika melihat saudaraku lagi butuh pertolongan?"


"Aku tidak tau lagi harus mengatakan apa sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"


"Sama-sama An, ya sudah aku antar kamu kekamar!"


"Baiklah!"


"Kamu kenapa? Kamu ada masalah cerita-lah padaku?"


"Tidak! Tidak ada apa-apa kok, ya sudah samudra butuh kamu, kamu temani dia aku tidak apa-apa?"


"Sungguh kamu tidak apa-apa aku tinggal?"


"Iya tidak apa-apa pergilah!"

__ADS_1


"Baiklah ya sudah aku pergi dulu!"


"Baiklah!"


"Satu rumah bersama dua wanita sekaligus, sama-sama cantik bukankah ini kebahagiaan yang tidak pernah kamu sangka-sangka sebelumnya?"batinnya.


"Sayang?"


"Iya sayang, gimana apa Anindya dia baik-baik saja?"


"Iya dia baik-baik saja, dia seperti ada masalah tapi masalah yang ia alami dia tidak mau mengakuinya aku takut dia akan depresi akibat masalah ini apa yang harus aku lakukan?"


"Sayang kamu tenang-lah dia baik-baik saja, jika dia ada masalah aku juga akan membantunya jadi kamu janganlah khawatir, oh iya sejak melakukan malam pertama kemaren kita belum pernah melakukan apa-apa lagi apa kamu bersedia?"


"Gimana ya sayang bukannya aku menolak atas permintaan Suami, tapi aku lagi mentruasi kamu juga tau kan?"


"Baiklah tidak apa-apa aku paham kok, ya sudah lupakan saja ini sudah malam cepat tidurlah!"


"Tadi aku sudah tertidur jadi mungkin jika disuruh tidur jam segini itu akan percuma aku tidak bisa!"


"Sangat disayangkan baiklah aku akan ambilkan kamu begitu minum, kamu tidak masalah kan jika temani aku begadang?"


"Itu tidak masalah sayang, akan aku temani kamu!"


"Baiklah kamu siapkan beberapa laporan kerja diatas meja kerja aku akan ke dapur?"

__ADS_1


"Baiklah!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2