
\[Jemput Sepupumu\]
Erina menatap pesan yang diberikan oleh ibunya. Itu adalah sebuah misi untuknya.
***
Satu jam berlalu, pesawat itu mendarat darurat dikarenakan beberapa bagian terbakar, kehancuran benda terbang itu begitu parah, merupakan sebuah keajaiban pesawat masih dapat melayang hingga mendarat dengan selamat.
Beberapa mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju pesawat, mengikuti di belakangnya pasukan khusus bersenjata. Mereka seolah berniat menangkap penjahat yang begitu berbahaya.
Pintu belakang pesawat terbuka memperlihatkan wanita yang menuntun motornya keluar dari pesawat, wajah wanita itu tidak terlihat karena tertutup helem tapi beberapa orang dari pasukan khusus mengenali siapa wanita itu.
Dia berjalan dengan tenang walaupun ratusan senjata api mengarah padanya. Hingga pemimpin pasukan khusus hendak berbicara menggunakan speaker dari belakang pasukannya.
“Menjauh dari motor dan segera tiarap di tanah, SEKARANG!.” perintah pemimpin pasukan khusus yang tidak digubris oleh di wanita.
Wanita dengan penampilan ketat serba hitam itu terus mendekat, semua orang bersiap menarik pelatuk mereka. Keringat dingin mengalir deras dari mereka yang khawatir tidak akan selamat dari pertarungan ini.
Tapi hingga wanita itu melewati pasukan khusus yang mencegatnya, tidak ada satupun yang berani menjadi orang pertama melakukan tembakan. Mereka ditekan oleh ketakutan yang luar biasa akan kematian.
“Kau tidak bisa pergi begitu saja setelah membunuh lima belas anggota Victorius!.” pemimpin pasukan menghalangi jalan.
“Membunuh?,” suara wanita itu terdengar begitu halus lalu diikuti oleh tawa kecil, tanpa mengatakan lebih dari itu dia segera menaiki motornya dan melaju cepat meninggalkan bandara.
Setelah kepergian wanita itu kapten pasukan segera memerintahkan pencarian penumpang lainnya. Di dalam pesawat kondisi begitu mengerikan, darah menghiasi setiap dinding dan erangan memita pertolongan terdengar dari prajurit militer dan lima belas anggota Victorius.
Mereka semua masih hidup namun dalam keadaan yang begitu mengenaskan. Pemimpin pasukan segera mengabarkan keadaan ini pada atasannya
“Bukankah seharusnya dia masih liburan?.”
“Dia pasti kesal karena Minvers tidak bisa dimainkan.”
“Kau pikir wanita gila itu juga memainkan Minvers?.”
“Apa itu artinya dia datang ke negara ini untuk melakukan hal yang sama dengan kita?.”
“Jila itu benar maka misi kita akan semakin sulit.”
Kabar mengenai kedatangan wanita itu segera menyebar di dunia bawah. Banyak orang penting bertanya apa yang akan dia lakukan di negara mereka.
__ADS_1
***
Glen tidak ingin membongkar rahasianya bagaimana dia menciptakan Minvers itu membuat Mark kesal. Tidak ingin Glen melarikan diri, Mark pun menahannya di ruang bawah tanah gedung Metaworld.
“Kau tahu apa yang akan terjadi kepadamu?.” seorang dengan jas hitam bertanya pada Glen yang terikat di kursi. Tubuh pemuda itu penuh luka akibat penyiksaan yang dilakukan oleh anak buah Mark.
Tapi seakan tidak merasakan apa pun dari luka-luka di tubuhnya, Glen masih bisa tertawa menanggapi pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Itu membuat pria berjas hitam mulai kesal.
“Hahaha... tentu, sebentar lagi wanita yang sangat cantik akan datang untuk mengajakku berkencan.”
Bam!
Merasa kesal karena dipermainkan, hantaman keras pria itu melayang mengenai wajah glen dan membuat hidungnya berdarah.
“Mari kita lihat apa kau masih bisa mengatakan lelucon setelah aku mengambil otakmu untuk di teliti.”
Pria itu kemudian mengganti jas hitamnya dengan seragam serba hijau seperti seorang dokter yang akan melakukan operasi.
“Oh waw kau tidak bercanda tentang mengambil otakku ternyata.” Glen menelan ludah pahit saat melihat beragam peralatan bedah.
“Hahaha... kau takut sekarang?.” dokter gila itu menodongkan pisau yang terlihat begitu tajam ke wajah Glen.
