
Sudah delapan hari Estrid mengasuh para anak-anak desa yang ditelantarkan orang tua mereka. Wanita itu menghabiskan sebagian besar waktu untuk berburu dan menaikan level bersama dan mengajarkan bagaimana cara untuk bertahan hidup pada anggota timnya.
Keadaan sangat sulit pada awalnya, Semua anak benar-benar para pemula yang butuh pembelajaran dari yang paling dasar. Tapi setelah banyak hal yang terjadi mereka semakin bisa diandalkan.
“Master, Priska kembali kambuh!.” kata Jara yang sekarang mengenakan perlengkapan seorang prajurit dengan pedan dan perisai.
“Oh, jadi hewan apa dia kali ini?.” tanya Estrid tanpa menoleh pada gadis di belakangnya. Saat ini dia disibukan dengan penggalian untuk mencari material yang diminta oleh Grock.
“Dia menjadi cacing besar Alaska kali ini.” kata Jara.
Sontak Estrid menghentikan penggalian dan berbalik untuk menatap Jara. Dia menunjukan wajah seperti seorang ibu yang baru saja mendengar salah satu anaknya ingin menikah dengan karakter dua dimensi.
“Sangat aneh.” kata Estrid.
Dia segera meminta pada Jara untuk kembali dan menyadarkan temannya karena hampir sudah waktunya untuk ujian harian.
“Siap laksanakan!.” ucap Jara dengan tegas, dia seperti seorang prajurit yang handal. Estrid tersenyum melihat itu, hasil pelatihan militer yang dia lakukan pada anak-anak itu sangat efektif. Sekarang mereka semua begitu patuh dan disiplin.
Tring!
Estrid kembali fokus pada penggalian. Beling besi yang dia gunakan mengenai sesuatu yang keras hingga tangan Estrid terasa sakit sendiri saat memukul material itu.
“Dapat!.” senyum Estrid semakin melebar ketika material yang dia inginkan akhirnya ditemukan.
___________________________________________
[Adamantium]
Rank: Unique
Keterangan: Material yang begitu kuat melebihi kerasnya berlian, namun tidak terlalu baik dengan energi sihir.
___________________________________________
Melihat bijih yang berkilau kehijauan seperti zamrud itu, Estrid segera mengganti beliung besinya dengan beliung berlian yang merupakan alat penggalian terkuat yang dia miliki.
Sebelumnya Estrid telah menghancurkan belasan beliung besi untuk mengambil logam adamantium tapi tidak kunjung berhasil, pada akhirnya dia menyerah dan kembali pada Grock untuk menceritakan masalah yang dia hadapi.
Grock pun tertawa terbahak-bahak dan memberitahu jika tidak mungkin logam adamantium bisa ditambang menggunakan alat dari besi.
Mendengar itu Estrid yang merasa dipermainkan karena Grock tidak memberikan informasi penting lebih awal, dia hampir membunuh si kurcaci dengan menggantungnya secara terbalik di jembatan yang masih dibangun.
Ding!
[Mendapatkan bijih Adamantium, Exp + 220]
__ADS_1
[Berhasil mengumpulkan 1 kilogram Adamantium]
____________________________________________
[Quest Senjata Spesial Grock bagian 1]
Kumpulan item yang Grock butuhkan.
•Soul Soil 10 kg (0 kg/10 kg)
•Lapis lazuli 100 g (45 g/100 g)
•Adamantium 1 kg (Complete)
•Mythril 2 kg (Complete)
•Magma 5 liter (Complete)
____________________________________________
“Bagus, hanya dua material yang tersisa.”
Di hari kedelapan Estrid telah mengumpulkan setengah dari item yang diinginkan oleh Grock. Dia tidak bisa menepati janjinya saat mengatakan jika bisa mengumpulkan semua item dalam waktu satu minggu, karena masalah pelatihan anak-anak.
Estrid bergegas kembali ke permukaan karena tato di tangannya sudah mulai berkedip pertanda ujian harian sebentar lagi akan dimulai.
“Tato ini semakin besar saja dari hari ke hari, aku takut jika ternyata itu sebuah kutukan.” ucap Estrid melihat tato yang semula hanya ada dipunggung telapak tangan kini sudah menyebar hingga seluruh lengan dan masih terus tumbuh.
___________________________________________
[Abandoned Elf Village]
Keterangan: Dahulu perkampungan ini dihuni oleh Elf pohon, namun semenjak musim dingin panjang Elf yang kedinginan pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan benua Jotun.
___________________________________________
“Bukan karena kelaparan, tapi karena kedinginan yang membuat para Elf meninggalkan desa ini. Bukankah itu terlalu aneh. Para manusia bisa bertahan dari musim dingin saat suhu di desa lebih dingin, tapi kenapa Elf yang hidup di hutan dengan suhu lebih hangat tidak mampu bertahan?.”
