Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
36. Hadiah legendaris


__ADS_3

Setelah mendengar jika aku memberikan semua daging dari burung raksasa pada warga desa, kedua orang yang semula bertengkar menjadi begitu berterimakasih padaku. Mereka kemudian segera mengumpulkan warga untuk membantu melakukan pembongkaran.


Tatapanku tertuju pada wanita bernama Sania, aku merasa mengenalnya ‘tapi itu tidak mungkin jika dia adalah npc pedagang yang aku temui di server pribadi Minvers lama’. Pikiranku penuh dengan pertanyaan hanya karena bertemu dengan seorang npc.


“Hektor bukankah lebih baik kau tinggal di desa?.” Sania berkata pada seorang pria yang salah satu kakinya hilang.


“Hahaha... jadi kau berpikir aku akan menjadi beban.” pria bernama Hektor itu tertawa pahit seakan menertawakan keadaan tubuhnya yang cacat.


Saat aku memperhatikan pria itu aku merasa tidak asing. ‘Tidak salah lagi dia adalah penjaga gerbang yang aku temui di server pribadi.’


Aku sangat ingat dengan wajah dua orang yang sempat aku temui sebelumnya di Minvers lama. Itu membuatku penasaran dengan apa yang terjadi di dunia ini, fi server utama desa yang aku kunjungi begitu makmur tapi di sini justru sebaliknya.


‘Apa itu berkaitan denganku yang telah memilih memulai permainan di benua Es?.’


Beberapa kemungkinan muncul di kepalaku mengenai apa yang terjadi dengan Minvers classic hingga menjadi Minvers Lost Civilization.


Seperti server pribadi para player di Minvers classic bersatu menjadi server utama, atau setiap player akan selalu bertemu dengan desa awal yang mereka tempati di server pribadi.


‘Apa semua player mengalami hal yang sama?.’ aku mungkin bisa mendapatkan jawabannya jika bertanya pada komunitas gamer Minvers, tapi mari lakukan itu nanti karena saat ini aku perlu melakukan sesuatu yang lebih penting.


“Aku hanya ingin kau menjaga desa dan mereka yang tinggal didalamnya selama kami pergi. Jangan khawatir tidak kebagian daging, kami pasti akan menyisakan empedu untukmu.” Sania berkata dengan sedikit candaan pada Hektor, namun tetap saja Hektor tersinggung karena dianggap beban.


“Itu bukan yang aku inginkan.” ucap Hektor yang kemudian pergi sambil berpangku pada tombaknya. Saat seorang ingin membantunya berjalan Hektor dengan marah menolak.


Semua orang terlihat sedih melihat keadaan Hektor. Melihat para warga desa yang begitu perhatian pada pemuda itu membuat aku bertanya-tanya tentang Hektor dan kenapa dia mendapatkan banyak perhatian dari warga.


Apa karena dia adalah warga desa atau sesuatu yang lain...


Setelah semua warga yang masih memiliki tenaga berkumpul, Herka segera memimpin perjalanan. Sebuah gerobak dikerahkan untuk membawa daging, grobak yang seharusnya di tarik kuda atau sapi tapi kini dibawa oleh lima orang.


Aku berpikir karena kelapa parah pemilik grobak terpaksa memakan peliharaannya.


***


Sambil berjalan di samping grobak, aku membuka menu stat yang belum aku bukan sejak kembali bermain. Tapi perhatianku teralihkan pada pesan dari sistem yang menumpuk.


...[Selamat telah menyelesaikan tantangan Survival of the Frozen Hell pada tahap paling ekstrim. Mendapat Gelar No Pain No Gain dan Gelar Zub Zero]...


_____________________________________________


...[No Pain No Gain]:...


...Rank: legenda...


Keterangan: Tidak akan ada yang dicapai tanpa rasa sakit.


Efek Gelar:


(1) poin stat +10


(2) Pekerjaan keras: menggandakan stamina dan mengurangi konsumsi.


(3) Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil: perolehan experience bertambah 50%.


(4) Mental Baja: kekebalan terhadap abnormal status tipe mental.


(5) Kekuatan tumbuh dari rasa sakit: Kesehatan yang berkurang akan menjadi poin tambahan untuk setiap statistik.


(6) Pantang menyerah: Menjadi tidak terkalahkan selama lima detik ketika kesehatan mencapai nol, menyembuhkan kesehatan sebesar 5% setelah efek berakhir. (Hanya dapat diaktifkan satu kali sehari)


_____________________________________________

__ADS_1


_____________________________________________


...[Zub Zero]...


...Rank: Legenda...


Keterangan: kekuatan dari mereka yang memiliki darah beku.


Efek Gelar:


(1) poin stat +10


(2) Jiwa yang beku: Menaikan kerusakan pada semua serangan dengan elemen sebesar 50%.


(3) Manusia salju: Statistik bertambah 20% saat berada di lingkungan yang dingin.


(4) Darah dingin: kekebalan mutlak pada sihir Es dan efek pembekuan dan mempercepat regenerasi saat berada di wilayah dingin.


