
[Selamat datang di Festaland, peta khusus yang hanya hadir selama event]
Notifikasi terdengar saat aku sampai di area baru. Hal pertama yang aku lakukan saat sampai di area khusus event ini adalah menikmati keadaan kota yang dipenuhi oleh player.
“Aaaah... beginilah game mmorpg yang seharusnya.” aku sangat menantikan suasana seperti ini, dimana sebuah kota dipenuhi oleh player.
Awalnya aku khawatir karena untuk sampai ke peta khusus ini harus menggunakan teleportasi. Sementara seperti yang diketahui jika air mancur teleportasi di desa masih membeku.
Pada awalnya aku sangat takut kehilangan kesempatan untuk ikut event pertama karena masalah itu. Tapi aku bersyukur karena air mancur teleportasi bukan satu-satunya cara untuk sampai ke tempat ini.
Cara kedua untuk sampai ke Fastaland adalah melalui menu statistik yang memiliki opsi baru yakni ‘Fast Travel’. Opsi ini hanya akan aktif saat player berada di dalam wilayah aman seperti kota maupun desa.
“Dipilih, dipilih... armor buatan tangan ketahanan \+10, murah meriah.”
“Sayang anak, Sayang anak.... pedang kualitas bagus ATK \+20-35.”
“Promo cuci gudang, Beli satu dapat satu! Sedia berbagai peralatan seperti pedang dan armor!.”
Area sekitar tempatku berteleportasi sudah diramaikan oleh para player yang berprofesi sebagai pedagang. Padahal aku merasa jika sudah secepat mungkin datang kemari, tapi para player ini sudah mendahului ku.
Sepanjang jalan sudah dipenuhi oleh pedagang yang berjualan dengan menggelar kain untuk menjajakan dagangan. Mereka seperti pedang kaki lima yang sesukanya menyerobot trotoar jalan untuk berjualan.
“Sangat tidak enak dipandang.” gumamku kesal.
Kerena ulah mereka, jalan yang begitu lebar menjadi lebih sempit. Seharusnya jalan itu bisa dilalui oleh lima orang secara beriringan, tapi sekarang dilalui dua orang saja menjadi begitu sulit.
Itu membuatku bertanya-tanya apakah tidak ada player lain selain aku yang terganggu oleh para pedagang ini?.
Setelah melihat-lihat sekeliling aku merasa jika bukan aku satu-satunya yang terganggu. Tapi walaupun begitu tidak ada yang berani protes karena para pedagang ini memiliki perlindungan.
‘Ikon koin, apa itu guild peringkat ke enam, Wanderers?.’ aku mulai meninggalkan area teleportasi sambil memperhatikan para pedagang.
“Hey kawan, lihat apa yang dikenakan wanita itu.”
“Wahahaha... baju kulit! Apa dia seorang pemula yang bahkan tidak bisa membeli armor besi?.”
Dua pedagang membicarakan tentang pakaian yang aku kenakan. Aku masih menggunakan pakaian pemula yang sudah sangar rusak, dengan aksesoris penutup kepala dengan topeng serigala serta jubah kulit serigala salju yang diberikan oleh Herka.
Selama satu bulan hidup di benua Jotun aku sama sekali tidak memikirkan tentang armor pelindung, dikarenakan kesehatanku yang seperti seorang Immortal karena efek darah beku.
Namun Festaland bukanlah benua Jotun yang dingin, aku harus mulai memikirkan tentang perlindungan tubuhku.
“Hey nona Barbarian di sana. Apa kau butuh sebuah armor?.” salah satu pedagang memanggilku, lalu...
“Sepertinya kau juga butuh pedagang, bagaimana jika melihat-lihat di toko ku?.” Semakin banyak pedagang yang mulai menawarkan barang dagangan mereka padaku.
“Tidak, terimakasih.” aku menolak dan mencoba untuk pergi. Tapi para pedagang itu mencoba menghalangi.
“Hey, ayolah aku akan memberikan diskon untuk player pemula sepertimu!.”
“Apa kau tidak malu berkeliaran di peta ini dengan penampilannya seperti itu?.”
“Ambilah beberapa armor cantik ini, mungkin saja seorang dari guild top akan tertarik padamu.”
Aku menggunakan efek gelar \[Divine Blacksmith\] untuk menilai setiap item yang mereka tawarkan padaku, dan hasilnya semuanya hanya item sampah yang sangat rapuh. Aku merasa bisa menghancurkan item-item itu hanya dengan satu serangan.
