
“Aku melakukannya lagi.”
Ini adalah kesalahanku, karena terlalu meremehkan para Yeti membuat dua sahabatku mendapatkan nasib tragis.
“Kenapa aku tidak bisa belajar dari kesalahan? Apa karena ini hanya sekedar permainan dan berpikir jika semua ini hanya sebuah kumpulan data komputer sehingga aku tidak terlalu peduli atas konsekuensi dari tindakanku?.”
Tanganku membelai Alaska terus tengah sekarat. Aku berharap dapat meringankan rasa sakit yang saat ini dia rasakan. Perhatianku kemudian teralihkan pada Pluto yang sudah tidak dapat aku selamatkan.
“Walaupun hanya sekedar permainan tapi kau tidak akan mendapatkan kembali apa yang telah hilang darimu, bukankah itu sama saja seperti kenyataan?.”
Perlahan aku bangkit dan menatap para Yeti. Para kera berbulu putih itu mengambil jarak dariku setelah aku melakukan beberapa kerusakan kecil pada kelompok mereka.
Para Yeti seakan tahu jika kekuatan yang meluap dari tubuhku saat ini hanya akan bertahan sementara, mereka menunggu hingga efek Valkyrie berakhir, setelah itu para Yeti akan kembali menyerang.
“Seolah aku akan membiarkan itu terjadi.”
Menggunakan salah satu efek skill keturunan Valkyrie, aku akan mengembalikan semuanya seperti yang seharusnya.
Akan aku perbaiki semua kesalahan yang aku lakukan.
Tidak akan ada kesedihan dalam gameplay ku.
“Semuanya ada dalam kendaliku.”
Ding!
[Anda memilih Buku hitam Kara]
Awan hitam dengan cepat menutup langit, di depanku muncul sebuah gumpalan hitam melayang, dari gumpalan itu keluar sebuah buku yang diselimuti oleh kabut hitam.
Black Grimore, buku sihir yang mencatat berbagai sihir hitam, Tabo dan kematian. Salah satu dari sembilan senjata Valkyrie terkuat, kesadaran ku berusaha diambil alih ketika menggunakannya.
Tapi itu tidak seberapa untukku.
“Hanya segini?.” aku merasa kecewa saat melihat isi dari buku hitam Valkyrie Kara. Itu hanya berisi sihir hitam rendah dan beberapa sihir terlarang yang sudah aku ketahui.
Mungkin jika di game ini itu akan dianggap over power, tapi sebagai seorang penyihir Hitam di dunia nyata semua itu tidak ada artinya.
“Karena batasan game payah ini aku tidak bisa menggunakan seluruh kemampuanku!.” tanganku terangkat dengan sebuah lingkaran sihir di telapak tangan aku menggunakan skill terlarang.
“Siapa pun kau yang menguasai kematian di dunia ini, kembalikan jiwa dari makhluk malang ini.” ucapku sambil menunjuk mayat Pluto.
__ADS_1
Angin hitam bertiup kencang lalu suara menggelegar begitu mengerikan terdengar oleh seluruh makhluk di Minvers.
{Siapa yang berani memerintah penguasa alam kematian dengan begitu arogan!}
“Itu aku!.”
Badai mengamuk seketika semua makhluk meringkuk ketakutan, bahkan para Yeti merah dengan kecerdasan rendanya pun ikut mengubur kepala mereka kedalam salju dan berharap sosok pemilik suara mengerikan itu tidak menyadari keberadaan mereka.
Awan hitam di langit berkumpul membentuk sebuah wajah tengkorak.
Ding!
[Hel the goddess of death telah datang]
“Haha... kau seharusnya mengambil bentuk yang lebih baik dari itu.” aku menertawakan sosok tengkorak di langit yang samasekali tidak menakutkan bagiku.
{Kau benar-benar berpikir bisa menantang kematian?}
Langit semakin gelap, badai bertambah ganas, kabut kehijauan menyebar di sekitar. Aku dapat melihat sosok seorang wanita dengan setengah wajah begitu cantik sementara setengah wajah yang lain begitu mengerikan tanpa kulit dan memperlihatkan tengkorak busuk.
“Aku memanggil mu dengan sihir terlarang bukan untuk mengajakmu bertarung. Aku hanya memintamu untuk mengembalikan jiwa dari serigala ini.”
Tatapan wanita itu tertuju pada mayat Pluto, tapi seolah tidak tertarik dia kembali mengalihkan perhatian padaku.
Hel diam cukup lama dia berusaha keras untuk memecah teknik yang aku gunakan untuk memanggilnya tanpa memerlukan ritual pengorbanan.
“Kau memiliki banyak waktu untuk di buang bukan?.” aku mulai kesal karena dua membuang banyak waktuku.
