Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
69: Black Company (Final): SAHHAP!


__ADS_3

Pertarungan berlangsung begitu cepat, menang dalam jumlah tidak membuat pihak Nort Dragon lebih unggul dari kelompok jubah hitam yang memiliki kekuatan dan pengalaman antar individu yang sangat mumpuni.


Dua penyerang andalan kelompok jubah hitam yaitu topeng merah dan kucing hitam, lalu posisi pertahanan dipegang oleh topeng tengkorak dan Banteng, kemudian barisan belakang topeng Sedih sebagai archer dan burung hatu dengan senapannya, sementara topeng kelinci merupakan seorang support yang menyembuhkan sekaligus memberikan buff untuk tim.


Formasi yang begitu seimbang antara penyerang, bertahan, marksman dan suporter membuat pasukan dari guild top babak belur. Walaupun Caracus memanggil skeleton warrior sebagai bantuan tapi para monster itu tidak banyak memberikan dampak besar.


“Kau sungguh berpikir monster lemah seperti ini akan berguna?.” kata kucing hitam saat dia menginjak tengkorak monster skeleton warrior yang dipanggil oleh Caracus.


“Jangan samakan Ske Chan dengan monster lemah itu, Ske Chan milikku istimewa.” balas topeng Tengkorak sambil memuji penyihir tengkorak di sampingnya.


“Heeeee.....” kucing hitam menatap rekannya yang mulai menunjukan gejala kelainan.


“Sineee!.”


Pemain Nort Dragon datang dari depan hendak menyerang kucing hitam yang membelakanginya. “Mungkin serangan kejutan akan efektif jika kau tidak berteriak.” kucing hitam mengaggap player itu bodoh karena menyerang dari belakang sambil berteriak.


Dia bisa dengan mudah menghindar dari serangan dengan bergeser atau memberikan serangan balasan. Tapi sebelum kucing hitam melakukan apapun sebuah tangan tengkorak muncul dari dalam tanah mencengkram kaki player itu yang sontak membuatnya terjatuh.


“Oh kasihan,” kucing hitam berjongkok melihat player yang terjatuh, “Itu pasti sakit bukan? Cup cup jangan menangis.” wanita itu memperlakukan player dari guild Nort Dragon di depannya seperti anak kecil.


“Sial kau berani menghinaku seperti ini.....” player itu mengangkat kepalanya untuk membalas pel_cehan yang dia dapatkan, tapi saat dia melihat ke atas player itu justru melihat bagian dalam rok pendek kucing hitam.


Dia seketika terdiam melihat pemandangan di depan matanya yang begitu menghipnotis, hingga akhirnya kucing hitam itu sadar apa yang membuat player itu terus menatapnya.


“Dasar bocah mesum, apa tidak ada yang pernah mengajarimu sopan-santun HAH!.” Kucing hitam menginjak-injak tubuh player dengan begitu kesal.


“Itu bukan salahku, kau sendiri yang memperlihatkan itu padaku.” player berusaha membela diri. Tapi itu justru membuat kucing hitam semakin marah.


“Apa kau bilang!.” karena kemarahan semakin menjadi-jadi membuat satu player Nort Dragon mati dengan cara yang begitu brutal.


Melihat anak buahnya yang terakhir mati, Caracus sadar jika tidak ada kesempatan baginya memenangkan pertaruhan ini. Dia hendak melarikan diri namun sayangnya dua anak panah menusuk kakinya sehingga dia tidak dapat berjalan.


Walaupun tahu jika akan sia-sia melawan tapi Caracus tetap melakukannya karena tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Beberapa skeleton dia bangkitkan untuk bertahan, dan rentetan sihir dilepas untuk menyerang.

__ADS_1


Tapi semua yang dia lakukan sia-sia, tembakan sihir yang dia lempar tidak ada satupun mengenai lawannya sementara skeleton warrior hancur dalam dua serangan oleh topeng merah mengerikan.


‘Bagaima mungkin aku yang merupakan petinggi dari Nort Dragon dipecundangi seperti ini.’ ketakutan mulai muncul di dalam diri Caracus.


Caracus sebenarnya adalah player kuat, pada sebuah poling yang dilakukan oleh pihak developer mengenai player terkuat dari masing-masing job, Caracus menduduki posisi pertama pada job Necromancer.


Tapi kesialannya hari ini yang membuat dia dikalahkan dengan begitu menyedihkan adalah lawannya merupakan para veteran yang sangat berpengalaman. Mereka sangat terorganisir seakan telah melalui ribuan kali pertempuran.


‘Minver baru mulai selama lima hari tapi sudah muncul lawan merepotkan seperti ini.’ Caracus menyesali kesombongannya karena mengaggap kelompok aneh dengan jubah hitam bisa dia kalahkan dengan mudah.


