Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
90 (Arc2). Papan Ranking


__ADS_3


Kerajaan Cahaya, Kota benteng perbatasan (Wilayah kekuasaan guild One Thousand Warrior).


Seorang pemuda berambut pirang dikelilingi oleh pasukan berbaju besi, mereka mengendarai kuda menuju kota.


“Nomer tujuh?.” pemuda itu terlihat tidak puas setelah melihat layar yang menunjukan papan Ranking player.


Pemuda pirang telah menghabiskan berhari-hari berburu menaikan level hingga akhirnya beberapa jam lalu mencapai level 20.


Dia berpikir level itu sudah cukup untuk membuatnya masuk dalam lima besar top player, tapi yang dia dapat adalah hasil yang tidak terduga.


“Ketika setiap guild besar hanya mampu memasukkan satu nama, tapi AFK justru mampu mengambil tiga tempat.” Sorot mata pemuda itu dipenuhi oleh persaingan dan iri hati. “Mereka sungguh membuat sebuah lelucon yang buruk.”


Lionel Nicburn, master guild One Thousand Warrior. Dia baru saja keluar dari area berburu setelah event Minvers resmi diadakan. Karena jiwa mudanya penuh dengan rasa persaingan, Lionel tidak mungkin melewatkan event yang akan membuatnya memiliki kesempatan untuk menjadi player terkuat dan terkenal.


***


Ibu kota kerajaan Cahaya (Wilayah kekuasaan guild LIGHT)


Seorang pemuda dan seorang gadis sedang berjalan berdampingan di lorong kastil.


“Aku tidak mengira jika para player game ini begitu terobsesi dengan permainan.” ucap seorang pemuda dengan rambut putih bersih.


“Kau berbicara demikian seolah berbeda dengan mereka.” balas wanita yang juga memiliki rambut putih keperakan.


Keduanya adalah player yang tinggal di ibukota kerajaan Cahaya. Sebagian besar NPC di kota ini memilih warna rambut putih dikarenakan doktrin dari sekte keagamaan paling berpengaruh di kerajaan cahaya yakni sekte Radiant yang menyembah Dewi cahaya.


Doktrin dari sekte Radiant benar-benar penuh dengan rasialisme, yang menyebut jika makhluk dengan rambut putih lebih baik sementara warna lainnya berada dibawahnya.


Terutama untuk warna hitam mereka diperlakukan lebih rendah dari hewan, tidak ada satupun orang yang mau mendekat bahkan berinteraksi dengan manusia berambut hitam di kerajaan Cahaya.


Banyak player yang protes karena mereka mendapatkan diskriminasi yang kuat saat berada di kerajaan Cahaya lantaran warna rambut. Mereka bahkan sampai mengecam keras pihak developer terhadap sistem yang ada di kerajaan itu.


Tapi semua komplain itu tidak pernah didengar oleh para pengembang game Minvers. Akhirnya negara Cahaya pun masih tetap sama hingga sekarang.


Lumina, gadis berambut platinum itu merupakan pemimpin dari Guild peringkat dua, guild LIGHT. Sementara pemuda disampingnya adalah player peringkat enam di papan Ranking, Aster. Dia juga anggota guild LIGHT.


“Aku pikir papan Ranking player tidak akan jauh berbeda dengan Minvers versi lama, tapi ternyata aku salah.” Lumina menatap papan Ranking dengan raut wajah yang sulit.


Anggota guild LIGHT telah tersebar luas di dua kerajaan yang saat ini bisa di tempati player. Mereka merasa sudah mengetahui segalanya tentang top guild berkat jaringan informasi sebesar itu. Tapi papan Ranking itu membuktikan jika dugaan mereka telah salah besar.


“Bahkan untuk seorang Oracle sepertiku tidak bisa melihat segalanya.” ucap Lumina dengan senyum kecut.


Melihat gadis itu yang seakan sedang menyalahkan diri sendiri, membuat Aster juga merasa bersalah. Lumia sadar akan hal itu, dia pun segera mengalihkan topik pembicaraan.


“Jadi apa kau menemukan sesuatu mengenai para tentara yang ditugaskan raja Cahaya sebelumnya untuk mencari keabadian?.”.


