
Kelompok berjubah hitam tidak banyak mendapat serangan monster di lantai pertama dan dua dikarenakan anggota guild Nort Dragon telah membersihkan lantai itu.
“Membosankan bukan?.” kata kucing hitam. Dia berjalan sambil menempatkan kedua tangan di belakang kepala karena terlalu bosan.
“Mau bagaimana lagi, mereka sudah membersihkan lantai satu hingga lantai tiga. Mungkin kita akan mendapatkan sambutan di lantai empat dan melawan bos di lantai lima. Tapi aku masih tidak yakin itu semua bisa membuat kita cukup terhibur.” balas topeng Tengkorak.
“Heeee... membosankan, kalau begitu biar aku sendiri yang melawan bos Dungeon ini!.” kata topeng kucing hitam dengan begitu percaya diri.
“Tidak bisa! Selain kita harus membiasakan diri dengan struktur Tim, saat ini bantuan dari Nort Dragon akan segera tiba. Kita harus secepatnya menyelesaikan Dungeon ini.” topeng merah mengingatkan tujuan mereka menerobos Dungeon guild Nort Dragon.
Memimpin timnya topeng merah menuju lantai empat. Tapi di tengah perjalanan tiba-tiba gelang tangan yang dia kenakan topeng merah berbunyi, dia segera menghentikan anggota tim.
“Ada apa?” tanya topeng Tengkorak
“Aku tidak merasakan adanya jebakan.” kata kucing hitam.
“Sepertinya aku menemukan sesuatu.” topeng merah memperhatikan gelang yang ternyata adalah sebuah kompas, jarum kompas terus bergerak menunjukan satu arah sambil terus berkedip. Mengikuti arah kompas, topeng merah hanya sampai di depan sebuah dinding batu.
“Kau ingin menghabisi waktu untuk menatap tembok?.” tanya Tengkorak dengan sedikit sarkasme.
Tidak mempedulikan perkataan Tengkorak, topeng merah terus memperhatikan arah jarum kompas. Suara yang ditimbulkan semakin keras terdengar membuat topeng merah yakin jika kompas yang dia dapat dari saudarinya sedang menunjukan sesuatu.
Triiiiiiiiiii!
“Dapat.”
Topeng merah segar memukul salah satu batu yang kemudian membuka dinding disebelahnya. Melihat sebuah pintu rahasia terbuka membust seluruh tim dipenuhi kegemparan.
“Ruang rahasia, ini untuk pertama kalinya aku melihatnya.” kara kucing hitam.
“Waaa... ada apa di dalam, apa ada aksesoris berkilau?.” kelinci tidak tahan untuk melihat isi ruangan rahasia.
“Ka.... kapten Kompas apa yang kau gunakan hingga mampu menunjukan ruangan rahasia?.” tanya burung hantu.
“Aku akan mengatakannya nanti.” balas topeng merah.
Di dalam ruangan rahasia hanya terdapat sebuah peti mati yang di dalamnya berisi tengkorak dengan baju penyihir dan memeluk sebuah tongkat. Melihat itu membuat kelinci kecewa karena tidak menemukan harta apapun.
“Jubah penyihir gelap dan tongkat tengkorak hitam, keduanya adalah item yang diperoleh dari kotak harta Dungeon dengan kesempatan yang begitu rendah.” kata Banteng, dia begitu berpengetahuan tentang item dan senjata.
Topeng merah segera mengambil setiap item, tidak ada satupun anggota tim yang keberatan karena memang topeng merah sendirian yang menemukan ruangan rahasia itu. Tapi walaupun setiap item yang dia temukan atas usahanya sendiri, topeng merah tetap akan membagikan hasis penjualan item dengan anggotanya.
__ADS_1
“Kalian serius nggak ada yang mau item ini?.” tanya topeng merah pada teman-temannya yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh sebagian dari mereka.
“Tengkorak bagaimana denganmu, bukankah kau mengambil job Necromancer setelah menjadi Dark knight?.” tanya topeng merah.
“Benar, tapi sayangnya aku lebih saat ini lebih fokus meningkatkan keahlian berpedang sehingga masih menggunakan baju besi dan pedang.”
“Jika kau lebih suka menggunakan pedang daripada sihir, lalu kenapa kau mengambil pekerjaan sebagai Necromancer, dasar bodoh.” kata kucing hitam.
“Entahlah, saat aku membuat Avatar tiba-tiba aku memiliki keinginan untuk membuat kerajan Undead begitu melihat Job Necromancer.” balas tengkorak.
Sebagian besar player akan mengambil job dan ras sama seperti seperti yang mereka mainkan di Minvers versi lama, seperti topeng kucing hitam yang masih mempertahankan job fighter.
Tapi banyak juga player yang memilih untuk mencoba sesuatu yang berbeda entah karena bosan atau memang ingin bermain dengan ras dan job baru yang berbeda.
