PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 68." MENUJU EPISODE-EPISODE TERAKHIR."


__ADS_3

Setelah pergi dan mendapatkan abaikan dari seorang itu, pandangan Bagas mulai buram, dirinya menatap langit dan menatap awan yang cerah, pandangannya yang tambah mulai buram, tak menunggu waktu lama kedua kelopak matanya mulai tertutup dan dalam sekejab tubuhnya pun tersungkur ketanah dan tidak sadarkan diri.


Mendapat kabar, Anindya segera menuju ke rumah sakit, menghampiri dokter yang sehabis memeriksa kondisi Bagas, dikata tidak ada hal yang serius Anindya akhirnya masuk keruangan rawat tersebut.


"Bagas kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi kenapa kamu bisa jatuh pingsan seperti ini?"


"Aku baik-baik kamu tidak perlu cemas. Selain itu ada hal lain lagi yang ingin aku kasih tau kamu An!"


"Hal lain lagi, apa?"


"Percaya atau tidak aku tadi melihat seseorang yang sangat mirip dengan Bintang? Aku rasa aku hanya mimpi, tapi setelah aku ingat-ingat dengan betul itu sungguhlah nyata, aku tadi beneran bertemu dengan Bintang dia masih hidup! Dia masih hidup? Bahkan dugaan-ku kematiannya selama ini bisa jadi ini semua rencana yang ia lakukan sendiri untuk menjauhi kita ya kan?"


"Baiklah untuk kali ini aku tidak tau apa aku harus percaya sama ucapan kamu atau tidak. Bahkan berkata jika kamu melihat sendiri seseorang yang sangat mirip dengan Bintang aku rasa itu hanyalah halusinasi kamu saja. Dan jika disuruh percaya seratus persen untuk mempercayaimu aku rasa aku tidak akan pernah percaya jika bukan aku sendiri yang melihatnya! Meninggal, bahkan aku sendiri yang menuntunnya membaca syahadat itu apa mungkin Bintang kembali hidup jika sudah dua tahun ini dia sudah terkubur ditanah? Baiklah terserah jika kamu ingin berhalusinasi dan terus memikirkannya aku tidak akan perduli lagi!"


Berlalu pergi dari pandangan Bagas dengan perasaan kecewanya, Anindya nampak tak perduli lagi kedua matanya terlihat kembali menetaskan air matanya.


"Aku tidak tau apa aku memang sedang berhalusinasi atau bukan tapi aku berani jujur bahkan bersumpah jika apa yang aku lihat tadi sungguh-sungguh seseorang yang sangat mirip dengan Bintang, memang dari penampilan mereka sangatlah jauh berbeda tapi aku sangat kenal dan ingat seperti apa wajah Bintang?"


Dengan terduduk disamping makam dari Istrinya yaitu Bintang, dirinya menabur beberapa jenis bunga harum sekaligus mencabut beberapa rumput-rumput liar yang mulai mengerubungi makam tersebut.


"Maafkan aku! Maafkan aku karena aku sudah agak telat bisa mengunjungimu setiap hari. Kamu juga tau setiap kali aku berkunjung aku pasti akan memberikan air mataku padamu, tapi kamu tenang saja kali ini aku datang kesini tanpa adanya air mata yang akan aku tunjukkan padamu, aku sadar aku egois karena sudah satu tahun lamanya kamu pergi, aku masih sangat mengharapkan akan kehadiranmu kembali? Bahkan mengira orang lain adalah dirimu aku memang sangat pantas untuk tidak dimaafkan!"


Rintik rintik hujan terlihat mulai berdatangan awan mendung yang tadinya terlihat menghitam dengan pekat, kini awan hitam itu mulai berkelombang yang mengakibat hujan deras terlihat mengguyur wilayah dimana Bagas berada saat ini.


Hujan yang semakin deras tak menghiraukan niat Bagas untuk bangkit atau pun berteduh dari siraman air hujan yang cukuplah dingin ini.

__ADS_1


''Kamu lihat Bintang biar pun sekarang lagi hujan entah kenapa aku sangat sulit untuk pergi dari tempat ini dan meningalkan kamu sendiri seorang diri Dan entah kenapa aku merasa sedikit bahagia jika tubuhku tersiram air hujan seperti ini?"