‘Sebebarnya siapa mereka, kenapa mereka mengatakan ini sebagai balas dendam, apa mereka adalah salah satu dari guild yang kami hancurkan?.’


Terlalu banyak musuh yang Nort Dragon buat selama memainkan virtual game, sehingga Caracus tidak memiliki suatu kelompok yang bisa dia curigai sebagai kelompok misterius yang saat ini dia lawan.


Caracus mengumpat saat energi Mana telah habis sehingga dia tidak dapat memberikan serangan lagi. Di depannya berdiri tujuh player dengan masing-masing mengenakan topeng yang berbeda, itu terlihat begitu menakutkan terlebih saat mengetahui jika mereka akan membunuhmu.


“Aku menginginkan cincin itu.” kata topeng tengkorak menunjuk pada item yang digunakan oleh Caracus.


“Ahahaha.... kau bisa mengambilnya dari mataku, itupun jika kau beruntung.” Caracus berusaha tetap tertawa dan terus memaki lawannya berharap jika mereka terpancing lalu segera membunuhnya. Tapi tidak ada satupun dari ketujuh player yang terpancing oleh provokasi Caracus.


“Kenapa aku harus melakukannya?.” kucing hitam enggan membantu temannya.


“Aku akan memberikanmu satu batang emas sebagai imbalan.”


“Kurrrrkk,” Kucing hitam begitu senang dengan tawaran dari topeng tengkorak.


Dengan cepat dia segera menghajar Caracus dengan kakinya mengunci leher Necromancer itu hingga membuatnya tidak bisa bergerak, lalu kucing hitam mengaktifkan skill pencurian dari job pencuri yang membuatnya bisa mengambil item yang terpasang dari tergetnya.


“Dapat!.” kucing hitam mengangkat cincin bermotif tengkorak yang baru saja dia curu dari Caracus. Keduanya pun segera melakukan perdagangan antar item.


“Ini baru yang dinamakan dengan bisniy.” karena terlalu senang kucing hitam sampai menggosokkan batangan emas seberat seribu gram itu ke wajahnya.


Sementara topeng tengkorak menyerahkan cincin yang baru dia beli pada penyihir tengkorak, dia memasang pada jari manis yang hanya berupa tulang belulang seakan sedang melamar monster Undead itu.

__ADS_1


Caracus hanya terdiam melihat kelakuan aneh dari keduanya. ‘Seakan aku pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya tapi dimana?.’ batin Caracus yang merasa pernah melihat kelopak aneh seperti mereka di suatu tempat.


“Sudah saatnya untuk mengakhiri ini,” kata topeng merah yang bersiap untuk melakukan serangan akhir pada caracus.


“Ahahaha.... aku tidak menyangka akan mati secepat ini. Tapi sbelum kau membunuhku, bisakah kau memberitahu nama kelompok ini? Aku pasti akan mengingat dan menuntut balas ribuan kali lipat dari yang kalian lakukan padaku.” ancam Caracus.


Mendengar itu topeng merah dan rekannya saling menatap, mereka memikirkan sesuatu selama beberapa saat. Karena faktanya mereka samasekali belum membuat kesepakatan menggunakan nama tertentu untuk kelompok mereka, dikarenakan masing-masing dari mereka memiliki nama yang ingin digunakan sebagai nama kelompok sehingga terjadi pertengkaran kecil.


“Nama kelompok kami adalah perusahaan hitam.” kata topeng merah.


“Perusahaan hitam?.” Caracus kebingungan.


“Kenapa harus perusahaan Hitam?.” topeng tengkorak mempertanyakan keputusan pemimpin kelompok.


“Ya kenapa tidak perusahaan Emas saja?.” kucing hitam menyarankan pilihan yang dia anggap lebih baik.


Tapi topeng merah tetap pada keputusannya. Dia begitu mengintimidasi hingga udara sekitar terasa begitu berat dan menekan.


“Perusaan kita Harus HITAM!.”


“““““““SAHHAP!.”””””””


Semua orang termasuk Caracus refleks menjawab secara bersamaan karena tekanan yang mereka rasakan.


Itu adalah awal dari terbentuknya kelompok misterius yang akan mengguncang tatanan sistem yang dibuat oleh guild top. Mereka bekerja untuk diri mereka sendiri, namun dampaknya akan dirasakan oleh semua player Minvers.


Dalam beberapa hari berikutnya mereka terus menyerang Dungeon milik guild Nort Dragon yang mengakibatkan masalah serius pada guild itu. Harga buronan dalam jumlah besar dibuat untuk masing-masing kepala sehingga semua player pun dibuat penasaran oleh identitas tujuh anggota Black company.


Tapi itu akan menjadi cerita yang panjang hingga identitas mereka terungkap.


[Author: Yang tau, pura-pura saja tidak tau. XD]


***

__ADS_1


Bersambung.


Note: Chapter berikutnya akan kembali ke petualang Estrid.


__ADS_2