
Mengelus-elus perutnya dirinya tak sadar jika janin yang dulunya tertanam kini hanya tinggal bayangan. Bintang yang belum mengetahui dirinya terus saja mengelus-elus perutnya.
"Sayang kamu tau dengan kehadiran kamu ke dunia ini, Mama sangat bahagia? Bahkan kebahagiaan yang Mama rasakan tidak bisa diartikan lagi seperti apa Mama merasakan bahagia ini?"
Terlihat salah satu Suster yang tadinya menyiapkan makanan, suster itu berpaling dari Bintang terus berfikir apa maksud dari ucapan yang barusan dikatakan pasiennya ini, suster itu lantas menghampirinya.
"Maaf?"
"Iya Sus! Ada apa?"
"Apa sampai hari ini anda belum tau fakta yang sebenarnya terjadi?"tanya Suster beralih pandangan Bintang fokus pada suster tadi.
"Ma ...maksud Suster?"tanyanya dengan wajah penasaran.
"Iya yang saya tau kemaren anda dinyatakan keguguran setelah meminum ramuan itu apa anda tidak tau sama sekali soal ini?"
Tangisannya yang pecah mendengar sendiri ungkapan dari Suster. Tubuhnya bahkan melemah tak menyangka jika sesuatu yang tidak ia inginkan sungguh-sungguh terjadi padanya. Berlalu salah satu Dokter masuk keruangan rawat Bintang.
__ADS_1
"Ada apa ini?"tanya Dokter dengan wajah paniknya.
"Ini semua tidak mungkin terjadi padaku. Kandunganku? Kandungan ku tidak mungkin keguguran kan Dok? Ini tidak mungkin kan?"
"Bertabah lah, janin yang ada dikandungan kamu memang tidak bisa kami selamatkan maafkan kami karena pihak kami sudah membohongi anda maafkan kami!" balas Dokter dengan menepuk pundak Bintang sebagai tanda memberikan dukungan.
"Itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin kehilangan calon anakku, itu tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kenapa semua ini harus terjadi padaku kenapa?"ucap Bintang yang kemudian tiba-tiba tubuhnya pun mulai melemas yang akhirnya ia pun jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
"Astaga Dok apa yang terjadi kenapa dia bisa pingsan lagi seperti ini?" tanya suster yang mulai cemas.
"Suster tidak perlu khawatir, saya sengaja menyuntikkan obat tidur ini buat jaga-jaga jika dia akan melakukan pemberontakan dan berusaha melukai dirinya sendiri. Karena sekarang pasien dalam kondisi perasaan yang sangat hancur jadi hanya ini cara pencegahan yang bisa kami lakukan!"
"Ya sudah saya tinggal dulu!"ucap Suster.
"Baiklah sus!"
"Bintang sudah tau semuanya aku harus memberitahu Bagas?"hendak akan menelfon, Bagas sendiri telah masuk kedalam ruangan ini.
__ADS_1
"Dokter apa yang terjadi?"tanya Bagas setibanya ia masuk.
"Bintang sudah tau kalau janin yang ia kandung telah keguguran, saya sengaja menyuntikkan obat penenang agar dia tidak melakukan tindakan lain yang akan menyakitinya nanti."
"Iya Dok itu tidak masalah itu lebih baik!"
"Selanjutnya apa rencana anda? Melihat kondisinya seperti ini dia pasti sangat drop?"
"Itu dia Dok saya sendiri bingung harus melakukan apa sekarang? Tapi aku akan menjaganya dengan baik jadi Dokter janganlah cemas!"
"Baiklah kali ini aku percayakan Bintang pada anda! Anda sepertinya sangatlah perhatian pada Bintang melebihi diri anda sendiri tapi sebaliknya Bintang sendiri sepertinya tidak menyukai anda tuan?"
"Yang namanya perasaan memang tidak seharusnya harus dipaksakan Dok, sadar juga pernikahan kami terjadi atas dasar salah faham, jadi aku sudah ikhlas jika penerima hubungan tanpa adanya perasaan antar kedua hati kita!"
"Terus anda sendiri apa anda sangat mencintainya?"
"Entahlah aku tidak tau, ya sudah saya pamit permisi mau menemui bagian administrasi?"
__ADS_1
"Baiklah silahkan!"
BERSAMBUNG.