
Menjabat tangan penghulu, dengan suara angkuh Bagas secara berhati-hati dan lantang mulai mengucapkan ijab kabul tersebut biarpun air matanya tak mampu ia hindarkan lagi. Perlahan namun pasti ia akhirnya mengucapkan ijab kabul yang telah disaksikan lebih dari 10 orang diruangan rawat.
Kata " SAH " terdengar telah berkumandang, disusul ucapan Alhamdulillah membangkitkan suasana tak terkecuali menunjukkan kebahagiaan pada wanita bernama Bintang tersebut. Menginginkan sedari kemaren akan momen ini wanita itu tampak berselimut rasa kebahagiaan yang amat sulit diartikan.
Tubuh yang sedari tadi sudah tak mampu menopang dirinya sendiri, kini tubuh itu secara perlahan lagi dan lagi tersungkur kembali kepangkuan Bagas.
Melihat hal ini tidak ada kata lain yang bisa diucapkan yang lain terkecuali mereka hanya bisa menangis.
" Aku mohon bertahanlah! Aku mohon bertahanlah demi aku!"ucap Bagas yang tak bisa menghentikan air matanya.
__ADS_1
"Aku senang karena sampai sekarang kak Bagas masih setia menungguku selama hampir enam tahun lamanya, terima kasih Kak! Terima kasih Kak Bagas sudah bersedia menjadi teman sekaligus suami yang sempurna untukku. Dan terima kasih juga kak Bagas sudah mau menemaniku disaat kondisiku yang seperti ini terima kasih, maafkan aku karena diriku yang juga pernah membuat hatimu terluka. Dan mungkin ini pertemuan terakhir antara kita, dan mungkin ini air mata terakhir yang akan kamu keluarkan untuk diriku terima kasih!"
"Enggak! Kamu gak boleh pergi ninggalin aku Bin! Aku masih membutuhkanmu, Aku belum bisa aku mohon! Bertahanlah!"berlinang air mata, pria itu dengan tulus dan tabah nya masih menggenggam erat sang istri.
"A ...aku sudah tidak kuat kak! A ...aku sudah tidak kuat!"
"Kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus kuat, ingat kamu masih punya banyak orang yang sangat menyayangi kamu, jadi aku mohon bertahanlah!"
"Baik aku akan berjanji padamu. Aku akan berjanji jika aku akan buat dia bahagia, tapi aku mohon tolong bertahanlah, jika kamu pergi nanti. Siapa orang yang bakal aku ajak bercanda dan curhat, siapa?"tegas Bagas berselimut pilu.
__ADS_1
Tak bisa banyak yang dilakukan, orang-orang sekarang yang melihat kondisi Bintang memburuk kecuali mereka hanya bisa menangis mengikhlaskan akan kepergiannya.
Tuhan berkehendak lain, perlahan-lahan nafas Bintang mulai menghilang, Anindya yang melihat kondisi Bintang semakin parah, melirik Bagas yang tak mampu menuntunnya dengan berat hati dia pun membantu Bintang untuk mengucapkan.
"Bin! Ikuti ucapanku ya, Asyhaduallla illaha ilallah, waashaduanna muhammad darrasuallah, ikuti sampai ketiga kali.
Setelah berat hati Anindya perlahan membantu Bintang untuk bisa mengucapkan lafal itu, Bintang akhirnya bisa mengucapkan lafal tersebut, perlahan-lahan mata Bintang mulai memejamkan matanya.
Tidak menunggu lama ia akhirnya benar-benar pergi untuk selama-lamanya. Tangisan Bagas pecah ketika melihat orang yang paling dia sayangi telah pergi meningalkan dia untuk selama-lamanya,di pangkuan ia sendiri, ia menenggelamkan Bintang yang sudah dinyatakan meninggal dalam dekapan erat pelukannya, semua orang ikut pecah tak menyangka hari yang harusnya menjadi hari kebahagiaan namun nyatanya menjadi hari yang terburuk bagi pria bernama Bagas.
__ADS_1
BERSAMBUNG.