PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 38." Benarkah Itu."


__ADS_3

Luka. Setiap luka pasti akan ada obatnya ingat Bintang apa yang kamu katakan sangatlah benar jadi janganlah menangis, janganlah menangis hanya untuk laki-laki macam seperti dia. Sadarlah hidupmu hanya menghitung waktu bahkan kapan aja kamu bisa pergi jadi lupakanlah dia! Lupakanlah dia jika kamu ingin melanjutkan hidup kamu lupakanlah dia.


Tangannya yang menggenggam erat agar ia bisa menyembunyikan rasa sakit hati yang sedang ia rasakan saat ini. Akan tetapi Bagas yang sadar akan situasi yang dialami Bintang, ia pun menggenggam tangan Bintang dengan berkata.


"Menangis lah! Menangis lah jika itu akan membuatmu merasa lega. Air tidak akan bisa tersembunyi jika pada dasarnya hujan sudah ditakdirkan untuk turun membasahi semua tanah yang ada dimuka bumi ini. Sama halnya dengan hatimu, janganlah kamu berusaha menyembunyikannya jika pada akhirnya rasa sakit itu akan berbalik menyerang hatimu dan membuatmu tambah semakin terluka, jadi menangis lah! Menangis lah jika itu akan membuatmu merasa sangat lega menangislah!"


Mendengar ucapan yang dilontarkan Bagas membuat air mata yang tadinya ditahan Bintang dengan sudah payah akhirnya bisa jatuh membasahi kedua pipinya. Buliran demi buliran akhirnya mulai terjatuh hingga tidak terhitung berapa banyak buliran air mata yang berhasil terlepas dari persembunyiannya.


Sedangkan seorang laki-laki yang berada disampingnya telah menjadi saksi atas apa yang telah ia rasakan saat ini. Melihatnya menangis tanpa henti ia hanya bersikap tenang dan terdiam dan sesekali pandangan pun menatapnya akan tetapi sama belumlah terlihat jika air mata itu akan lah surut dari mata Wanita yang berada disampingnya saat ini


Berada dalam satu mobil yang sama akan tetapi tidak terdengar dari suara yang bersahutan diantara keduanya lantaran Bintang yang sedari tadi sedang terdiam melamunkan sesuatu. Sedangkan Bagas yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya ia lantas bertanya.


"Bintang kamu kenapa? Apa kamu masih memikiran perkataan yang barusan dikatakan Suamimu tadi?" tanyanya yang kemudian Bintang pun tersadar.


"Sudahlah aku tidak mau menanggapi masalah itu. Aku juga tidak mau lagi memikirkannya," balas Bintang yang terlihat murung lagi.


"Kamu bisa membohongi aku Bin, tapi nyatanya kamu tidak bisa membohongi perasaan kamu dan juga hatimu sendiri. Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat ini," batinnya yang kemudian ia bertanya balik.

__ADS_1


"Melihat ekpresi wajah kamu sekarang, aku jadi kepikiran akan sesuatu. Apa diamnya kamu karena kamu itu benar-benar sangat mencintainya?"


"Apa.."


"Bukan itu maksudku..aku hanya inggin tau saja."


"Mencintai. Aku rasa hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi, tapi anehnya itu benar-benar terjadi padaku. Aku sadar hubungan kita hanyalah sebuah hubungan bayang-bayang yang tanpa adanya ranting mau pun akar kuat yang menyatukan dan mempererat hubungan kita. Jadi selama masih jadi bayang-bayang akan sangat mustahil untuk bisa mencintainya lagi. Memang jujur dia sangatlah tampan tapi nyatanya ketampanan saja tidak mampu menyelematkan rasa sakit yang sudah terlanjur bersarang dalam hatiku!"


"Terus jika suatu saat nanti ia akan berubah menjadi baik dan perduli mau pun perhatian pada dirimu. Apa kamu akan memberikan dia kesempatan kedua?" tanya Bagas yang membuat Bintang berbalik arah melihatnya.


"Jika aku disuruh memilih aku juga ingin sekali memberikan dia kesempatan kedua, tapi aku sadar hidupku tidaklah akan lama, jadi cepat atau lambat penyakitku ini perlahan-lahan akan mulai menguasai diriku jadi mungkin jalan yang paling tepat adalah menyendiri. Karena dengan menyendiri aku tidak akan terluka mau pun melukai orang lain," batinnya yang kemudian Bintang lagi-lagi mengagetkannya


"Kak Bagas tenang aja aku bukanlah orang yang mudah termakan akan rayuan mau pun gombalan seorang laki-laki, jadi sekali aku dikhianati aku tidak akan dengan mudahnya memaafkannya jika suatu saat nanti ia berubah mungkin itu akan membuatnya sadar gimana kehilangan seseorang yang paling ia cintai?"


"Apa kamu sadar Bintang, kalau cinta memang pada dasarnya tidak pernah mengenal usia mau pun derajat seseorang dan jika seseorang sudah sangat mencintai Wanitanya maka dengan cara apapun laki-laki itu pasti akan terus berjuang dan berjuang untuk mendapatkan cinta itu. Tapi apa aku pantas untuk memilikimu karena aku sadar ternyata aku diam-diam ternyata masih sangat menyukaimu," batinnya yang kemudian ia pun kembali melajukan laju kendaraannya.


"Terus sekarang kamu ingin kemana? Apa aku perlu mengantar kamu kerumah Mama kamu?"

__ADS_1


"Jika aku pulang yang ada Mama akan menceramahi ku secara terus-menerus, jadi alangkah baiknya aku tidak beritahu kak Bagas apa yang sebenarnya terjadi?"batin Bintang dengan lamunannya.


"Bintang kamu melamun lagi?"tanya Bagas.


"Tidak! Aku tidak apa-apa aku hanya berfikir mungkin dengan berpulang ke rumah Mama itu akan lebih baik, kamu turunkan aku disini saja?"


"Tapi kenapa harus disini? Bukankah jarak dari kediaman Mama kamu lumayan jauh jika kamu turun disini?"


"Aku sudah biasa jalan kaki, mungkin dengan cara ini aku sedikit ada olahraga malam jadi tidak apa-apa disini aja?"


"Baiklah jika itu keputusan kamu aku akan turunkan kamu, tapi kamu sungguh tidak apa-apa kan?"tanyanya lagi dengan sedikit rasa panik.


"Iya aku tidak apa-apa kok kak, kak Bagas tenanglah!"


"Jika kamu ingin pulang, pulanglah aku tidak apa-apa kak Bagas tingal!"


"Kamu kabari aku kalau ada apa-apa?"

__ADS_1


"Baiklah aku akan kabari kakak nanti!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2