PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 9." Flashback sewaktu SMA."


__ADS_3

Bersantai diruang tamu sembari melipat lembaran demi lembaran foto kenangan masa remajanya dirinya tak henti-hentinya menunjukkan wajah bahagia.


Lembaran demi lembaran mulai ia lihat dengan sangat teliti, hingga akhirnya satu foto semasa kecilnya bersama dengan Anindya dan juga Bagas teman terbaiknya sewaktu SD sampai jenjang SMA membuat dirinya akhirnya menitihkan air mata, ingat kehidupan berjalan dengan sangat cepatnya diusia dia yang baru menginjakkan umur 16 tahun sampai diumur yang 22 tahun sekarang.


FLASH BACK


Dua gadis kecil yang telah bersahabat dan sulit untuk terpisahkan, sama halnya seperti lem perekat yang entah bagaimana cara ketika lem itu tertempel pada kertas keduanya sulit terpisahkan antara satu sama lain.


Berseragam merah putih kedua sahabat itu terlihat sangat bahagia penuh dengan wajah keceriaan, candaan yang membuat situasi kembali hidup, berjalan secara beriringan seolah-olah keduanya tidak mau untuk dipisahkan satu sama lain.


Hari telah berlalu dengan sangat cepat, dua sahabat yang tadinya masih berseragam merah putih dan duduk di bangku sekolah dasar, kini kedua sahabat itu dengan cepatnya telat menjadi remaja yang memiliki paras cantik jelita bak seperti bidadari, berseragam putih abu-abu keduanya terlihat kebingungan melihat pintu pagar sekolah dari SMu cenderawasih telah tertutup rapat, adanya satpam penjaga yang tak mengijinkan keduanya untuk masuk menyadari jika kesalahan keduanya yang telah telat untuk masuk sekolah.


"Pak aku mohon ijinkan kami untuk masuk, aku mohon ijinkan kami! Ijinkan kami aku mohon!"ucap Bintang dengan terus saja memohon tanpa henti.


"Kalian ini sudah sering telat. Bahkan ini bukan yang ke satu atau pun dia kalinya jadi maaf Bapak tidak bisa Bukakan maaf!"

__ADS_1


"Pak aku akui aku salah karena telah terlambat datang ke sekolah ini, kami sudah berusaha dan kediaman kita juga sangatlah jauh dari sekolah ini, kami butuh waktu berjam-jam untuk berusaha mencari angkutan jadi kami mohon ijinkan kami, ijinkan kami mohon!"


"Jangan banyak ngeles, itu selalu menjadi alasan yang selalu kamu katakan pada bapak, bapak sadar kamu seorang penipu karena aslinya kediaman kamu hanya berjarak sangat dekat dari SMA Cenderawasih ini, bahkan bisa dibilang hanya membutuhkan langkahkan kaki saja jadi dengan cara apa lagi anda ingin mengeles?"


"Sial, terbongkar lagi!"bisik Anindya yang tidak bisa berkata banyak.


"Pak kali ini aku benar-benar sakit hati! Bapak juga seorang Ayah dari anak yang bapak miliki sekarang ini. Mereka sangat cantik tapi lebih Cantikan diriku, bayangkan jika anak bapak telat dan mendapatkan hukuman apa bapak tidak merasa bersalah jika melihat nasib anak bapak bernasib sama seperti diriku? Ini sangat menyakitkan Pak? Ini sangat menyakitkan?"ucapnya secara memelas.


"Tapi anda salah! Aku belum menikah, biarpun wajahku terlihat tua tapi aku masih perjaka anak siapa yang anda bilang tadi!"tegasnya yang spontan membuat Bintang malu tidak terpayang.


"Baiklah berhubung bapak baik silahkan masuk bapak mengijinkan kalian untuk masuk, jadi cepat masuklah!"


"Bapak serius? Maksudnya pak Jaka serius?"


"Iya aku serius? Tapi sebutan Jaka itu apa maksudnya?"tanyanya yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Jaka? Bukankah bapak tadi bilang masih perjaka jadi apa aku salah memangil bapak dengan sebutan Jaka yang artinya singkatan dari perjaka?"ucapnya secara meledek.


"Dasar anak ingusan cepat masuk!"perintah satpam yang merasa kesal.


"Baik Pak Jaka!"balasnya dengan tawa cekikikan. Mengandeng tangan Anindya dan membawanya pergi.


Keduanya berlari hingga sampai di koridor sekolah, keduanya terhenti.


" Bintang Kamu sudah gila ya? Bisa-bisanya kamu meledek Pak satpam seperti itu berani sekali kamu!"


"Anindya Sudahlah anggap aja ini sebagai pemanasan, sekali-kali tidak papa lagi aku meledek pak Jaka!"ucapnya dengan ledekan-nya.


"Baiklah terserah kamu!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2