“Ma... aku akan menyimpan ini untuk sementara jika diantara kalian ada yang berniat mempelajari sihir hitam.” topeng merah segera mengambil jubah dan tongkat tengkorak.
Setelah itu mereka berniat untuk melanjutkan penjelajahan, tapi Banteng segera berkata, “Kalian tidak mengambil peti mati dan tengkoraknya?.” perkataan yang membuat semua orang saling menatap.
___________________________________________
[Peti mati Pengikat]
Keterangan: Sebuah peti mati yang terbuat dari pohon Old Black Oath dengan Rune pengikat terpasang di dalamnya.
Durabilitas: 1500
Efek:
(1) Dapat digunakan sebagai save poin untuk ras Undead dan Iblis.
(2) Mempercepat proses penyembuhan saat digunakan oleh ras Undead dan Iblis.
(3) Mengikat satu monster tipe Undead atau iblis dan menjadikannya sebagai budak.
___________________________________________
Melihat rincian item membuat Tengkorak melompat kegirangan. Dia segera membeli peti mati itu beserta Tengkorak di dalamnya yang ternyata merupakan mayat seorang penyihir hitam.
Hingga akhirnya seluruh peralatan dari jubah gelap dan tengkorak hitam dia beli dari topeng merah karena ingin melakukan sebuah eksperimen.
Topeng tengkorak kembali mengembalikan jubah dan tongkat pada kerangka di dalam peti mati lalu pesan notifikasi pun muncul.
__ADS_1
Ding!
[Apa anda ingin melakukan kontak dengan Skeleton Mage LV 5?. Yes/No]
“Oh ini bekerja, dan levelnya tidak buruk.” Topeng tengkorak menekan konfirmasi sehingga lingkaran sihir muncul di atas peti mati yang kemudian membuatnya lenyap. Semua rekannya kebingungan melihat kejadian itu.
“Aku mendapatkan skill pemanggilan budak.” kata topeng tengkorak. Karena penasaran teman-teman pun meminta dua untuk mengaktifkan skill yang baru dia dapatkan.
“Datanglah wahai pekayanku!.”
Lingkungan sihir muncul di tabah lalu dari lingkaran itu keluar peti mati yang sebelumnya mereka lihat. Dari dalam peti mati sosok penyihir tengkorak dibangkitkan, dia bagaikan monster tengkorak umum tapi dengan peralatan yang dilengkapi.
“Tidak terlihat berbeda dari skeleton mage yang dipanggil oleh para necromancer.” kata burung hantu yang melihat begitu dekat pada skeleton seakan sedang mempelajarinya.
“Tentu saja itu berbeda,” ucap sombong topeng tengkorak, “Kekuatan monster panggilan dari skill Necromancer hanya akan bergantung pada kekuatan di pemain. Kehadiran monster yang dipanggil pun akan sangat terbatas, mereka akan segera menghilang bingitu waktu telah habis.”
“Dengan kata lain monster ini bisa bertahan selama yang kau inginkan dengan level yang tetap, bukankah itu sama dengan sistem binatang peliharaan?.,” sanggah topeng merah.
“Ya begitulah, aku yakin jika dia naik level makan akan menjadi monster Undead yang kuat, Ahahaha.” topeng tengkorak mulai tertawa seperti seorang raja iblis.
***
Tim itu kembali melanjutkan perjalanan menuju lantai empat. Seperti yang dikatakan oleh Tengkorak jika monster di lantai empat belum dibersihkan dan banyak berkeliaran.
Monster di lantai ini merupakan penyihir tengkorak yang jika dikalahkan akan menjatuhkan inti monster dan seringkali jubah penyihir pemula. Guild Nort Dragon melarang lantai ini dimasuki oleh player lain kecuali anggota guild sendiri karena ingin mengeksploitasi semua materi itu dan sebuah kotak harta yang respawn setiap satu hari sekali.
Dua bola api melayang ke arah kelompok itu, dengan cepat topeng Tengkorak melompat kedepan untuk menahan serangan menggunakan perisainya.
Menerima serangan dua sihir api tingkat rendah tidak menjadi masalah berarti untuk player itu. Melakukan Serangan balik, topeng wajah sedih menembakan beberapa anak panah yang kemudian mengalahkan dua penyihir tengkorak.
“Tidak buruk.” ucap burung hantu saat mengambil item drop dari dua penyihir tengkorak.
Topeng merah segera memerintahkan semua anggota tim untuk bergegas karena di depan mereka adalah pibtu menuju lantai kelima yang merupakan ruangan bos.
“Kita tidak akan bisa kembali lagi jika mengalahkan bos monster di dalam sana.” Sorot mata tajam terlihat begitu mengintimidasi dibalik topeng merah.
“Kita akan memulai pembalasan dendam. dengan ini kita akan secara resmi menyatakan perang pada Nort Dragon.” tangan topeng merah mendorong pintu menuju ruang bos, sebuah langkah awal untuk mengobarkan perang terhadap salah satu guild terbesar di game Minvers.
***
Bersambung.
__ADS_1