
Masuk kembali kedalam ruangan yang tak lain ruangan dari Bagas sendiri, tatapannya memandang sesosok laki-laki berjas hitam yang sudah rapi duduk di-kursi kuasanya, pandangannya yang membelakangi lantas pria itu pun membalikkan tubuhnya.
"Bagas ada apa? Apa yang membuatmu jadi berubah pikiran? Bukannya kamu bilang kalau kamu akan memecatnya tapi kenapa kamu ...."ucap Clara, kemudian Bagas memotong pembicaraannya.
"Sekarang katakan padaku Bintang menikah dengan Pria kaya raya kan?" tanya Bagas yang spontan Clara bingung akan pertanyaan Bagas barusan.
"Tunggu! Pertanyaan macam apa itu?"timpal Clara dengan kesal.
"Aku hanya bertanya apa sulit bagimu untuk berkata jujur?"
"Kenapa? Kenapa juga aku harus berkata jujur bukankah kamu sendiri juga tau kalau Bintang selama ini menikah dengan Samudra? Kamu juga pastinya masih ingatkan dengan Pria bernama Samudra itu?"
"Mendingan habis ini kamu tanya sama Bintang. Dan suruh dia berkata jujur apa dia baik-baik saja hidup berumah tangga bersama dengan pria seperti Samudra?"
"Kamu gila! Jika dia tidak bahagia kenapa juga dia harus bertahan sampai sejauh ini? Jika kamu ingin tau dia bahagia atau tidak! Kenapa kamu tidak langsung bertanya sendiri saja, kenapa juga harus lewat aku?"
"Kamu sahabatnya? Kalian juga yang setiap hari bertemu apa kamu tidak bisa melihat mana orang yang lagi bahagia dan mana orang yang lagi terpaksa karena tertekan dalam hidupnya? Biarpun aku hanya melihat sekali setelah perpisahan kita, aku sudah bisa melihat kalau dia tidak pernah bahagia apa seperti itu saja kamu tidak tau sih!"kesalnya.
__ADS_1
"Kamu tau darimana kalau Bintang tidak pernah bahagia? Dan dengan cara apa kamu mampu melihat dia bahagia atau tidak! Dengan cara apa?"tegas Clara.
"Pertama dia sangat kurus! Aku masih ingat dia waktu SMP bahkan SMA dulu tidak sekurus ini? Dia itu gemuk kalau sekarang mah kerempeng masak gitu aja tidak tau!"
"Lucu! Sejak kapan orang yang kurus bisa langsung disebut jika orang itu tidak bahagia? Selama ini aku kurus tapi tidak ada tuh yang namanya penderitaan atau pun kesengsaraan? Aku santai saja menjalani kehidupan ini? Dia kurus karena dia dewasa! Dalam masa pertumbuhan kedewasaan jadi sudah hal lumrah jadi jangan beranggapan kalau orang kurus dia itu tidak bahagia paham!"
"Aku tidak percaya! Aku sangat yakin kalau dia pasti sedang tertekan! Atau gak gitu kamu coba berikan dia vitamin yang banyak agar dia itu sehat dan bisa beraktifitas lebih baik lagi, atau gak gitu suruh dia minum penggemuk badan agar dirinya lebih bertenaga dan agar aku tidak disangka bos yang pelit karena pekerja-ku memiliki tubuh yang kerempeng seperti itu! Dan masalah yang penting orang kurus itu tidak dianjurkan karena kalau ada angin ribut dia bisa terbawa angin jadi cepat kamu berikan dia pil penggemuk badan!"
"Aneh! Sejak kapan ada perkataan macam seperti itu? Bilang saja kalau kamu itu masih perhatian dengan Adik kamu itu? Bilang sama kalau kamu masih ada perasaan cemas kan padanya makanya kamu jadi agak tidak waras seperti ini bilang saja gitu saja kok repot!"
"Uangnya?"
"Biar aku yang tlanfer nanti!"
"Oke baiklah itu tidak masalah! Aku bakal belikan dia obat penggemuk badan dan pastinya aku bakal dia jadikan kudanil paham!" Dirinya segera keluar tanpa memperdulikan ocehan tidak masuk akal dari bosnya.
"Gila! Kalau dia dibilang gesrek itu mungkin cocok untuk sebutan laki-laki seperti dia? Mana ada orang kurus dikata tidak bahagia aneh memang!"
__ADS_1
Setibanya Clara keluar, Bintang yang sudah menunggu sedari tadi ia lantas langsung menghampirinya.
"Gimana Clara? Apa semuanya baik-baik saja? Bos tidak memecat kamu kan?"
"Alhamdulillah aku aman! Tapi kamu?"
"Aku! Ada apa dengan aku?"
"Ini ambillah! Bos melihat tubuhmu sangat kurus, dia takut sangking kurusnya kamu, kamu akan terbawa angin, ini dibilang gila! Iya sungguh gila memang tapi sudahlah ini ucapan dari bos gesrek itu maka ambillah dan belilah obat penggemuk badan!"
"Aneh? Apa hanya dengan melihatku sekali dan melihat tubuhku kurus dia langsung berkata seperti itu?"
"Ingat! Bos yang kamu hadapi saat ini sangat berbahaya, bukan hanya soal kurus, dalam hal lain dia sangat memperhatikan jadi aku sarankan gemuk saja badan kamu ini demi kesehatan kamu sekaligus pekerjaan kamu ya!"
"Baiklah aku bakal menggemukkan badan aku sekarang!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1