PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 52." Kesadarannya."


__ADS_3

Melihat keramaian yang terdapat pada salah satu ruangan, Bagas segera masuk dan membuyarkannya.


Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu tiba-tiba bisa ada disini siapa yang menyuruhmu untuk masuk, keluar!"


"Maaf aku tidak ada waktu lagi untuk berdebat sama Mama, sekarang aku ingin Mama ikut aku karena ada hal yang sangat penting yang harus Mama ketahui ayo!"


"Hey kamu punya hak apa bisa memaksa saya seperti ini? Kamu bukanlah Putraku apa hak anda berani memanggilku dengan sebutan Mama?"


"Pertama asal Mama tau aku dan juga Bintang secara diam-diam sudah menikah. Dan cincin ini sekarang Mama tau kan apa artinya? Menikahi putri anda itu artinya sudah sepantasnya aku memangil anda dengan sebutan Mama. Sudah Bagas tidak ada waktu ayo ikut aku Ma!"ajak Bagas yang langsung menariknya tapi Mertuanya langsung menepis tangan Bagas.


"Hey apa kamu bilang apa maksud kamu bilang kalau kalian sudah menikah apa ada saksi yang melihat kalian?"


"Mungkin saat ini Mama tidak percaya kalau kita memang sudah menikah, tapi terima kenyataan lah karena itu memang sudah terjadi dan kita? Kita sungguh-sungguh memang sudah melakukan akad nikah. Sekarang kita sudah tidak ada waktu ayo kita pergi apa sesusah ini mengajak Mama untuk pergi jangan buat diriku tambah marah dan bertindak lebih kasar dari ini apa Mama paham!"bentaknya yang seketika Mertuanya terdiam.

__ADS_1


"Kamu? Bisa-bisanya membantah seperti ini sama orang yang lebih tua darimu!"


"Baiklah kayaknya memang harus aku sendiri yang mengasih tau Mama soal kondisi Bintang sekarang, dengan cara bujukan rasanya itu sudah tidak akan mampu membuat Mama nurut dan dengan mudah ikut denganku!"


"Apa maksud kamu?"


"Bintang mengidap kanker otak, sekarang kondisinya sudah sangat parah bahkan kapan saja dirinya akan mampu dinyatakan koma jika pihak kedokteran sudah angkat tangan dengan kondisi yang ia alami. Apa sekarang Mama percaya padaku atau Mama ingin memberontak! Sama sekali tidak mempercayaiku? Ingat jika Mama tidak mau percaya lagi denganku itu tidaklah penting bagiku karena tujuan ku hanya memberitahu Mama dan mencoba memberitahu kondisi Bintang saat ini, jika Mama masih bersikeras membangkang mungkin Mama akan mengalami penyesalan yang begitu berat akibat kehilangan Putri semata wayang Mama. Aku tidak tau apa Bintang masih bisa disembuhkan tapi setidaknya dengan memberitahu Mama tugasku sudahlah tercapai dan terserah Mama mau ikut aku atau tidak karena itu juga Mama sendiri yang akan mengalami penyesalannya, Bagas pergi permisi!"


Selangkah Bagas berniat pergi dari pandangan mertuanya. Mertuanya yang sedari nampak linglung,terdiam dan tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Bagas, ia langsung menghampirinya dan menggenggam tangan Bagas menghalangi niatnya untuk jangan pergi.


Tanpa berkata sepatah kata lagi, raut wajah Mertuanya yang nampak dipenuhi rasa penyesalannya ia hanya mengikuti langkah Bagas dihadapannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka telah sampai ditempat dimana Bintang melakukan kemo terapi.

__ADS_1


Terbaring lemah diatas brangkar Rumah sakit, tubuhnya yang dipenuhi banyaknya selang yang tertempel pada sekujur dadanya seketika membuat Mamanya yang tidak tau apa hanya terdiam bagaikan tersambar petir disiang bolong.


Dirinya yang sama sekali tidak tau apa-apa hanya dibuat tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Bintang ... Ini tidak mungkin? Ini tidak mungkin kamu kan sayang kamu gak mungkin sakit parah seperti ini?"ucapnya dengan tangisannya yang tidak bisa ia hentikan.


"Bintang mengidap penyakit kanker otak yang sama percis seperti yang dialami oleh almarhum Papanya. Gejalanya sama percis tidak ada yang berubah sedikit pun. Sekarang Mama sudah lihat seperti apa kondisi Bintang apa Mama tidak ingin berubah memenuhi permintaan Bintang untuk yang terakhir kalinya? Pastinya sebelum Bintang penyakitnya parah seperti ini dia sempat meminta sesuatu sama Mama entah itu apa yang ia minta, tapi Mama pasti masih ingat kan apa permintaan Bintang?"


"Bintang meminta aku untuk tidak lagi bergabung dengan geng sosialita, ia ingin aku hidup layaknya orang-orang seumuran ku yang tidak boros dengan uang. Bodohnya aku karena aku baru menyadari jika kondisinya seperti ini sekarang maafkan Mama sayang maafkan Mama!"


Ucapnya diselimuti derai air mata, Bagas yang melihat ia memberikan rangkulannya untuk memeluk Mertuaku kesekian kalinya.


"Mama tidak boleh menangis masih ada cara untuk memenuhi keinginannya dan Mama belum terlambat untuk melaksanakan permintaan itu!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2