
Ketika aku berniat berbicara dengan Herka mengenai toko, tiba-tiba Grock menyela dan mendesak ku untuk segera melakukan pembongkaran mayat naga hitam.
Mayat naga hitam yang begitu panjang cukup menyulitkan untuk dievakuasi, tapi beruntung ada skill super over power bernama inventori yang mampu mengambil seluruh mayat hanya dengan menyentuhnya.
Setelah itu aku segera menutup lubang tempat naga hitam muncul menggunakan balok tanah. Tuan Grock memintaku untuk segera membongkar mayat naga hitam, dia terlihat begitu bersemangat untuk mengolah meterial dari mayat monster menjadi sebuah senjata.
Tapi karena ukuran mayat naga hitam yang begitu besar aku perlu tempat yang lebih besar dari ladang bunga, karena itu aku mulai kembali mengayunkan beliung batu.
Dua puluh menit kemudian ruangan yang begitu luas selesai aku bangun tepat di samping ladang bunga, semua warga yang melihatku menambang menjadi keheranan dengan kekuatan yang aku miliki.
‘Sangat tidak normal’ perkataan seperti itu terlihat jelas di wajah semua orang.
Aku kemudian mengeluarkan mayat naga hitam, itu benar-benar membuat semua orang geger dengan ukuran asli monster yang aku lawan. Mereka terlihat penasaran tapi Grock segera memerintahkan pada para warga untuk menjauhi mayat monster.
“Darahnya cukup beracun, kalian beruntung jika ladang bunga sun flower menetralisir racun itu saat pertempuran.” kata Grock yang sudah mengenakan masker. Mendengar peringatan kurcaci itu semua warga pun diminta untuk keluar dari ruangan oleh Herka.
“Apa kau tahu tentang monster ini tuan Grock?.” aku bertanya, kurcaci itu pun mengangguk. “Akar pohon dunia adalah meterial yang sangat berharga, sangat dicari karena dapat digunakan untuk membuat senjata kuat...” tuan Grock terus bercerita sambil membedah tubuh naga hitam.
Dia masih kesulitan dengan tangan buatan yang dia gunakan, tapi itu hanya masalah waktu hingga tuan Grock terbiasa.
“...Material yang sangat terkenal di kalangan kurcaci ini didapat dengan dua cara, yang pertama menggali kedalam tanah dengan kesempatan menemukan hampir tidak ada. Dan yang kedua memburu monster yang terlahir karena kekuatan akar yang membusuk.”
Darah hitam bercucuran saat kurcaci itu mengorek isi perut naga hitam. Pluto yang melihat darah itu mendekat lalu meminumnya, dengan cepat aku berusaha untuk mencegah Pluto karena darah hitam begitu beracun.
“Tapi sepertinya tidak ada masalah untuknya.” aku kebingungan dengan Pluto yang seperti tidak mengalami masalah saat meminum darah hitam.
“Heng, seperti serigala itu memiliki semacam kekebalan tubuh terhadap racun.” kata Herka.
Sementara Pluto tengah asik meminum darah hitam, Alaska sepertinya tidak suka dengan bau menyengat dari darah itu, serigala itu bahkan menjaga jarak dari ruangan pembongkaran yang saat ini dipenuhi oleh bau darah naga hitam.
“Okey kemarilah...” sepertinya tuan Grock mendapatkan sesuatu dari dalam mayat naga hitam, dia berusaha keras mencabut sesuatu dari dalam. “Dapat!.” pekiknya sambil mengangkat tangan yang dilumuri darah hitam.
“Apa itu?.” aku dan Herka begitu penasaran.
Tuan Grock menunjukan sebuah tongkat sepanjang satu setengah meter yang tertutup kristal, saat Grock membersihkan kristal yang menutupi benda itu terlihat seperti cabang pohon biasa yang mengering.
“Jadi ini cabang pohon dunia?.” aku bertanya.
“Benar, kayu ini begitu kuat. Kau tidak akan bisa mematahkannya.”
__ADS_1
“Sungguh?,” aku tidak percaya dengan yang dikatakan oleh kurcaci itu, maksudku kayu yang dia perlihatkan tidak begitu tebal hanya begitu cocok dengan genggam tangan. Aku pasti bisa mematahkannya bahkan tanpa berkeringat.
Sadar jika aku tidak mempercayai perkataannya, Grock melempar kayu itu kerahku, “Coba saja”, tantang kurcaci itu.
“Kau yakin ingin melihat aku menghancurkan kayu ini? Bukankah kau mengatakan jika ini adalah material yang berharga?.”