Hujan yang semakin deras telah membuat pakaikan yang dikenakannya menjadi basah kuyup, dinginnya air ini tak menghiraukan langkah Bagas untuk pergi menghindari akan kondisi yang nanti mampu membuatnya bisa terjatuh sakit.


Tak lama langkah kaki seseorang terlihat mulai menghampirinya, meneduhkan satu payung diatas kepala Bagas dimana ia terduduk saat ini, Bagas yang tadinya merasa ada aneh lantaran rintikan hujan yang tiba-tiba tidak mengenai dirinya, Bagas kemudian memandang kearah atas dan melihat satu buah payung hitam yang sudah berada disisinya.


Melihat balik siapa seseorang yang melakukannya, Bagas kemudian mengalihkan pandangan setelah tau siapa seseorang yang berbuat seperti ini padanya.


''Apa yang kamu lakukan disini siapa yang menyuruhmu untuk kemari dan memberikan payung itu agar tidak mengenai diriku?"


''Aku datang kesini bukan atas dasar suruhan dari seseorang, tapi aku datang kemari karena aku ingin mengajak kamu pergi dari sini, ini hujan apa lagi yang ingin kamu tunggu apa kamu masih bodoh ingin berdiam diri yang akhirnya membuat kamu nanti akan jatuh sakit?"ucap Anindya yang dengan lancangnya.


''Aku masih ingin disini jadi pergilah nanti kamu bisa sakit?"


Melihat Anindya yang mulai menjauh dari langkah ia terdiam saat ini, bayangan Anindya terlihat mulai buram ketika dirinya menatap langit yang hanya terpenuhi akan tetesan air hujan.


Anindya yang berniat akan pergi, melangkahkan kakinya dari tempat ia terdiam tadi, tubuhnya serasa tak mampu untuk ia gerakkan, akibatnya ia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.


Sedangkan disisi lain Bagas yang melihat tubuh Anindya sedikit melemah, tak ada angin tak ada hujan Bagas kemudian datang dan memberikan tangannya untuk membantu setelah dirinya menyadari Anindya yang membutuhkan bantuan akan seseorang.


"Genggam lah tanganku kamu kelihatan tidak lagi enak badan?"


"Aku bisa sendiri! Jangan pedulikan aku!"


Kembali melangkahkan kakinya, selangkah dirinya berhasil berjalan namun keseimbangan lagi-lagi tak mampu ia kendalikan, rasa pusing yang ikut menyertai perlahan kesadarannya pun mulai menghilang, hampir terjatuh Bagas dengan sigap langsung menopang tubuh sang Istri.

__ADS_1


"Astaga An! Bangunlah! Bangunlah kamu kenapa? An!"


..............


"Gimana Dokter apa istri saya baik-baik saja?"


"Dari hasil pemeriksaan tidak ada penyakit serius yang diderita Istri anda, dia tak sadarkan diri mungkin kurangnya dehidrasi dalam tubuh, ditambah kecapean dan mungkin banyak pikiran yang dialami istri anda ketebalan ketahanan tubuhnya jadi berkurang? Baiklah saya permisi dulu istri anda sudah sadar!"


"Baik Dok sekali lagi terima kasih!"


"Sama-sama Dok!"


..............


"Apa kamu baik-baik saja? Masalah apa yang kamu pikirkan secara serius sampai-sampai kamu jatuh sakit seperti ini? Kamu lupa! Kamu punya Nina apa kamu tidak memikirkan kondisinya ketika melihat ibunya jatuh sakit seperti ini?"


"Untuk apa kamu perduli padaku? Bukankah selama ini yang kamu pikirkan hanya Bintang? Selama ini kamu masih saja memikirkannya jadi untuk apa kamu mempertanyakan kondisiku jika aslinya kamu sendiri juga terjebak dalam pikiran kamu? Sudahlah aku ingin sendiri jadi lebih baik kamu keluarlah jangan ganggu aku!"


"An?"


"Pergi!"


"Baiklah aku akan pergi, maaf jika selama ini aku kurang perhatian sama kalian? Maafkan aku karena aku masih memikirkan orang yang sudah m4ti dan lupa jika aku memiliki kalian, maafkan aku! Maafkan aku!"Langkahnya yang berlalu meninggalkan ruangan ini.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2