{Para dewa lain telah melarang ku untuk ikut campur, mereka sangat berisik dan memintaku untuk segera meninggalkan alam fana ini. Tapi aku tidak bisa pergi begitu saja setelah kau memanggilku}
Hel menunjuk kerahku, kabut hitam di jarinya mulai menebal. Aku tahu apa yang akan dia lakukan, wanita mengerikan ini berusaha memberikan kutukan padaku.
Prang!
Tapi tiba-tiba suara seperti gelas pecah terdengar bersama dengan reaksi Hel yang sangat terkejut ketika sihir kutukannya gagal.
{Apa yang baru saja kau lakukan?. Bagaimana mungkin sihir hitam ku dipatahkan?.}
Hel menatapku dengan tajam penuh selidik, setelah melihat armor cahaya dan Black Grimore, penguasa alam kematian itu pun mendapatkan jawaban kenapa kutukannya tidak bekerja.
{Kau adalah seorang calon Valkyrie, Dewi Freyja melindungi mu. Kita tidak bisa membuat kontrak, jika seperti ini aku tidak bisa memberimu apa yang kau inginkan, karena tidak ada kesepakatan yang sesuai}
Hel baru saja berniat untuk membuat sebuah kontrak denganku dengan kutukannya seperti yang Dewi Freyja lakukan. Penguasa kematian bersedia mengembalikan jiwa Pluto dengan syarat aku akan menjadi pengikutnya, tapi itu tidak bisa dilakukan karena aku lebih dulu telah membuat kontrak dengan Dewi Freyja.
__ADS_1
{Tapi kita mungkin bisa membuat sebuah kesepakatan}
Hel mendekati kedua serigala, tangan kanannya yang putih halus bak tangan malaikat penolong menyentuh tubuh Alaska, dengan cepat seluruh luka serigala itu mulai pulih.
Sementara tangan kiri Hel yang membusuk ditumbuhi oleh akar hitam seakan perwujudan dari dewa maut menyentuh mayat Pluto. Raga tanpa jiwa itu kembali bergerak, Pluto kembali dihidupkan. Tapi ada yang berbeda dengan Pluto, kulit serigala salju itu perlahan mulai kusam
{Keduanya telah mendapatkan berkah dariku. Mereka akan menjadi mata dan telinga untukku mulai sekarang}
Setelah mengetakan itu sosok Hel menghilang menjadi kabut, awan hitam di langit bergerak mundur beserta seluruh isi bumi. Waktu telah diputar ulang, aku kembali lagi saat mengaktifkan skill Valkyrie Strike untuk mengambil Black Grimore.
Guk guk guk guk!
Semua telah kembali seperti sebelumnya, tapi tidak untuk dua serigala yang telah kembali sehat. Aku segera memeluk keduanya, “Uuuuh.... a.. aku berpikir akan kehilangan kalian.” aku mulai menangis karena begitu bahagia.
Goug Gough Gough!
Sisa Yeti mulai ribut, mereka berniat untuk kembali menyerang. Aku kembali marah karena momen mengharukan kesembuhan kedua peliharaan ku terganggu.
Mencengkram buku sihir hitam aku mengaktifkan sihir Necromancer, “Bangkitlah wahai jiwa yang gugur dalam pertarungan!. Jadilah pasukanku, lenyapkan semua musuhku!.”
Angin hitam bertiup begitu aku selesai mengucapkan mantra, kemudian satu-persatu mayat Yeti yang telah aku kalahkan kembali bangkit, mereka menjadi zombie karena sihir yang aku gunakan.
Pertarung antar Yeti berlangsung sengit, walaupun jumlah Yeti zombie lebih besar tapi kekuatan mereka jauh berkurang sehingga Yeti merah bisa mengalahkan mereka dengan mudah.
Tapi bukan hanya sihir kebangkitan yang bisa aku gunakan dengan Black Grimore, beragam sihir penguat dan kutukan aku gunakan untuk membantu pasukan Yeti zombie.
Seakan ingin balas dendam, kedua serigala kembali ikut dalam pertarung, mereka terlihat lebih ganas dari sebelumnya. Kekuatan mereka bahkan mampu melawan tiga Yeti merah sendirian.
Ding!
[Ujian harian berhasil dilalui. Waktu hingga ujian berikutnya: 23:59]
Setengah jam berlalu sejak ujian dimulai, akhirnya aku menyelesaikan pertarungan ini.
Ding!
[Monster pet Alaska telah mencapai level 20, evolusi dimungkinkan]
[Monster pet Pluto telah mencapai level 20, evolusi dimungkinkan]
“Owoooh... evolusi, kalian berhasil, kalian berhasil...” aku kembali memeluk dua serigala yang saat ini dipenuhi oleh darah Yeti. Mereka terlihat senang saat aku memberikan selamat pada keduanya.
***
__ADS_1
Bersambung.