“Sialan, lidahmu akan menjadi yang pertama aku potong!.” dengan penuh kemarahan dokter bedah memaksa Glen membuka mulutnya agar dia dapat menarik lidahnya lalu memotongnya.
Tapi tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar ruangan Glen di sekap. “Apa yang terjadi di luar. Diamlah aku butuh ketenangan untuk menyelesailan pekerjaan ku!.” dokter merasa emosinya semakin tidak terkendali karena keributan di luar.
Setelah meneriakan kekesalannya, dokter kembali fokus pada Glen “Baiklah, sampai dimana kita tadi?.” dia mengarahkan kembali pisau dan bersiap untuk memotong lidah Glen, tapi tiba-tiba.
“Apa kau suka pizza karena aku pesan dan akan segera sampai. Kau ingin makan bersamaku?.”
“Apa?.”
“Oh dia sudah masuk kedalam gedung.”
“Hah?.”
Dokter begitu kebingungan dengan perkataannya Glen, tapi karena tidak mungkin ada seorang pengantar pizza yang datang ke tempat rahasia an dijaga begitu ketat oleh keamanan Metaworld. Dokter itu pun mengaggap jika Glen sedang mempermainkannya.
__ADS_1
“Sialan kau masih membuat omong kosong seperti itu. Apa kau begitu ingin mati!.” dengan marah dokter mengayunkan pisaunya mengarah ke mata Glen. Tapi tiba-tiba ledakan besar terjadi membuat si dokter terpental.
“Pizza Time!.” suara seorang wanita terdengar dari balik pintu yang didobrak dengan ledakan. “Oh akhirnya aku sudah menungguu, aku sangat kelaparan.” Glen tersenyum lebar ketika melihat wanita pengantar pizza yang dia pesan.
***
“Hemmm....” dengan rakus Glen menghabiskan empat dari lima pizza ukuran besar yang Erina bawa untuknya.
“Um...” mulut pemuda itu berhenti mengunyah saat menyadari Erina terus menatapnya. “Kau mau?.” dia menawarkan satu potong pada wanita yang telah membebaskannya.
“Terlihat bahkan semua itu tidak cukup untuk dirimu sendiri.” Erina menolak tawaran dari Glen.
“Kalau begitu bisakah kau memberikan satu potong untukku.” Dokter bedah itu kembali bangkit, ledakan yang menghempas tubuhnya membuatnya terpental dan menabrak dinding dengan sangat keras hingga dia sempat kehilangan kesadaran.
“Ah maaf aku sudah menghabiskan semuanya.” Glen memakan satu loyang pizza terakhir dalam tiga suapan.
“Hahaha... tidak masalah, aku akan mengambilnya dari mulutmu.” dokter gila itu mengambil beberapa pisau bedah menggunakannya seperti cakar diantara sela-sela jari.
“Saatnya untuk otopsi!.” dokter gila melakukan serangan.
“Uhh... aku penuh, beri aku kola.” tidak peduli dengan si dokter yang akan mencabik-cabik dirinya, Glen justru meminta minuman pada Erina.
“Maaf minuman tidak ada dalam daftar pesanan.” balasan Erina membuat Glen tersedak karena terlalu banyak memakan pizza.
Dengan cepat Erina berpindah ke depan Glen untuk melindunginya. “Menyingkir!.” cakar pisau dokter diayunkan tapi Erina menghindar dengan mudah karena kecepatan gerak wanita itu yang tidak masuk akal untuk seorang manusia biasa.
Membalas serangan dokter, Erina melakukan upercut menghantam tubuh lawannya begitu keras ke atas hingga menembus langit-langit.
“Hemm...” Glen menatap langit-langit yang berlubang beberapa lantai. “Di atas ada mesin penjual minuman otomatis. Bawa aku ke sana!.” Glen mulai bersikap semaunya pada Erina.
“Tentu!.” entah kesal karena diperintah seenaknya atau wanita itu hanya ingin cepat keluar dari gedung, Erina melempar tubuh Glen ke lubang atap dimana dokter yang dia pukuli menghilang.
Mengetahui jika Glen hendak dibawa kabur, Mark memerintahkan keamanan gedung untuk menangkap kembali orang yang telah menjadi tambang emas pribadinya.
Tapi Mark tidak mengetahui jika bukan hanya Erina yang ingin mengambil si pencipta Minvers, tetapi banyak organisasi berpengaruh pun ingin merebut Glen darinya.
Di luar gedung ratusan tentara bayaran dari berbagai organisasi berkumpul menunggu Erina keluar dengan pemuda yang memiliki kunci atas game terpopuler di dunia.
***
__ADS_1
Bersambung.