[Sifat Elf pohon yang begitu sombong berpikir jika kecantikan tubuh mereka tidak selayaknya ditutupi dengan pakaian tebal yang menghangatkan. Karena tidak mau mengenakan pakaian hangat mereka pun memutuskan untuk meninggalkan desa.]
“Alasan macam apa itu!.”
Estrid merasa marah sendiri mendengar kekonyolan para Elf pohon yang lebih memilih meninggalkan desa daripada mengenakan pakaian tertutup.
Anak-anak menjadikan rumah pohon terbesar sebagai basecamp mereka saat Estrid pergi untuk menggali. Semuanya segera bergegas keluar ketika melihat guru mereka keluar dari goa.
““Terimakasih atas kerja kerasnya Master!””
__ADS_1
Ucap mereka semua secara bersamaan. Mereka berbaris menjadi dua bagian antara para gadis dan lelaki. Begitu rapi dan penuh disiplin, pengajaran selama beberapa hari tidak sia-sia untuk dilakukan.
Sekarang anggota timnya bukan lagi berisi anak-anak npc biasa, melainkan prajurit siap tempur dengan pengalaman dan skill yang memadai.
Wof wof wof....
Dua serigala berlari menuju majikan mereka. Alaska dan Pluto, mereka begitu manja saat meminta Estrid bermain bersama. Keduanya tidak sabar memulai perburuan yang biasa dilakukan setiap hari.
“Ya sudah waktunya kita bermain.”
Ding!
[Efek Gelar kandidat Einherjer telah aktif. Ujian harian dimulai]
Setelah notifikasi muncul suara lolongan terdengar di seluruh penjuru hutan. Erina segera memerintahkan pasukannya untuk bersiap bertarung.
“Apa kali ini juga kawanan serigala Es? Membosankan.” kata Byrome dengan pedang besar di punggungnya.
“Tidak ini berbeda, suara lolongan itu sangat... merdu.” balas Priska, gadis dengan luka lebam di kepalanya itu segera meminta burung puyuh peliharanya untuk mengintai dari udara.
Dengan Skill (Clairvoyance) yang dia dapatkan setelah mencapai level 10 pekerjaan Tamer. Priska dapat berbagi penglihatan dengan hewan yang dia kontrak.
Srink! Senyum kecil terlihat di bibir gadis termuda dalam tim. Semua orang yang melihat itu sadar jika sebentar lagi Priska akan menjadi gila dan merengek pada Estrid untuk diizinkan memelihara binatang aneh.
“Apa yang kau lihat?.” Jara bertanya.
“Itu... itu Serigala yang belum aku lihat sebelumnya. Mereka berlari dengan dua kaki dan tubuh mereka lebih mirip seperti manusia.” kata Priska dengan penuh kegembiraan dia segera meminta izin pada Estrid untuk memelihara satu serigala itu.
“Tidak!.” tapi permintaan Priska segera ditolak.
“Nande?.” mata Priska berkaca-kaca hampir saja menangis. Itu membuat Estrid merasa sangat bersalah, batin wanita itu sangat terluka melihat prajurit termudanya tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
‘Tapi ini demi kebaikannya, aku tidak ingin Priska yang imut ini didekati oleh monster humanoid yang bahkan tidak mengenakan celana seperti pria mesum.’ batin Estrid bergejolak.
“Itu pasti karena monster Serigala yang datang adalah monster lemah. Jadi master berpikir jika tidak pantas menjadi pelihara mu, Priska!.” kata gadis dengan topi kerucut besar.
Sinai satu-satunya penyihir di tim. Estrid langsung memberinya ancungan jempol padanya karena membantuku memberikan penjelasan.
“Muuuh.. padahal mereka terlihat kuat.” Priska meruncingkan bibirnya saat merajuk, itu benar-benar membuatnya terlihat semakin imut, hingga Estrid tidak tahan untuk memeluknya.
“Begini saja, aku akan memberikan ijin pada Priska untuk memelihara manusia serigala jika Tiga peliharaan Priska sudah berevolusi.”
“Honto?.” Priska tersenyum dengan senangnya.
Saat gadis kecil itu tersenyum itu adalah energi paling hangat yang Estrid rasakan. Dia kembali teringat dengan masa kecilnya bersama Hanna.
Tidak lama kemudian Sigur dengan kemampuan deteksinya yang luar biasa merasakan kehadiran manusia serigala yang sudah dekat. Mereka pun bersiap untuk pertarungan hari ini.
__ADS_1
***
Bersambung.