Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
51. Dewi Freyja


__ADS_3

“Bagaimana apa kau bisa membacanya?.” tanya Herka.


“Aku tidak tahu....”


Aku menatap sebuah prasasti yang terdapat di tengah ladang bunga. Di sekeliling prasasti terdapat sembilan tiang batu dengan altar dimasing-masing tiang.


Warga telah menaruh berbagai persembahan pada tiap altar sebagai ucapan terimakasih pada siapapun penghuni tempat ini. Para warga desa berpikir jika aku menemukan tempat ini karena arahan dari sosok penjaga altar tersebut.


Aku terus memperhatikan prasasti di depanku, aku merasa jika tulisan kini pada prasasti semakin jelas, ini pasti karena efek skill [Rune maker] yang membuatku dapat membaca bahasa sihir.


“Saat kami pertama kali tiba di tempat ini. Semua orang mendengar suara perempuan yang berkata ‘Bawa seorang pejuang’, apa kau juga mendengar itu?.”


Menangapi pertanyaan Herka, aku menggelengkan kepala, “Tidak, aku pikir telah melewatkannya karena pingsan begitu sampai di tempat ini.”


Tatapanku terus tertuju pada prasasti, walaupun mengalami kemajuan dalam penerjemahan tapi aku merasa itu belum cukup. ‘Mungkin tingkat kecerdasan yang aku miliki kurang,’ Pikirku.


Karena penasaran dengan isi dari prasasti yang tentu sangat mencurigakan aku pun mengalokasikan semua stat poin yang dikumpulkan dari kenaikan level serta poin gratis saat mendapatkan skill dan gelar pada kecerdasan.


Stat kecerdasanku mencapai tujuh puluh sekarang, tapi sayangnya aku merasa tidak ada yang berubah, mungkin masih belum cukup. Merasa percuma aku pun hendak meninggalkan tempat itu, tapi tiba-tiba kabut tebal keluar dari batu prasasti.


{Aku melihat kau memiliki kelayakan}


Suara bergema di seluruh ladang bunga, semua orang terkejut mendengar suara itu. Kemudian kabut yang keluar dari prasasti berkumpul lalu membentuk sosok seorang wanita.


“Ha... hantu!.” aku langsung melompat menjauh dari prasasti. Herka menatapku dengan heran saat bersembunyi eh berlindung maksudnya, benar berlindung di belakang punggung Herka. Melihat kemunculan hantu dari dalam prasasti membuat semua orang penasaran sehingga mereka pun berkumpul.


“Kau takut dengan hantu?.” tanya Herka. Dia tersenyum seakan menahan tawa padaku.


“Tidak, manamungkin aku takut dengan hantu.” jawabku dengan tegas sambil maju kedepan. Aku benar-benar tidak takut dengan hatu, aku hanya agak phobia dengan jumpscare.


‘Benar aku sangat tidak suka dikagetkan dengan sesuatu yang menyeramkan.’


Berdiri di depan prasasti aku berhadapan dengan sosok wanita asap itu. “Namaku adalah Estrid Lunarfrey, kenapa kau mengatakan jika aku layak. Apa yang sebenarnya kau inginkan?.” mendengar pertanyaan ku, sosok wanita itu hanya diam.


{Kau menemukan makam ku tapi tidak tahu siapa aku?.}


“Yeah sebenarnya aku tidak sengaja menemukan makam mu saat mencari bunga-bunga ini.”


{Mencari bunga? Itu berarti kau menemukan makam ini secara tidak sengaja. Sungguh sebuah takdir yang aneh}


Sosok itu kemudian menceritakan jika dirinya adalah seorang Dewi di masa lampau yang bernama Freyja, tapi sepertinya tidak ada seorangpun warga desa yang mengenal dewa seperti dengan nama itu. Bahkan tuan Grock yang merupakan seorang kurcaci berusia 150 tahun pun tidak mengenal dewa Freyja.


{Itu wajar karena sejarah tentang kami sebagian besar telah menghilang setelah perang itu}


Perang? Apa itu ada kaitannya dengan perang asal usul dari gunung Frieg?.


{Aku telah menunggu waktu dimana seorang pejuang pemberani datang untuk kembali membangkitkan jiwaku. Itu adalah waktu yang lama untuk menunggu}


Terdengar seperti baris kalimat yang sangat klise.


“Yeah jika tempat mu di kubur adalah ribuan meter di dalam tanah tentu kesempatan untuk menemukan tempat ini akan sangat kecil.”

__ADS_1


{Mereka telah berkerja keras untuk melenyapkan aku, tapi pengikutku yang setia telah menyebar berbagai jejak agar seorang yang terpilih dapat sampai ke tempat ini. Tapi sepertinya semua itu tidak berguna lagi sekarang}


Mendengar cerita Freyja membuat aku berpikir jika seharusnya ada sebuah quest yang bisa dilakukan oleh player untuk menemukan makam ini. ‘Itu pasti quest yang sulit karena melibatkan seorang dewa.’ Pikirku.


