PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 57." Buta."


__ADS_3

Hingga kemudian ia pun menjawab pertanyaan Dokter itu. Akan tetapi mendengar apa balasan yang Bintang berikan, semua orang malah terkejut mendengar apa balasan yang Bintang lakukan tadi


Setelah Bintang membuka pelan matanya saat sebuah pergerakan seakan menganggu tidurnya. Akan yang membuatnya terkejut ia terkejut lantaran sadar jika pandangannya sama sekali tidaklah jelas. Warna gelap gurita yang seketika memenuhi pikiran dan pandangannya membuat ia berteriak.


Beribu pertanyaan mulai keluar dari pikiran wanita ini, tangannya terus meraba wajahnya yang tidak terlihat jelas pandangnya sama sekali. Air mata terus saja mengalir di kedua sudut pipinya, apa ia harus menangis.


"Ini kenapa pada gelap gurita? Aku ...aku tidak buta kan? Kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa kenapa ini? Ada apa dengan mataku ada apa?"panik Bintang yang mulai melakukan pemberontakan.


"Anda yang sabar ini sudah menjadi takdir yang maha kuasa, anda dinyatakan buta setelah kornea mata anda terkontaminasi penyakit anda yang sudah menjalar kemana-mana anda yang sabar ini sudah takdir, bersabarlah!"ucap Dokter yang berada disamping Bintang .


"Tidak! Ini pasti tidak mungkin aku tidak mungkin buta ini pasti bohong! Ini tidak mungkin ini tidak mungkin! Dok tolong saya aku tidak mau buta aku tidak mau tolong aku tolong aku!"


Tak tega Bagas yang melihat kehancuran Bintang. Bagas sigap langsung membekap tubuh Bintang, dengan cepat Bintang tidak sengaja mendorong tubuh Bagas hinga terjatuh, tangannya terus meraba kesemua benda yang berada disampingnya, isakan tangisan mulai terdengar begitu lirih di telinganya.

__ADS_1


Kedua temannya membantunya untuk berdiri, Bagas tak kuasa melihat Bintang yang sudah nyatakan buta. Bahkan pemberontakan yang dilakukannya tambah membuat Bagas semakin sakit.


"Bintang, cukup!" bentak Anindya yang spontan menyadarkan Bintang, ia menyuruh Bagas untuk mendekap tubuh Bintang tapi dirinya tidak menyadari yang seolah-olah Bintang tahu Clara lah yang memeluknya, wanita itu terus saja memberontak dan menyuruhnya untuk pergi.


"Aku sudah buta terus apa lagi yang kalian inginkan, aku sudah buta jadi pergilah! Pergilah dari hadapanku aku ingin sendiri! Pergilah dari hadapanku aku tidak mau bertemu dengan kalian pergilah!"


Tak tahan dengan ucapan yang dilontarkannya. Anindya memberikan satu tamparan untuknya.


"Stop! Apa seperti ini cara kamu menyelesaikan masalah? Apa seperti ini cara kamu kalah melawan penyakit kamu! Apa kamu sadar kamu pernah bilang jika kamu sangat menyayangi kamu semua?"


"Apa yang sudah kamu perjuangan tidak seharusnya kamu menyerah sekarang. Kamu hanya kehilangan penglihatan kamu, tapi hati kamu masih punya kami, jadi aku mohon berjuanglah untuk kami semua aku mohon."


"Yang dikatakan Anindya benar Bin! Kamu harus bisa melewati semua ini, kamu harus bisa!"timpal Clara yang ikut memberikan semangat.

__ADS_1


"Benar yang kalian katakan aku hanya kehilangan penglihatan ku, aku masih punya kalian semua untuk aku perjuangkan! Maafkan aku karena aku lemah maafkan aku!"


"Kamu butuh waktu untuk istirahat jadi beristirahatlah,"pintanya, lantas Anindya membantunya berbaring kembali.


"Aku sekarang sudah buta, aku rasa ini keputusan yang pas untuk aku menjauh dari Kak Bagas? Aku sudah banyak membuatnya menderita jadi kalian bersedia untuk jangan memberitahu Kak bagas jika aku sekarang sudah buta kan?"


"Kamu tenang saja aku tidak akan memberitahunya,"balasnya.


"Terus apa kamu sudah memaafkan aku?"tanya Anindya dengan menggenggam erat tangan Bintang.


"Semua ini terjadi akan adanya nafsu, aku sudah memaafkan kamu, aku tau bukan hanya aku yang jadi korban tapi kamu sendiri juga menjadi korban dari Pria brengsek itu. Aku harap terjadinya masalah ini hubungan persahabatan kita kembali terjalin, aku tidak ingin disaat terakhir-terakhirku nanti hubungan kita memudar jadi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku! Aku mohon!"


"Kamu tenang saja kali ini aku tidak akan meninggalkan kamu apalagi mengecewakan kamu aku janji!"ucapnya yang beralih Anindya pun memeluknya kembali.

__ADS_1


"Ya sudah kamu istirahatlah!"pinta Clara lantas keduanya mengakhiri pelukan.


BERSAMBUNG


__ADS_2