Aster sempat terkejut dengan pertanyaan Lumina yang tiba-tiba. Tapi dia segera menenangkan diri lalu menjawab.


“Divisi Intelijen menemukan informasi jika tentara yang raja sebelumnya kirim berpisah menjadi dua pasukan. Pasukan pertama menuju benua Matahari, yang dikatakan terdapat Piramida tempat disimpannya cawan suci.”


Aster membagi sebuah file berisi sebuah peta pada Lumina. Pemuda itu menunjuk pada bagian tengah yang diketahui merupakan benua yang belum pernah dijelajahi oleh player.


Daratan berwarna merah pada peta itu para NPC sebut sebagai benua Matahari.


Aster kembali melanjutkan penjelasannya.

__ADS_1


“Sementara pasukan kedua dikirim menuju benua di ujung Utara,” Aster kemudian beralih pada benua terjauh, daratan terbesar yang diwarnai dengan warna putih. “Sebuah wilayah yang dikuasai oleh para raksasa. Disebutkan di sana terdapat legenda apel keabadian.” lanjutnya.


Mendengar cerita Aster, Lumina mengangguk kecil.


“Holy Grail dan Idunn Apple.” Lumina mengingat kembali pada dua item yang dipercaya bisa memberikan keabadian.


Lumia terus menatap peta yang dibagikan oleh Aster, dia menghitung jarak terdekat dengan benua tempat mereka saat ini berada. Dia pun berpikir jika rencana mencari cawan suci di benua Matahari adalah yang paling bagus.


“Kenapa ke benua Matahari, bukankah jarak antara benua Utara lebih dekat dari Midgard?.”


“Itu benar, tapi menuju benua Utara harus melewati samudera yang begitu luas, tidak ada satupun pulau yang terlihat di peta. Pelayaran itu akan menjadi sangat menyulitkan.”


Mendengar penjelasan Lumina, Aster pun menyadari jika masalah utama gadis itu tidak memilih untuk pergi ke benua Utara adalah karena medan yang harus ditempuh begi sulit.


“Mengesampingkan pencarian keabadian. Bagaimana dengan persiapan Turnamen pada event?.” Lumina kembali mengalihkan pembicaraan dengan tiba-tiba.


Itu membuat Aster tidak bisa mengikuti pola pikir wanita di sampingnya.


“Hal itu telah di atur. Dewan telah mempersiapkan segalanya, hingga aku pun harus mengikuti Turnamen itu.” Aster tersenyum getir.


“Kalau begitu berjuanglah. Aku akan mendukungmu dari belakang.” ucap gadis itu dengan senyum lebar.


Melihat senyum itu Astra merasakan kehangatan di dadanya.


“Jika nona Lumia sang Oracle yang memberikan dukungan, dan aku yang menjadi penyerang. Maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya kita.” Astra berkata dengan penuh percaya diri.


Namun Lumina justru tidak setuju, “Jangan sombong, kita tidak tahu lawan seperti apa yang akan kita hadapi.” raut wajah Lumina berubah begitu serius. “Aku yakin para pilar yang lain pun akan ikut dalam turnamen ini.”


***


Dark Forest, Light Kingdom (Warlord's guild territory).


Terdapat sebuah desa kumuh di dalam hutan kegelapan. Sebagian besar atau mungkin semua warga desa itu memiliki rambut berwarna hitam.


Mereka adalah orang yang memilih kabur dari rumah mereka karena mendapatkan diskriminasi dari orang-orang di sekitar akibat memiliki warna rambut hitam.


Juga banyak diantaranya yang merupakan orang buangan, hidup di desa ini bukan karena keinginan mereka sendiri tapi karena paksaan keluarga.


Di sebuah kedai yang bobrok, terdapat puluhan orang sedang minum-minum.


“Hueeek... minuman apa ini!.” seorang pengunjung dengan marah memuntahkan minumannya, semua NPC di sekitarnya menatap pengunjung yang marah itu dengan tatapan sinis, lantaran orang itu memiliki rambut berwarna putih.


“Apa kau memberiku air seni kuda, HAH!.” bentaknya pada bartender. Namun si bartender tidak mengatakan apapun, tapi justru seorang pemuda berambut biru kehitaman duduk sendirian di mejanya yang berbicara.