(5) Jotunheim: Menciptakan zona beku seluas 500 meter persegi dengan persyaratan kesehatan dibawah 30%.


(6) Waktu Beku: (Hanya bisa diaktifkan di zona Jotunheim). Menurunkan suhu sekitar membuat waktu berjalan lebih lambat hingga beku sepenuhnya .


_____________________________________________


Aku langsung mendapatkan dua gelar legenda hanya dengan melewati ladang salju itu. Aku pikir Rank legenda akan sulit didapatkan tapi kenapa aku langsung mendapatkan dua sekaligus hanya dengan berjalan selama lima jam.


“Tapi mengingat betapa dingin dan membosankan tempat itu membuatku merasa pantas mendapatkan hadiah yang layak.” ingatanku kembali menayangkan apa yang aku lalui kemarin.


Kemudian aku kembali melihat pesan sistem yang tersisa.


...[Selamat anda berhasil mengalahkan salah satu dari lima bos lapangan gunung Frieg, Giga Thunder Rooster.]...


...[Mendapat gelar Thunder Silencer]...


...[Berhasil mengalahkan lawan yang lebih kuat. Mendapat gelar Giant killer]...


...[Mendapat 1 kotak rank]...


...[Level up]...


...[Level up]...


...[Level up]...


.............


...........


.........


...[Viking rage semakin kuat]...


...[Membuka skill meja crafting]...


_____________________________________________


...[Thunder Silencer]...


...Rank: Unik...


Keterangan: Ketenangan akhirnya dapat dirasakan oleh setiap orang di benua Jotun.

__ADS_1


Efek Gelar:


(1) stat poin +6


(2) penangkal petir: kekebalan elemen petir semakin kuat.


(3) Orang baik dari benua Es: kedekatan dengan semua npc di benua Jotun menjadi baik.


(4) peta rusak: mendapatkan 1 dari empat bagian peta benua Jotun.


(5) Pembangkit listrik: Dapat menghasilkan listrik dari dalam tubuh, (Membutuhkan mana untuk pengaktifan)


_____________________________________________


_____________________________________________


...[Giant Killer]...


...Rank: Langka...


Keterangan: tumbuh semakin kuysaay melawan musuh yang lebih kuat.


Efek Gelar:


(1) stat poin 2


(2) Menantang raksasa: seluruh stat naik 10% selama lima menit saat melawan musuh dengan level 10 lebih tinggi.


(3) Tahan banting: Kerusakan berkurang 30% selama lima menit saat melawan musuh dengan level 10 lebih tinggi.


_____________________________________________


Menyelesaikan tantangan melewati penjara beku hanya memberiku dua gelar, sementara mengalahkan burung raksasa yang ternyata memiliki nama Agam jago gledek...


“Terdengar seperti makanan super pedas.”


Membunuh auam jago itu memberiku gelar dan experience yang luar biasa, ada juga kotak hadiah tapi aku memilih untuk menyimpannya untuk saat ini.


Setelah melihat semua rincian gelar entah kenapa aku merasa suhu dingin disekitar berangsur angsur menurun, hingga rasanya aku sudah keluar dari zona es dan berada di tempat yang sejuk.


‘Apa efek Gelar baru aktif setelah player membaca rinciannya?.’ Pikirku. Melihat kembali rincian gelar membuatku ingin mencoba beberapa hal.


Aku mengambil segenggam salju di pinggir jalan lalu memakannya, apa yang aku lakukan membuat penduduk desa kebingungan hingga Herka menawarkan air minum jika aku harus.


“Aku hanya mengetes apakah aku masih dapat merasakan dingin di dalam mulutku.” ucapku mencoba menjelaskan tapi sepertinya itu justru membuatku para penduduk lebih kebingungan.


Dari uji coba itu aku mengetahui jika memang mulutku pun tidak lagi merespon rasa dingin. Itu sangat menyebalkan jika aku tidak dapat merasakan lagi dinginnya jus framboz kesukaanku.


‘Aku berharap ini hanya terjadi di dunia virtual.’


Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang mengintai, dengan cepat aku segera meminta para penduduk desa untuk berhenti. Herka bertanya kenapa aku menghentikan para penduduk.


“Aku pikir beberapa serigala sedang mengawasi.” balasku. Mendengar jawaban dariku sontak membuat para warga khawatir.


“Para serigala itu pasti mencium darah dari mayat burung raksasa.” Butcher yang segera mengeluarkan pisau dagingnya untuk pertahanan. Sama seperti si tukang daging, Sania pun mengeluarkan panahnya.


Insting dan penglihatan semakin diperkuat mungkin ini adalah efek dari salah satu gelar yang aku miliki. Aku bahkan dapat melihat dengan jelas letak para serigala dan kekuatan bertarung mereka.


Bersiap bertempur aku mengeluarkan pedang yang dipinjam dari Sania. “Akhirnya sebuah tontonan yang layak untuk disiarksn.” aku pun mulai melakukan live streaming.


***

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2