{Seharusnya aku memberikan hadiah besar pada orang yang berhasil sampai di tempat ini. Tapi saat ini kau belum layak mendapatkan apa yang akan aku berikan padamu. Tapi jangan khawatir, aku bisa membimbing mu menjadi lebih kuat hingga kau bisa mendapatkan apa yang pantas kau dapatkan}


Ding!


[Dewi Freyja tertarik padamu yang telah menemukan pusaranya. Namun sangat disayangkan saat ini tubuhmu belum mampu mendapatkan berkah dewa Aesir ini. Karena itu Dewi Freyja ingin memberimu anugerah yang dapat mempercepat pertumbuhan kekuatan]


[Apakah anda ingin menerima berkah Dewi Freyja dan membuat kontrak dengannya?. Yes/No]


Sebuah berkah dewa terdengar cukup menarik, tapi tunggu apa yang dimaksud dengan membantu pertumbuhan, apa itu semacam tambahan Exp yang aku dapatkan saat mengalahkan monster, jika benar bukankah itu cukup bagus?,


Tapi masalahnya...


“Em... aku tidak tahu apakah akan benar-benar cocok, tentang kontrak itu terlalu mencurigakan untukku.”


Kontrak, aku memiliki sedikit kenangan buruk dengan kata itu. Saat berlatih sihir di dunia nyata aku pernah menjalin kontak dengan iblis, itu adalah kontrak yang saling menguntungkan pada awalnya.


Namun lambat-laun iblis mulai membebaniku karena kontrak ternyata memiliki kecacatan yang tidak aku sadari. Merasa ditipu akhirnya aku melawan, hingga perkelahian ku dengan si iblis pun tidak terelakan.


Itu pertarungan yang cukup sengit hingga membuat beberapa gunung berapi di pulau Jawa mengalami erupsi.


“Baiklah, bisakah aku melihat kontraknya lebi.....”


Ding!


“Heh?.” aku sangat terkejut karena tiba-tiba sistem memberitahuku jika aku telah menyetujui kontrak dengan Dewi Freyja. Apa itu karena aku mengatakan ‘Baiklah’ sehingga sistem mengaggap itu sebagai persetujuan?.


“Ummm.... ada sebuah kesalah pahaman di sini... aku hanya ingin melihat rincian kontak lebih dulu sebelum...” aku mencoba menjelaskan, namun roh Dewi Freyja memotong perkataan ku.


{Aku akan membimbing mu agar menjadi lebih kuat!}


“Hey kau tidak berniat untuk mendengar aku bicara bukan?.”


Asap yang membentuk roh Dewi Freyja menyebar lalu masuk kedalam tubuhku. Aku menjadi panik tapi tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menghentikannya.


“Estrid apa kau baik-baik saja?.” Herka terlihat khawatir, begitu pula dengan warga desa.


“Entahlah... aku tidak merasakan perubahan apapun.”


Ding!


[Selamat anda mendapatkan berkah dari Dewi Freyja]


[Mendapat Gelar Einherjer candidate]


[Mendapat Skill Valkyrie Descent]


____________________________________________

__ADS_1


[Einherjer candidate]


Rank: Normal


Keterangan: Gelar yang dimiliki oleh pejuang yang terpilih menjadi pasukan dewa. Gelar menghilang setelah level player mencapai 100.


Efek Gelar:


(1) stat poin +1


(2) Latihan: Mendapatkan pelatihan untuk menjadi pasukan dewa (Otomatis aktif satu hari sekali)


____________________________________________


____________________________________________


[Valkyrie Descent]


Rank: Unik


Keterangan: jiwa seorang Valkyrie bersemayam dalam tubuh mu.


Efek skill:


(1) Berkah Valhalla: Memasuki mode prajurit dewa, semua stat bertambah 45% selama 10 menit, cooldown 24 jam.


(2) Valkyrie Armor: (hanya aktif saat berkah Valhalla diaktifkan), kerusakan yang diterima berkurang 30%, mendapatkan kemampuan regenerasi dan efek penyembuhan naik 30%


(3) Valkyrie wings: (hanya aktif saat berkah Valhalla diaktifkan), Menumbuhkan sayap dengan kemampuan terbang. Kecepatan naik 45%.


(4) Valkyrie Strik: (hanya aktif saat berkah Valhalla diaktifkan), Memanggil satu dari 9 senjata Valkyrie. Kekuatan naik 30%.


____________________________________________


'Skill keturunan Valkyrie terlihat mengagumkan, tapi apa yang dimaksud dengan pelatihan yang tertera pada efek Gelar [Einherjer candidate]?.'


Banyak skill dan gelar yang hari ini aku dapat, padahal aku tidak banyak melakukan pertarungan. ‘Mungkin semuanya akan berdebu kareba jarang aku gunakan’ tapi aku pikir tidak masalah menyimpan banyak skill dan gelar.


Moto yang selalu aku terapkan dalam setiap pertempuran adalah, ‘Lebih baik menyimpan banyak amunisi yang tidak digunakan, daripada hanya membawa satu bom nuklir’


“Ya begitu lah.”


Saat aku berniat kembali bersama Herka dan para penduduk desa. Secara mendadak goa berguncang hebat.


Ding!


[Pelatihan Einherjer harian dimulai]


Tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak.


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2