“Itu bukan air seni kuda, melainkan air seni ku.” ucapnya.


Perkataan pemuda itu sontak membuat semua pengunjung lainnya tertawa terbahak-bahak, kecuali orang dengan rambut putih yang menjadi bahan tertawaan.


“Makhluk terkutuk sepertimu, berani menghinaku!.” dengan emosi dia segera mencabut pedangnya lalu mengarahkannya pada si pemuda. Sontak semua orang pun diam, melihat itu senyum rambut putih melebar.


“Kalian seharusnya tahu posisi makhluk rendah seperti kalian ada di mana...” rambut putih berkata begitu sombong sambil mengacungkan pedang ke sekitar. “Berani kalian menertawai ku, kepala kalian akan di pajang di depan kedai!.” imbuhnya.


“Yo, brother... apa kau tidak tahu jika pedang itu merupakan alat yang berbahaya?.” pemuda itu kembali berbicara dengan nada yang sangat tenang.


“Bajing4n, kau tadi mengatakan apa!.” rambut putih mengarahkan pedangnya pada pemuda itu lagi.


Keadaan kedai menjadi begitu bening.

__ADS_1


“Hey, hentikan ini sama sekali tidak lucu. Seseorang bisa terluka kau tahun.” pemuda itu mencoba memperingati.


“Ahahaha... apa kau takut, Hah!. Apa kau sudah pIpI5 di celana, Ahahaha....” rambut putih tertawa terbahak-bahak, sementara pengunjung lainnya mulai berdoa.


“Diam bodoh, aku tidak sedang berbicara padamu!.” perkataan pemuda itu penuh dengan intimidasi hingga membuat rambut putih merinding di belakang punggungnya.


“Aku berbicara pada temanku yang berdiri di sampingmu.”


Saat si rambut putih menoleh ke samping yang dia lihat adalah sebuah moncong senapan.


“Heh?.” rambut putih begitu terkejut.


“Heh heh?.” pengguna senapan itu adalah pria yang sangat besar dan tingginya hampir setinggi tiga meter. Wajah pria itu tersenyum lebar hingga air liur menetes dari mulutnya.


“Bang!.” kata pemuda berambut biru kehitaman bersamaan dengan pria besar itu menarik pelatuk pistolnya.


Keadaan kedai sontak menjadi begitu ramai setelah pria berambut putih itu tewas di tembak. Pria besar yang telah membuatnya kemudian membawa mayat itu keluar untuk diseret keliling perkampungan.


Suasana desa yang begitu suram seketika dipenuhi oleh sorakan kegembiraan. Sementara itu pemuda berambut biru kehitaman masih di dalam bar, dia menatap layar transparan yang menunjukan peringkat para player.


Nafas berat dia hembuskan lalu menutup jendela menu sistem. “AFK, aku pikir karena tidak adanya penyihir hitam, guild itu akan tenggelam. Tapi aku telah salah besar.” pemuda itu bangkit dari tempat duduknya.


“Penyihir hitam, kenapa kau mendarat ditempat entah berantah?. Seharusnya kau menguasai kerajaan ini sekarang.”


Tatapannya tertuju pada mayat yang disalib di sebuah tiang yang begitu tinggi, sementara dibawahnya banyak orang yang sedang menari-nari.


“Kenapa masa depan menjadi begitu kacau. Semua berjalan tidak sesuai dengan yang aku ingat.” dia kembali membuka papan Ranking lalu melihat posisi pertama.


“Apa ini karena pertemuan kita waktu itu?.”


___________________________________________


(Rank Player)


(1st) Level 24, Estrid [AFK]


(2nd) Level 21, Razor [WRL]


(3rd) Level 20, Senlong [TFK]


(4th) Level 20, Semanggi [AFK]


(5th) Level 20, Emil [AFK]


(6th) Level 20, Aster [LIGHT]


(7th) Level 20, Lionel [OTW]


(8th) Level 19, Drake [NTD]


(9th) Level 19, Panji [GRD]


(10th) Level 18, Heyji Park [OGC]


___________________________________________


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2