PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 15." Di Jodohkan."


__ADS_3

"Gimana sayang apa hari ini kamu kerjanya lancar?" tanya wanita pada Putra semata wayangnya.


"Iya Ma, Bagas lancar kok kerjanya?"


"Oh iya sayang sebenarnya selain itu ada masalah lain yang ingin Mama tanyakan sama kamu? Kenapa sayang? Kenapa sejak Bintang menikah kamu malah menghindarinya seperti ini? Mama kenal jelas seperti apa hubungan dekat kalian sewaktu dulu, kalian tidak seperti ini yang saling menjatuhkan. Bahkan kamu ganti nomor ponsel itu sudah menunjukkan bukti jelas jika kamu memang sudah menghindar darinya sayang? Ada apa? Apa yang membuatmu jadi seperti ini?"


"Aku rasa mengenai soal itu Mama tidak perlu tanyakan lagi? Bintang sudah berkeluarga sedangkan hubunganku dengannya hanya atas dasar sahabat! Aku tidak ingin jika kedekatan ku dengan Bintang terus berlanjut itu akan membuat masalah baru, sadar jika dia sudah jadi istri dari orang lain jadi paham kan Mama dengan penjelasan ku ini?"


"Iya sayang Mama paham sekarang! Mama tau yang kamu rasakan saat ini, apa yang kamu lakukan Mama akan mendukungmu jadi tetap semangatlah!"


"Terima kasih Ma!"


"Oh iya ada lagi yang ingin Mama tanyakan sama kamu? Kamu kan sudah dewasa apa kamu tidak berfikir ingin mencari sesosok pendamping untuk kamu jadikan istri nanti? Ya maksudnya mencari teman untuk curhat jika nanti kamu bisa ajak curhat dalam masalah kamu? Tapi ini hanya pertanyaan Mama, Mama tidak akan memaksa kamu kok sayang jika kamu masih betah ingin sendiri Mama tidak akan melarangnya?"


"Benar yang dikatakan Mama jika aku sendiri dalam keadaan seperti yang terus saja memikirkannya yang ada aku akan tambah menderita dan susah untuk melupakannya? Aku rasa yang dikatakan Mama memang benar aku harus mencari wanita lain untuk jadi pengisi dari kekosongan hatiku ini?"batin Bagas yang terus saja terdiam, melihat putranya malah terdiam Mamanya pun memudarkan lamunan Putranya.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa malah melamun? Apa yang barusan Mama katakan sangat menyakiti perasaan kamu ya? Maafkan Mama jika itu akan membuatmu sedih maafkan Mama ya sayang?"


"Tidak kok Ma! Bagas cuma berfikir memang apa yang Mama katakan memang ada benarnya? Bagas sudah seharusnya mencari sesosok pendamping, Bagas tidak keberatan jika Mama ingin menjodohkan Bagas dengan Wanita pilihan Mama, Bagas tidak masalah kok?"


"Kamu serius sayang? Jika ucapan dadakan kamu terjadi karena kamu terlalu memikirkan secara paksa omongan Mama, Mama tidak memaksa kamu untuk tidak cepat menikah sayang, Mama hanya bertanya jadi kamu jangan terlalu berfikir secepat ini?"


"Tidak Ma! Bagas sungguh-sungguh memikirkan masalah ini? Benar yang Mama katakan jika Bagas memang sudah seharusnya mencari calon. Oh iya Mama kan banyak teman apa dari salah satu mereka tidak ada yang memiliki anak Perempuan? Kalau pun ada aku tidak keberatan jika Mama akan menjodohkan dia denganku?"


"Sayang kamu sungguh-sungguh serius dengan ucapan kamu?"


"Baiklah sayang Mama akan mencoba berbicara pada teman Mama? Kemaren ada anak teman Mama yang juga cantik, coba Mama tanyakan apa dia sudah punya kekasih? Tapi selain itu ada hal lain lagi yang ingin Mama tanyakan sama kamu?"


"Soal apa?"


"Gini sayang kan perusahaan yang Mama pegang sekarang lagi butuh seseorang untuk menghandle langsung, sedangkan Mama tidak bisa paksakan kamu jika Mama lihat kamu juga sibuk mengurus Restoran kita di Jakarta, jadi seumpama Mama tukar kamu yang menghandle sepenuhnya masalah restoran dan Pak Arman yang membantu Mama masalah Perusahaan disini apa kamu tidak keberatan?"

__ADS_1


"Kembali ke Jakarta itu artinya aku bakal bertemu dengannya? Tapi jika aku tidak pergi maka masalah Perusahaan yang akan kena masalah?"batin Bagas yang kembali melamun.


"Sayang? Kamu masih butuh waktu untuk memikirkannya ya?"


"Baiklah Bagas sudah sepakat Bagas akan kembali ke Jakarta Ma, mungkin ini saatnya Bagas sendiri yang menghandle masalah Restoran biar Pak Arman juga tidak bolak-balik kesana kemari, kira-kira kapan rencana Mama menyuruh Pak Arman untuk kesini?"


"Jika kamu tidak keberatan ya besok sayang?"


"Itu tidak masalah! Bagas setuju Ma!"


"Baiklah sayang sekali lagi terima kasih!"


"Iya sama-sama Ma!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2