Bahkan jika tujuan pembuatan item seperti itu hanya untuk gaya. Aku merasa semua yang mereka tunjukkan masihlah dibawah standar ku.
“Maaf aku tidak tertarik, jadi tolong beri aku jalan.” aku memberikan balasan yang sama.
__ADS_1
Tapi mereka masih bersikukuh hingga membuatku mulai emosi, rambut putihku pun mulai menunjukan perubahan. Jika situasi seperti ini terus mungkin akan terjadi pertumpahan darah.
“Jika kalian tidak segera menyingkir, aku akan...” perkataanku terpotong saat tatapan para pedagang itu berubah menjadi penuh ancaman.
“Apa yang akan kau lakukan nona?.”
“Memangnya apa yang bisa seorang noob sepertimu lakukan, HAH!”
“Jangan banyak bicara, cepat beli barang kami atau kau akan kami serat ke gang sebrlsh sana!.”
Entah bagaimana bisa menjadi seperti ini, para Pedang itu seketika berubah menjadi Preman yang mulai mengeras ku.
‘Ah... aku tidak tahan lagi.’ aku mulai berniat mengambil kapak ku, tapi sebelum itu terjadi tiba-tiba.
“Ada apa ini, kenapa banyak sekali pengemis di depan gerbang teleportasi!.” suara seorang gadis terdengar begitu lantang dari belakang. Sepertinya seseorang telah datang dari tempat teleportasi.
Kehadirannya begitu menarik perhatian. Memiliki rambut blonde lalu mengenakan pakaian serba kuning dengan gaya seperti seorang putri bangsawan. Di sekitarnya ada empat prajurit yang dilengkapi armor lengkap, serta seorang maid mengikutinya di belakang gadis itu.
“Itu Yellow Princess dari One Thousand housand Warrior!.”
“Ini untuk pertama kalinya aku melihatnya dari dekat.”
“Dia benar-benar seorang putri!.”
Setiap player di sekitar langsung membicarakan gadis. Sementara aku sendiri mencoba untuk meninggalkan tempat ini karena Hanna memintaku untuk tidak membuat masalah dengan guild top Ten.
“One thousand warrior, guild peringkat empat. Sudah diduga jika hari pertama akan mudah menjumpai selebriti.”
Beruntung aku mengenakan penampilan yang tidak terlalu menarik perhatian, jadi aku aman dari mata para anggota guild besar. Topeng serigala yang termasuk bagian dari penutup krpa aku turunkan agar wajahku tertutupi, kemudian aku hendak menyelinap pergi.
“Cih, pemandangan tidak menyenangkan ini.” wajah gadis itu terlihat begitu jijik pada para pedagang. “Bagaimana mungkin aku akan membiarkan ini. Sebentar lagi my Brother akan datang, tempat ini harus dibersihkan!.”
Teriakan marah para pedagang ditujukan pada pasukan Seribu prajurit, mereka mencoba melawan namun level para pedagang tidak setara dengan player dari guild kelas pertama.
“Putri kuning, kau pikir bisa melakukan apapun semau mu!.” muncul seorang player dengan penampilan gemuk dan aksesoris berkilau. Dia sangat mencerminkan pedagang tamak saat melihatnya.
“Aku akan mengembalikan pertanyaan itu padamu...” gadis kuning berhenti lalu memijat kepalanya dia seakan mencoba mengingat nama player di depannya.
“Siapapun kau!.” tapi dia menyerah. Pria gemuk itu mengeratkan giginya karena kesal karena merasa telah direnehkan.
“Kau dari guild Wanderers bukan? Aku bisa melihatnya dari lambang pada pakaianmu, dan para pedagang yang di sekitar juga sama.” Perkataan gadis kuning sontak membuat semua pedagang dan pria gemuk panik.
‘Apa mereka begitu bodoh sehingga mengira tidak akan ada yang sadar?.’ batinku.
“Jadi apa kalian para anggota guild Wanderers bisa berbuat seenaknya dengan mendirikan toko secara ilegal di pinggir jalan, HaH?.”
Tidak ada satupun pedagang yang berani membalas perkataan putri kuning. Mereka tahu joka merekalah yang salah karena membuat sulit orang lain demi keuntungan sendiri.
Tapi para Wanderers tidak akan menyerah.
