
“Mendaki gunakan, melewati lembah, bersama..... Sendirian berpetualang.” karena merasa bosan terus berjalan kaki, Estrid mencoba menghibur diri dengan bernyanyi,
“Bukannya tambahan semangat tapi malah jadi sedih?.” tidak ingin larut dengan perasaan kerinduan, Estrid terus berjalan. Hingga dia merasakan mencium bau busuk yang sangat menyengat, semakin dia berjalan maka bau busuk itu semakin kuat tercium.
“Oh ya ampun ini membuat kepalaku sakit.” tidak tahan dengan bau yang dia hirup, Estrid pun mengambil minyak Lunar Tear menuangkan sedikit pada kain yang akan digratiskan untuk menutupi mulut dan hidung.
“Snifffff... haaaaah, ini jauh lebih baik.” minyak bunga Lunar Tear memiliki khasiat untuk menghilangkan bau darah, Estrid sering menggunakannya untuk kabur setelah pertarungan agar bau darah yang menempel pada tubuhnya bisa disamarkan.
“Entah kenapa monster justru benci pada bau harum bunga Lunar Tear, padahal harum ini sangat menyegarkan.”
Estrid terus berjalan menuju sumber bau busuk. Hingga langkahnya terhenti saat melihat kerangka raksasa yang bersandar di gunung bersama sebuah pedang besar menancap di dadanya.
“Mayat raksasa?.” Estrid seketika teringat dengan makhluk besar yang dia lihat beberapa jam lalu.
“Seperti yang para penduduk katakan jika gunung Frieg dihuni oleh para Giant. Itu membuatku berpikir mungkin raksasa yang aku lihat sebelumnya bisa diajak berkomunikasi?.”
Estrid berpikir untuk mencoba berkomunikasi dengan raksasa sebelumnya, namun dia masih memiliki ketakutannya melihat sosok mengerikan itu.
“Mungkin nanti setelah aku mendapatkan senjata yang Grock janjikan.” Estrid pun kembali melanjutkan perjalannya.
Mendekati mayat raksasa Estrid dibuat hampir muntah saat melihat gerombolan Draugher yang tengah berpesta dengan daging busuk mayat raksasa.
“Sial, seberapa banyak jumlah mereka?.” tanya Estrid saat membuka mini map dan melihat jika hasilnya mencapai ribuan Draugher di area itu.
Melihat jumlah Draugher yang begitu besar membuat Estrid merasa tidak mampu menghadapi mereka. “Tidak ada cara lain, aku harus mencari jalan memutar.”
Berniat untuk segera meninggalkan area itu, tapi perhatian Estrid terus tertuju pada pedang besar setinggi 35 meter yang menjulang tinggi. ‘Aku bisa menggunakannya sebagai sambungan jembatan.’ pikir Estrid.
Tidak ingin menyia-nyiakan material langka yang sudah dia lihat, Estrid pun mulai mengendap-endap diantara Draugher menuju mayat raksasa.
Draugher yang berada di tempat itu berbeda dengan yang pernah Estrid lawan. Level mereka lebih tinggi dan ada diantara yang mengenakan armor serta senjata lengkap. Beberapa Draugher memiliki job seperti archer, assassin, warrior, knight, Dark knight, mage dan banyak lagi.
“Mereka seakan berasal dari kerajaan iblis atau semacamnya.” kemampuan kamuflase dari jubah Serigala salju membuat Estrid tidak terdeteksi oleh para Draugher.
Melompat diantar tiang yang sebenarnya adalah tulang rusuk raksasa, Estrid akhirnya sampai di pedang besar yang dia ingin ambil. Dia hanya perlu menyentuh pedang itu yang kemudian akan langsung masuk kedalam inventori miliknya.
Ding!
[Mendapatkan Broken Gram Sword]
“Dapat!.” Estrid hampir berteriak saat berhasil mendapatkan pedang raksasa, tapi dia segera sadar jika saat ini berada di tengah kawanan monster.
__ADS_1
Para Draugher sepertinya tidak menyadari menghilangnya pedang raksasa, itu membuat Estrid merasa sangat lega, dia pun hendak meninggalkan area yang cukup menyeramkan itu. Dia takut jika ketahuan telah melakukan pencucian dan di kejar-kejar masa monster seperti saat dia bertemu dengan Ogre Es.
[Kau melupakan inti monster]
“Hah?.”
Suara notifikasi yang berwibawa mulai mengajak berkomunikasi.
{Jangan ambil inti monster itu, segera pergi dari area tersebut sebelum para kroco itu menemukanmu.}
Sekarang suara yang lebih enerjik terdengar di kepalaku. “Hel, apa itu kau?.” aku segera menyadari jika itu adalah suara dari Dewi yang telah menghidupkan Pluto. Walaupun itu sudah lama tapi aku masih mengingat jelas pada suara yang ingin merebut serigala imut milikku.
“Hel, bisakah kau berbicara pada suara wanita berwibawa yang sering aku dengar?, Aku berusaha berkali-kali berkomunikasi dengannya tapi selalu tidak berhasil.”
Estrid berharap bisa berbicara dengan suara berwibawa yang dia yakin adalah suara Dewi Freyja. Estrid ingin menanyakan tentang tato yang semakin merambah ke seluruh tubuhnya.