“Aku tidak sedikitpun khawatir karena tidak mungkin di level mu saat ini mampu menghancurkan ranting itu.”
“Heee... ya kau yang menyurunkuuuuuu....” aku dengan sekuat tenaga mencoba untuk mematahkan ranting pohon dunia, tapi sebanyak apapun tenaga yang aku keluar tidak sedikit membuat ranting itu rusak.
Ding!
[Stamina player tersisa 15%, jika stamina habis player akan dikelu[dari permainan]
“Hah!.” aku sangat terkejut dengan notifikasi yang baru saja muncul. Kenapa tiba-tiba staminaku terkuras begitu banyak, padahal setelah melawan naga hitam aku mengecek status dan melihat stamina masih tersisa 70%.
“Bagaimana mungkin?.” tanyaku dengan penuh kebingungan. Menyadari jika aku tidak sanggup menghancurkan ranting itu, Grock tertawa terbahak-bahak.
“Ranting pohon dunia menyerap energi yang dari orang yang menyentuhnya. Karena itulah kau kehilangan stamina.”
“Oh....” aku menatap ranting pohon itu yang kini diselimuti oleh Es, apa itu karena energi milikku memiliki elemen Es?. Staminaku berhenti berkurang setelah menghentikan percobaan mematahkan ranting itu.
Kayu, kayu dan kayu seluruh bagian tubuh naga hitam terbuat dari kayu, daging dan tulang bahkan terbuat dari kayu. Hanya darah saja yang berbeda terbuat dari racun. Kepalaku terasa pusing karena terlalu lama menghirup bau racun dari darah naga.
Aku cukup mendapat banyak kayu dari tubuh naga hitam itu pasti akan sangat berguna nanti, sementara untuk racun aku tidak tahu akan digunakan untuk apa.
Ding!
[Resistensi terhadap racun meningkat]
Sakit kepala yang aku alami sejak melakukan pembongkaran terasa lebih ringan. Aku akan bertahan lebih lama dengan resistensi.
“Akhurnya ini dia, ternyata itu bersembunyi di dalam tenggorokan.” Grock begitu senang setelah item yang dia cari akhirnya berhasil di temukan. Itu terlihat seperti lempengan besi yang mengkilap, asap dingin merebak keluar dari lempengan itu
“Apa itu?.” aku bertanya dengan penasaran.
“Material kedua yang membuat monster ini terlahir.” Grock mengatakan jika akar pohon dunia memerlukan serpihan jiwa untuk menciptakan sebuah kehidupan. Ibarat sebuah benda yang penuh dengan energi kehidupan, tapi tak akan bisa berkembang tanpa adanya jiwa.
Lempengan besi yang Grock temukan ternyata sebuah sisik naga yang masih menyimpan serpihan jiwa. Ketika ranting pohon dunia dan sisik naga bersatu maka terciptalah naga hitam yang baru saja aku lawan.
__ADS_1
“Kehidupan dari jiwa naga selalu menjadi superior. Kau beruntung karena medan pertempuran memberikan mu keuntungan. Jika saja kalian bertarung di tempat terbuka aku tidak yakin pertarungan bisa kau menangkan.”
Ya aku tahu tentang fakta itu, “Aku sudah mengatakannya bukan jika keberuntungan juga sebuah kekuatan?.”
“Ya kau pernah mengatakan itu sebelumnya.”
Pembongkaran akhirnya selesai di lakukan, seluruh mayat naga hitam menjadi milikku karena tidak ada warga desa yang berani menyentuh material beracun dari naga hitam.
“Aku akan membuat senjata dari dua meterial ini.” kata Grock sambil memperlihatkan akar pohon dunia dan sisik naga.
“Aku sangat menantikannya...” aku berniat untuk menemui Herka, tapi Grock kembali menghentikan aku.
“Tapi material ini tidak mungkin bisa di olah begitu saja, aku membutuhkan beberapa material untuk memulai pembuatan senjata.”
Ding!
____________________________________________
[Quest Senjata Spesial Grock telah dibuat]
Keterangan: untuk berterimakasih karena kau telah menghidupkan kembali semangat hidupnya, Grock berniat untuk membuatkan senjata terbaik yang belum pernah dia buat sebelumnya khusus untukmu.
Kondisi penyesalan quest:
(1) Berikan semua materi yang Grock inginkan
(2) Bantu Grock membuat senjata.
Hadiah quest:
(1) Senjata buatan Grock
(2) Kedekatan dengan npc Grock semakin meningkat. Grock akan bersedia mengajarimu teknik menempa para Dwarf.
____________________________________________
“Tiba-tiba saja dapat quest.”
***
__ADS_1
Bersambung.