“Ada apa ini ribut-ribut!.” suara lantang terdengar dari arah menuju kota. Kerumunan player membelah diri untuk mempersilahkan pasukan keamanan Npc menuju kemari. Melihat para Npc datang, aku dapat melihat jelas pria gemuk itu tersenyum lebar.
“Oh ya dewa, terimaksih karena telah mengirim pasukan penegak keadailan pada kami yang tertindas.” pria gemuk dari guild Wanderers itu mulai memuji-muji pasukan NPC.
“Sebenarnya ada apa ini?, Kenapa tempat ini begitu ribut?.” prajurit yang sepertinya pemimpin pasukan bertanya pada pria itu.
“Perkenalkan tuan prajurit, nama saya Goldseller, saya seorang pedagang biasa yang...bla BLA BLA bla bla bla...” pria gemuk bernama Goldseller itu terus menceritakan apa yang terjadi dalam ‘versi’ nya sendiri. Tentu saja cerita dari Goldseller sebagian besar adalah kebohongan yang menyudutkan pihak One thousand warrior.
“Apa benar semua yang dikatakan oleh pedagang ini?.” tanya pemimpin pasukan NPC.
__ADS_1
“Benar kami menghancurkan dagangan mereka.” balas putri kuning.
“Dia mengakuinya, dia sudah mengakuinya.” Goldseller berteriak keras seakan merayakan kemenangannya.
“Prajurit, segera tangkap para perusuh itu!.” perintah Goldseller.
“............”
Krik.. krik... Krik...
Tapi tidak ada satupun prajurit NPC yang bergerak.
“Memang dia pikir dirinya siapa, Raja dunia?.”
“Dia terlalu terbawa suasana. Ektingnyajuga sangat buruk.”
“Seriusan aku hampir muntah saat melihatnya.”
Beberapa player membicarakan kebodohan Goldseller, tapi mereka segera berpaling saat tatapan tajam pria gemuk itu menatap penuh amarah.
“Apa alasan kalian melakukan keributan ini!.” pemimpin pasukan NPC kembali bertanya pada putri kuning.
“Anda bisa melihat keadaan di sekitar, area ini menjadi begitu kotor dan kacau. Ini terjadi karena adanya pedagang ilegal yang menggunakan jalan umum sebagai tempat mereka berjualan.”
Pemimpin prajurit npc melihat sekitar. Goldseller mulai berkeringat dingin.
“Kami hanya melakukan hal yang seharusnya menjadi tugas prajurit seperti anda, yaitu menertibkan para pengganggu seperti mereka.”
Perkataan putri kuning langsung dibalas oleh Goldseller yang mengatakan jika para pedagang sama sekali tidak mengganggu ketertiban umum.
“Coba saja tanya pada para pengunjung, apakah ada yang merasa terganggu?.” Goldseller tersenyum pada setiap player yang ada disekitar.
Itu adalah sebuah ancaman, jika ada player yang berani bersuara maka Guild Wanderers pasti akan memburu player itu. Tapi jika ini terus dibiarkan mungkin para pedagang itu tidak akan pernah ditertibkan.
‘Mingkin mereka juga akan melakukan hal yang aku alami pada Hanna.’
Aku menutupi wajah dengan topeng lalu mulai berteriak.
“Mereka sangat mengganggu!.”
Teriakanku sontak membuat semua perhatian tertuju padaku. Goldseller melotot hingga bola matanya seakan hampir keluar.
“Apa yang mengganggu anda nyonya?.” pemimpin pasukan npc bertanya.
“Me... mereka memaksaku untuk membeli barang yang saya tidak butuhkan, hiks.” aku mencoba sedikit mendramatisir.
“Ji... jika aku tidak membeli apapun,....” wajah aku tutupi dengan telapak tangan.
“Apa yang akan mereka lakukan jika anda tidak membeli apapun?!.” perkataan npc itu terdengar penuh emosi.
“Mereka akan membawaku ke gang itu, entah apa yang ada di sana. Tapi yang jelas aku sangat takut....” Aku mulai menangis sesunggukan.
“Heee.....” pemimpin npc menatapap para pedagang denga ekspresi wajah datar. “Cepat bubarkan para pedagang hina ini. Tangkap siapapun yang melawan!.”
Keadaan di depan area teleportasi pun semakin ramai oleh para petugas penertiban yang melakukan razia pedagang kaki lima.
\*\*\*
Bersambung.
__ADS_1