{Jangan memanggilku dengan namaku, kau pikir hubungan kita sedekat itu, hah? Panggil aku dengan Dewi}
“Nggak mau.”
{Tck, dasar makhluk Jotun bodoh. Mungkin kau akan lebih menghormati aku jika para monster itu mulai memakan mu.}
Seketika wajah Estrid menjadi pucat saat membayangkan tubuhnya tercabik-cabik dimakan oleh para Draugher.
{Heng, kau beruntung karena aku masih membutuhkanmu untuk membesarkan dua serigala itu}
Walaupun Estrid sangat kesal karena dianggap sebagai budak oleh Dewi Hel, tapi dia masih bersyukur karena tidak jadi dimakan oleh para Draugher.
{Seperti yang kau duga jika suara yang terdengar begitu bijak itu adalah suara Dewi Freyja, dia tidak bisa berkomunikasi dengan mu saat ini karena kekuatannya masih sangat terbatas}
“Begitu rupanya, lalu bagaimana dengan tatto ini?.” Estrid menunjukan lengan kanan yang sepenuhnya telah di tutupi tatto berwarna biru.
{Jangan khawatir tentang itu. Itu hanya tatto yang menunjukan dirimu adalah kandidat Einherjer. Tato akan terus tumbuh seiring penguasaan skill Keturunan Valkyrie. Jika sudah mencapai level 100 dan seluruh tubuhmu tertutup oleh tatto maka kau bisa menjadi Einherjer kemudian naik lagi menjadi seorang Valkyrie}
“Itu melegakan.” penjelas dari Dewi Hel membuat kekhawatiran Estrid sirna, dia sempat berpikir jika tato itu merupakan kutukan yang akan menghisap jiwanya secara perlahan.
{Hahaha... menghisap jiwa. BUAHAHAHA... bukankah itu terlalu berlebihan.}
Suara tawa itu terdengar sangat keras, seakan dia sangat ingin menertawakan Estrid. ‘Aku berharap seseorang menjatuhkan sikat giginya di kloset.’ batin Estrid.
Kemudian perhatian Estrid tertuju pada pada daging yang sebelumnya tertancap oleh pedang besar. “Apa itu jantung? tidak, aku rasa bukan karena letaknya ditengah bukan di samping.” Estrid pun teringat dengan inti master yang Dewi Freyja ingin Estrid mengambilnya.
“Hel, kenapa kau melarang ku mengikuti saran Dewi Freyja yang menyuruhku untuk membawa inti moster di bawah sana?.”
__ADS_1
{Tck, sudah aku bilang untuk memanggilku Dewi. Itu adalah benih kekacauan}
“Benih kekacauan?.”
{Lihatlah lubang dimana pedang sebelumnya berada}
Mengikuti arahan Dewi Hel, Estrid kembali menatap lubang pada daging. Cahaya kemerahan bersinar dari dalam lubang lalu tiba-tiba sebuah tangan besar muncul dari dalamnya. Seakan bayi yang baru lahir, monster itu merangkak keluar dari lubang dengan darah membasahi tubuh.
“Apa seperti itu cara para monster terlahir?.” kata Estrid.
Melihat kelahiran moster, para Draugher disekitar segera menyambutnya dengan berangan bertubi-tubi. Padukan elit monster itu menggempur monster yang baru saja terlahir dengan begitu ganas, melihat itu aku mulai berpikir untuk segera mengambil langkah seribu untuk kabur, dan berpikir tidak ingin berurusan dengan pasukan sekuat itu untuk selamanya.
Monster besar tidak tinggal diam saat mendapatkan serangan dari para Draugher. Walaupun baru dilahirkan level monster itu sudah lebih dari seratus lima puluh. Kekuatan yang besar mampu mengimbangi jumlah para Draugher.
Dari atas aku terus merekam pertarungan besar itu.
{Itu adalah kemampuan dari benih kekacauan, Monster akan terus terlahir darinya}
Walaupun kekuatan monster itu luar biasa kuat tapi masih belum cukup untuk menghadapi pasukan elit Draugher. Mendapatkan serangan yang bertubi-tubi membuat monster besar akhirnya dapat ditaklukkan, tapi pertarungan masih belum selesai karena lubang itu kembali bersinar dan monster lainnya pun terlihat.
{Karena segel telah tercabut membuat kelahiran monster lebih cepat dari sebelumnya}
“Segel? Maksudmu pedang besar yang aku ambi?.”
{Benar, itu adalah segel yang menang benih kekacauan}
Pasukan Draugher berhasil mengalahkan monster untuk keduakalinya, kerusakan yang diderita pasukan itu akibat pertarungan pun cukup besar. Sementara itu monster ke tiga terlahir, jika ini terus berlangsung seperti ini maka pasukan Draugher akan segera musnah.
“Hel, apa kau yakin jika akan membiarkan benih kekacauan begitu saja?.” Estrid khawatir jika benih kekacauan dibiarkan begitu saja lambat-laun akan membuat gunung Frieg dipenuhi oleh monster, itu bisa berbahaya karena berpotensi menimbulkan bencana pada desa.
{Memangnya apa yang bisa kau lakukan?}
“Entahlah, Dewi Freyja memintaku untuk mengambil benih itu. Aku pikir dia tahu jika investasi milikku tidak terbatas.”
{Tidak terbatas....}
***
Elit Draugher
Bersambung.
__ADS_1
Not: inventori tidak terbatas itu wajib.